Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Keris Sengkelat Mataram Sultan Agung Sepuh
- Keris Sengkelat Mataram Pamor Wahyu Tumurun Sepuh
- Keris Parungsari Luk 13 Pamor Segoro Muncar Matara
- Keris Sengkelat Luk 13 Pamor Kulit Semangka Sepuh
- Keris Carubuk Pamor Lintang Kemukus
- Keris Kuno Pandowo Cinarito Majapahit TUS Pamor Ad
- Keris Jangkung Mayang Pamor Kuto Mesir
- Keris Kuno Pamor Putri Kinurung
Keris Pamor Tejo Kinurung Tuban Mojo Sepuh
Rp 3.500.000| Kode | KAR620 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Dhapur Tilam Upih, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Tejo Kinurung, Tangguh Tuban |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Tilam Upih |
| Pamor | : Tejo Kinurung |
| Tangguh | : Tuban Era Majapahit |
| Abad / Tahun | : XIV |
| Warangka | : Ladrang |
| Bahan Warangka | : Kayu timoho |
| Pendok | : Blewah bahan kuningan ukir cukid |
| Mendak | : Parijata bahan kuningan |
| Panjang Bilah | : 37,5 cm |
Keris Pamor Tejo Kinurung Tuban Mojo Sepuh
Keris Pamor Tejo Kinurung Tuban Mojo Sepuh
Keris Pamor Tejo Kinurung Tuban Mojo Sepuh adalah keris dengan dhapur Tilam Upih yang memiliki bilah cukup merbawani. Keris ini diperkirakan tangguh Tuban era Majapahit abad ke-14 Masehi. Sehingga bisa dikategorikan keris ini sangat sepuh karena sudah berusia ratusan tahun. Keris Tilam Upih memiliki filosofi sebagai simbol kebahagiaan, terutama kebahagiaan keluarga karena hidup serba selaras, ayem-tentrem. Keris Tilam Upih biasanya dijadikan sebagai pusaka keluarga yang diwariskan turun-temurun.
Pamor Tejo Kinurung
Pamor Tejo Kinurung adalah perpaduan dari pamor Sodo Sakler dan pamor Wengkon. Seluruh tepi bilah Keris dilingkari pamor berbentuk garis menyerupai bingkai dan ditengah bilah terdapat pamor yang menyerupai garis lurus dari pangkal sampai ujung bilah.
Pamor Tejo Kinurung dipercaya memiliki tuah yang berkaitan dengan kepemimpinan, derajat dan juga untuk perlindungan fisik maupun non fisik. Pamor ini tergolong pemilih, artinya tidak semua orang bisa cocok memilikinya.
Bentuknya memang tampak sederhana, tapi dari segi garap pamor Tejo Kinurung memiliki tingkat kesulitan yang tinggi karena untuk mempertahankan garis bingkai dengan spasi dan jarak yang sama pada sisi tepi bilah Keris tanpa terputus yang dipadukan dengan garis tengah yang tegak lurus tidak terputus tidaklah mudah, dan hanya Empu berpengalaman saja yang bisa membuatnya karena pamor Tejo Kinurung termasuk jenis pamor rekan yang memiliki tingkat kesulitan tinggi dalam pembuatannya.
Pamor yang berbentuk garis lurus ditengah bilah Keris melambangkan pertumbuhan karier, pangkat, jabatan dan agar pemiliknya bisa meraih cita-citanya. Pamor adeg juga memiliki makna agar pemiliknya dapat menempuh jalan yang lurus serta memiliki keteguhan hati dalam menempuh kehidupan.
Sedangkan pamor berbentuk bingkai pada tepi bilah Keris melambangkan perlindungan. Jadi diharapkan pemilik Keris berpamor Tejo Kinurung senantiasa mendapatkan perlindungan dari Yang Maha Kuasa.
