Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Pusaka Keris Nogo Liman Pamor Kupu Tarung
- Keris Panimbal Luk 9 Majapahit Gonjo Wilut
- Keris Tilam Upih Pamor Junjung Derajat
- Jual Warangka Keris Branggah Jogja Kayu Timoho Mot
- Keris Janur Sinebit Majapahit Kuno
- Keris Kyai Sengkelat Pamor Singkir Sepuh Kuno
- Keris Parungsari Sinebaning Dilah
- Warangka Keris Ladrang Sunggingan Wayang Panakawan
Keris Pasopati Kinatah Emas Tangguh PB IX Putran
| Kode | TAG104 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Dhapur Pasopati, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Wengkon |
Keris Pasopati Kinatah Emas Tangguh PB IX Putran
Keris Pasopati Kinatah Emas Tangguh PB IX Putran
Keris Pasopati Kinatah Emas Tangguh PB IX Putran – Keris Pasopati merupakan salah satu dhapur keris lurus yang sangat populer. Karakteristik utamanya adalah bilah ramping dengan permukaan nggigir sapi, serta beberapa ricikan khas seperti kembang kacang pogog, lambe gajah satu, sogokan rangkap, ri pandan, dan terkadang dilengkapi dengan gusen serta lis-lisan.
Keberadaan dhapur Pasopati telah tercatat dalam naskah kuno Serat Pustakaraja Purwa dan Pratelan yang ditulis sekitar abad XII. Bahkan, jenis dhapur ini sudah dikenal sejak tahun 230 Masehi, ketika tanah Jawa masih menyatu dengan Sumatra sebelum letusan Gunung Krakatau. Pada masa itu, keris dhapur Lar Ngatap, Pasopati, dan Cundrik dibuat oleh Mpu Ramadi di Medhangkamulan, ibu kota Mataram Kuno yang diperkirakan berada di kawasan Gunung Lawu.
Pasopati dalam Mitologi dan Filosofi Pewayangan
Nama Pasopati sebenarnya bukan berasal dari dunia perkerisan, melainkan dari dunia pewayangan. Pasopati adalah panah sakti milik Arjuna, yang diperoleh setelah melalui laku tapa dan berbagai ujian dalam lakon Arjuna Wiwaha. Arjuna, sebagai seorang kesatria utama, digambarkan sebagai sosok yang romantis, tampan, ahli perang, pemanah ulung, serta memiliki spiritualitas yang tinggi.
Dalam kisahnya, panah Pasopati bukanlah senjata biasa—sekali dilepaskan, ia mampu memecah menjadi seribu anak panah dan selalu tepat mengenai sasaran. Filosofi ini mencerminkan keoptimisan dan keteguhan dalam perjuangan hidup. Menjadi pribadi yang optimis bukan sekadar berharap segalanya berjalan dengan mudah, melainkan tetap berusaha, berjuang, dan memberikan yang terbaik hingga hasilnya tercapai.
Lebih dalam lagi, Pasopati melambangkan senjata pamungkas dalam menaklukkan sifat kehewanan dalam diri. Setiap manusia diberi hawa nafsu, tetapi manusia juga dibekali akal dan iman untuk mengendalikannya. Jihad terbesar bukanlah melawan musuh di medan perang, melainkan melawan hawa nafsu yang dapat menghancurkan potensi diri. Inilah makna terdalam dari Pasopati—pusaka yang mengajarkan manusia untuk terus meningkatkan kualitas diri, menjaga keadilan, ketenteraman, serta memberikan manfaat bagi sesama.
Pasopati dan Kepemimpinan
Dalam dunia perkerisan, dhapur Pasopati sering dikaitkan dengan kepemimpinan dan perjuangan. Bentuknya yang lurus tanpa luk melambangkan prinsip yang teguh, tidak mudah goyah, serta memiliki visi yang jelas dalam menjalani kehidupan. Pada masa lalu, keris Pasopati sering dimiliki oleh senopati atau panglima perang, sebagai simbol kesetiaan, keberanian, dan komitmen terhadap tugas yang diemban. Hingga kini, keris dengan dhapur Pasopati masih menjadi incaran mereka yang terjun dalam dunia politik, militer, dan kepemimpinan.
Kesederhanaan dalam bentuknya tidaklah berarti ketidaksempurnaan. Justru, ketika sebuah kesederhanaan dirancang dengan pertimbangan filosofis yang mendalam, ia menjadi keindahan yang tidak terukur. Pasopati bukan sekadar keris, melainkan pusaka yang membawa aura keagungan dan keteguhan jiwa.
Keistimewaan Pasopati Kinatah Emas
Selain dhapur yang sarat makna, keris Pasopati Kinatah Emas memiliki keistimewaan tersendiri. Kinatah emas pada bilah keris bukan hanya sekadar hiasan, melainkan juga simbol strata sosial di masa lalu. Keris berkinatah emas pada zaman kerajaan biasanya hanya dimiliki oleh raja, kerabat bangsawan, atau tokoh masyarakat yang berpengaruh.
Selain itu, pamor Wengkon Isen yang terdapat pada bilahnya juga memiliki nilai esoteris tinggi. Pamor ini dipercaya memiliki kekuatan sebagai perisai perlindungan dan penangkal terhadap berbagai hal negatif. Kombinasi antara dhapur Pasopati, kinatah emas, dan pamor Wengkon Isen menjadikan keris ini sebagai pusaka yang tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga sarat dengan makna spiritual dan kepemimpinan.

TAG104
Tags: keris kinatah emas, keris pakubuwana, keris pasopati, keris pasupati, keris pb x, keris surakarta
Keris Pasopati Kinatah Emas Tangguh PB IX Putran
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 2.295 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Tilam Sari Pamor Tambal Tangguh HB Sepuh Keris Tilam Sari Pamor Tambal Tangguh HB Sepuh adalah salah satu dari ratusan koleksi pusaka keris kami. Keris ini berdhapur Tilam Sari, merupakan dhapur keris lurus yang sudah sangat jarang dijumpai. Memiliki ricikan antara lain tikel alis, pejetan, sraweyan dan tingil. Untuk pamor yang tergurat di sekujur bilahnya adalah… selengkapnya
Rp 5.555.000Keris Pamor Melati Sinebar Sepuh Dhapur Brojol Secara dhapur, pusaka ini tampil sangat sederhana. Ia berdhapur Brojol—bilahnya lurus, polos, dan minim ricikan. Tidak dijumpai sekar kacang, ganan, maupun ornamen rumit lainnya. Hanya terdapat pejetan yang sederhana dengan gandhik yang lugas. Namun justru pada kesederhanaan itulah terletak kejujurannya. Keris ini hadir apa adanya: tegas, bersahaja, dan… selengkapnya
Rp 5.000.000DHAPUR JALAK NYUCUP MADU Dhapur Jalak Nyucup Madu menggambarkan seekor burung jalak yang sedang mengisap madu. Nama ini dapat dibaca sebagai perlambang manusia yang tekun mencari sesuatu yang baik dan bermanfaat dalam kehidupannya. Madu menjadi simbol sesuatu yang manis, bernilai, dan membawa manfaat. Sementara tindakan nyucup atau mengisap madu menggambarkan proses untuk mendapatkannya. Artinya, sesuatu… selengkapnya
Rp 4.500.000Corok Tilam Sari Pamor Wahyu Tumurun Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Sari Pamor (motif lipatan besi) : Pedaringan Kebak Wahyu Tumurun Akhodiyat Meteor Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pajajaran Era Mataram Sultan Agung Warangka : Kayu Jati Kuno Handle / Gagang : Kayu Jati Kuno Ukiran Mendak : Perak
Rp 8.111.000Parungsari Mataram Amangkurat Keris Parungsari adalah pusaka yang berbicara dengan bahasa keheningan. Ia tidak hadir untuk menonjolkan kegagahan semata, melainkan menyampaikan pesan tentang kelapangan rasa, penerimaan hidup, dan kematangan batin. Dalam setiap lekuk luk-nya, tersimpan ajaran tentang perjalanan manusia: tentang naik dan turun, tentang keindahan yang justru tumbuh dari kerendahan hati. Parungsari bukan dhapur yang… selengkapnya
Rp 5.500.000Jual Keris Naga Sasra Pamor Segoro Muncar Meteorit Kamardikan Istimewa Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Naga Sasra Sabuk Inten Luk 11 Pamor (motif lipatan besi) : Segoro Muncar Kendagan (Nikel Meteorit) (Kinatah Perak Lapis Emas) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kamardikan Alusan (pesanan khusus) Panjang Bilah : 37 cm Warangka : Ladrang Surakarta Kayu… selengkapnya
Rp 5.555.000Keris Tundhung Medhiun Sengkelat Kuno Madiun merupakan suatu wilayah yang dirintis oleh Ki Panembahan Ronggo Jumeno atau biasa disebut Ki Ageng Ronggo. Asal kata Madiun dapat diartikan dari kata “medi” (hantu) dan “ayun-ayun” (berayunan), maksudnya adalah bahwa ketika Ronggo Jumeno melakukan “Babat tanah Madiun” terjadi banyak hantu yang berkeliaran. Penjelasan kedua karena nama keris yang… selengkapnya
Rp 4.555.000Keris Pamor Wahyu Tumurun Tirto Tejo Dhapur Sempaner Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sempaner Pamor (motif lipatan besi) : Wahyu Tumurun / Tirto Tejo Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pajajaran Sepuh Panjang Bilah : 33,5 cm Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Trembalo Kuno Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Pendok :… selengkapnya
Rp 2.755.000Pusaka Keris Sabuk Inten Pamor Tunggul Kukus Mataram Senopaten Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sabuk Inten Pamor (motif lipatan besi) : Tunggul Kukus Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Senopaten (Abad XV) Panjang Bilah : 35,5 cm Warangka : Ladrang Jogja Kayu Nagasari Handle / Hulu: Model Jogja Kayu Nagasari Pendok : Bunton Jogja… selengkapnya
Rp 2.111.000



















WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.