Keris dengan pamor Tejo Kinurung juga dipercaya memiliki tuah untuk melanggengkan jabatan atau kekuasaan. Garis adeg ditengah bilah melambangkan jabatan atau pangkat yang semakin tinggi, sedangkan pamor wengkon ditepi bilah melambangkan perlindungan. Jadi, jabatan atau pangkat pemilik Keris pamor Tejo Kinurung akan semakin meningkat dan terlindungi.
Pamor Tejo Kinurung juga dipercaya dapat melindungi pemiliknya dari marabahaya, baik yang bersifat fisik/nyata maupun yang bersifat non fisik/ghaib.
Keris dan Isoteri (tuah) ibarat dua sisi mata uang. Keris dan pamor adalah dua hal yang nyaris tak berjarak. Guratan pamor pada bilah keris adalah lambang-lambang yang penuh makna, pun demikian dengan garis Adeg Tiga (Tejo Kinurung) mempunyai kedalaman makna yang luar biasa. Garis pertama (kanan) menggambarkan Laki-laki yang bertangung jawab kepada dirinya sendiri, istrinya dan anak-anaknya berkewajiban menafkahi dan membimbing jalan hidup dengan benar. Garis kedua (kiri) adalah melambangkan tanggung jawab yang lebih besar lagi karena ia harus mengayomi orang-orang sekitarnya, saudara-saudara mereka dan orang-orang terdekat sedangkan Garis ketiga (tengah) adalah bagi mereka yang ditakdirkan menjadi “orang besar”, harus bisa mengayomi lebih banyak orang , masyarakat dan negara, yang kadang akan menjadi dilema ditengah antara keluarga atau tugasnya, karena dia bukan lagi hanya menjadi milik keluarga tapi sudah menjadi milik masyarakat, bangsa dan negara.
Demikian dengan penamaan pamor Teja Kinurung (artinya Cahaya Yang Terkurung), tentu saja ada harapan dan doa. Di dalam diri kita ada yang namanya nurani, yaitu hati yang mengandung nur/teja, mengandung cahaya. Cahaya berfilsafat dengan keberadaannnya yang terang-benderang. Menjadi lambang kesadaran, cahaya berjalan lurus menyibakkan kegelapan. Dalam limpahan cahaya, kita bisa memilih kebaikan, ketaatan, kesetiaan, kebenaran, keadilan, kejujuran, ketulusan hati. Cahaya yang terkurung berarti tak akan pernah padam menyinari kegelapan dan menjadi terang (manfaat) bagi banyak orang. Bukankah semulia-mulianya manusia adalah yang bisa bermanfaat bagi orang lain?
“Tejo” artinya cahaya dan “Kinurung” artinya dikurung/terkurung. Jadi arti dari “Tejo Kinurung” adalah cahaya yang terkurung atau terlindungi. Tapi jika dikaji lebih dalam, Pamor Tejo Kinurung sebetulnya memiliki makna filosofi yang sangat dalam sebagai tuntunan hidup. Pada dasarnya setiap Manusia memiliki “Nurani” yaitu Tejo/Nur/Cahaya hati yang bisa menuntunnya menuju jalan kebenaran atau jalan hidup yang lurus. Nurani atau cahaya hati harus senantiasa dijaga atau dilindungi agar tidak padam, agar Manusia tidak tersesat dalam kegelapan.
Dalam bahasa semiotika, garis tengah melambangkan pertumbuhan padi (filosofi padi) semakin tinggi semakin merunduk. Simbol kepemimpinan yang demokratis dan dapat diterima semua kalangan. Juga mewakili harapan sang Empu agar sang pemilik menempuh jalan hidup yang lebih lurus serta memiliki keteguhan hati. Sedangkan garis yang membingkai (tepen/wengkon) sebagai simbol cyrcle of protection, perlindungan secara kasat mata maupun yang tak kasat mata (gaib). Sebagian pecinta keris berpendapat bahwa pamor Teja Kinurung ini memiliki tuah yang baik, terutama bagi mereka yang bekerja untuk negara. Itulah sebabnya banyak pejabat, polisi, tentara, hingga wakil rakyat diam-diam memburu dan mengkoleksi keris dengan pamor Tejo Kinurung sebagai piandel.
KAR620
Keris Pamor Tejo Kinurung Tuban Mojo Sepuh
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 2.844 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Pusaka Keris Kyai Sengkelat Pamor Singkir Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sengkelat Luk 13 Pamor (motif lipatan besi) : Singkir Setro Banyu (Pamor lembut nyutro istimewa) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Sultan Agung Panjang Bilah : 33 cm Pesi utuh masih panjang Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Timoho Kuno Handle /… selengkapnya
Hubungi AdminDhapur Brojol Kesederhanaan yang membawa kelancaran Dhapur Brojol merupakan salah satu bentuk keris lurus dengan ukuran bilah yang proporsional. Ciri utamanya terletak pada kesederhanaan garap—gandhik polos tanpa ornamen, hanya dilengkapi pejetan sebagai satu-satunya ricikan, sementara elemen lainnya ditiadakan. Kesederhanaan ini justru menjadi kekuatan utama. Ia mencerminkan keteguhan, ketepatan, dan kematangan sikap—tanpa perlu banyak hiasan untuk… selengkapnya
Rp 1.100.000Pusaka Kudhi Kabudhan Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Kudi Pamor (motif lipatan besi) : Keleng Korosi Untuk Cacing Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kabudhan Purwacarita Era Candi Borobudur Panjang Bilah : 20,5 cm Warangka : Kayu Jati Handle / Gagang : Kayu Jati Kode: PK062 INFO SELENGKAPNYA Tentang Pusaka Kudhi Kabudhan Kuno Silahkan… selengkapnya
Rp 1.111.000Pusaka Keris Kyai Sabuk Inten Luk 11 Majapahit Pamor Meteorit Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Kyai Sabuk Inten Luk 11 Pamor (motif lipatan besi) : Wos Wutah atau Beras Wutah (Pamor Ceprat Ceprit Akhodiyat Meteorit) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Majapahit (Abad XIII) Panjang Bilah : 36 cm (Pesi Utuh Panjang Original) Warangka :… selengkapnya
Hubungi AdminPusaka Keris Sengkelat Kuno Tangguh Kahuripan Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sengkelat Luk 13 Pamor (motif lipatan besi) : Wengkon Isen Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kahuripan Panjang Bilah : 35 cm Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Jati Handle / Gagang : Kayu Jati Pendok : Bunton Solo Kuningan Mendak: Kuningan Kode Produk: K150… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Keleng Slorok Kehijauan Tangguh Sendang Sedayu Majapahit Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Upih Pamor (motif lipatan besi) : Keleng Hurap (Besi slorok kehijauan dan hitam pekat khas tangguh sedayu) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Sedayu era Majapahit Panjang Bilah : 34 cm Warangka : Gayaman Surakarta Gandar Iras Kayu Trembalo… selengkapnya
Rp 2.555.000Keris Bugis Pandawa Luk 5 Pamor Pedaringan Kebak Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Pandawa Pamor (motif lipatan besi) : Pedaringan Kebak (Bagian sor-soran ada pamor rojo gundolo) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Bugis (Luar Jawa) Panjang Bilah : 23 cm Warangka : Model Bugis Handle / Gagang : Model Bugis Pendok : Tembaga… selengkapnya
Rp 3.100.000Keris Tilam Upih Pamor Udan Mas Asli Tangguh Mataram TUS Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Upih Pamor (motif lipatan besi) : Udan Mas (pola jadi 2 1 2) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Abad Ke 17 Masehi Panjang Bilah : 31,5 cm Warangka : Ladrang Capu Surakarta Gandar Iras Kayu… selengkapnya
Rp 6.212.000






WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.