Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Jual Blawong Keris Ukir Kembang Lung Lungan
- Keris Tindih Sombro Putut Sajen Majapahit
- Keris Pamor Rojo Gundolo Sepuh Kuno
- Pusaka Keris Corok Kalawijan Luk 23 Bima Rangsang
- Pusaka Keris Tindih Kudi Petel Kapak Kabudhan Berp
- Keris Sabuk Inten Empu Supo Majapahit
- Keris Pulanggeni Luk 5 Keleng Hurap Malela Kendaga
- Apa Itu Pasikutan Keris ?
Carita Keprabon Mataram Sepuh
Rp 3.500.000| Stok | Habis |
| Kategori | Dhapur Carita Keprabon, Keris, Keris Luk 11, Keris Sepuh, Pamor Jung Isi Dunya, Tangguh Mataram |
| Jenis | : Keris Luk 11 |
| Dhapur | : Carita Keprabon |
| Pamor | : Jung Isi Dunyo |
| Tangguh | : Mataram |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Kayu Trembalo |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Trembalo |
| Pendok | : Blewah, Bahan Mamas |
| Mendak | : Widengan, Bahan Kuningan |
Carita Keprabon Mataram Sepuh
Carita Keprabon Mataram Sepuh
Keris Carita Keprabon bertangguh Mataram menghadirkan perpaduan antara falsafah hidup manusia Jawa dan laku kepemimpinan adiluhung yang diwariskan para leluhur. Dalam dhapur ini terkandung gagasan bahwa manusia adalah pelakon utama dalam carita—alur kehidupan—yang ditentukan oleh pilihan, perbuatan, dan laku batinnya sendiri. Sebutan Keprabon tidak hanya menunjuk pada kedudukan seorang raja, tetapi sebuah gambaran kepemimpinan sejati: memimpin dengan budi, bukan menaklukkan dengan kuasa. Maka tidak mengherankan jika pada masa lampau keris luk sebelas berdhapur Carita Keprabon hanya dimiliki para bangsawan dan priyayi, sebagai simbol martabat, laku pengayoman, serta kesanggupan memikul tanggung jawab besar.
Dalam pusaka ini pula hadir pamor Jung Isi Dunyo, pamor yang sejak masa kuno dipercaya sebagai perlambang kemakmuran dan kelapangan rezeki. Dengan filosofi “kapal yang penuh muatan,” pamor ini mencerminkan doa agar kehidupan pemiliknya dipenuhi berkah, kecukupan, dan keberhasilan. Ketika dipadukan dengan garap Mataram yang sejak Senapati hingga masa-masa berikutnya dikenal kuat, teduh, dan berwibawa, keris Carita Keprabon Jung Isi Dunyo bukan hanya benda pusaka, melainkan simbol perjalanan hidup: bagaimana manusia menjalani lakonnya, memikul amanah kepemimpinan, dan menjemput anugerah yang telah digariskan Sang Maha Kuasa.
Dhapur Carita Keprabon
Manusia pada hakikatnya adalah lakon yang memainkan drama kehidupannya sendiri di jagad fana. Dalam panggung dunia yang tak pernah dapat ditebak akhirnya ini, manusia bergerak mengikuti kisaran waktu dan skenario ilahi yang telah digariskan oleh Sang Pencipta. Carita atau carito mengandung makna peristiwa yang tengah berlangsung—gambaran sifat dan perjalanan hidup manusia dari hari ke hari. Setiap individu menjalankan alur ceritanya sendiri, menentukan peran, keputusan, dan jalan yang kelak membentuk takdir kehidupannya. Keprabon, berasal dari kata Prabu, bukan sekadar merujuk pada seorang raja, tetapi simbol kepemimpinan yang sejati: pemimpin yang mengayomi, bukan yang menuntut puja-puji.
Pitutur lisan menyebutkan bahwa pada masa lalu hanya mereka yang berasal dari trah ningrat yang diperbolehkan memiliki keris luk sebelas berdhapur Carita Keprabon maupun Carita Daleman. Keris jenis ini merupakan pusaka para priyayi, simbol martabat dan laku kepemimpinan. Ada tradisi menarik yang melekat pada pusaka ini: pemilik keris Carita Keprabon lazim memelihara burung Gelatik Jawa sebagai “klangenan” sang penjaga keris, sebuah simbol keharmonisan antara pemilik dan pusakanya. Angka sebelas yang menjadi ciri dhapur ini melambangkan kemanunggalan dengan Tuhan—dua angka satu yang jika dijumlahkan menghasilkan angka dua, perlambang keseimbangan, dikotomi yang selaras, serta hukum sebab-akibat yang selalu mengikuti perjalanan kehidupan manusia.
Pamor Jung Isi Dunyo
Pamor Jung Isi Dunyo sejak lama dipercaya membawa tuah kemudahan rezeki dan kelapangan usaha. Secara harfiah, “Jung Isi Dunyo” berarti “kapal yang sarat harta benda”. Jung dalam khazanah Jawa merujuk pada kapal besar, istilah yang telah muncul sejak prasasti abad ke-9 dan terus digunakan dalam naskah hukum laut Melayu abad ke-15 sebagai penyebutan bagi kapal pengangkut barang. Dengan demikian, pamor Jung Isi Dunyo menjadi simbol pengharapan agar kehidupan sang pemilik dipenuhi limpahan keberkahan, kemakmuran, dan kelancaran dalam mencari nafkah.
Sebagai pamor yang lahir dari proses tempa tiban—bukan rekaan—Jung Isi Dunyo dianggap sebagai berkah ilahi yang “turun” melalui tangan empu. Motifnya memunculkan gambaran kapal pembawa anugerah, sebuah doa agar sang pemilik senantiasa diberi kemampuan menjemput rezeki, memperluas usaha, dan menjaga harta yang dipercaya kepadanya oleh Yang Maha Kuasa.
Tangguh Mataram
Mataram merupakan salah satu puncak peradaban keris di Jawa, masa ketika para empu menghasilkan maha karya dengan karakter kuat sekaligus halus dalam spiritualitasnya. Pada fase ini, bilah-bilah pusaka tampil dengan garap yang mantap, perimbangan bilah yang serasi, serta pamor yang mencerminkan kedalaman laku para empu di era tersebut. Karya-karya Mataram tidak hanya menghadirkan keindahan, tetapi juga menyimpan nilai filosofis yang mengakar pada pandangan dunia Jawa: keseimbangan, kewaskitaan, dan keteguhan dalam menjalani hidup.
Carita Keprabon Mataram Sepuh
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 247 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Jalak Ngore Pamor Segoro Muncar PB XIII Nom-Noman Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Jalak Ngore Pamor (motif lipatan besi) : Segoro Muncar Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : PB XIII Panjang Bilah : 36 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Galih Nagasari Handle / Gagang : Kayu Galih Nagasari Pendok : Bunton Surakarta Ukiran… selengkapnya
Rp 3.555.000Keris Sengkelat Pamor Beras Wutah Mataram TUS Utuh Sepuh Dhapur Keris (jenis bentuk keris) :Sengkelat Luk 13 Pamor (motif lipatan besi) : Beras Wutah / Wos Wutah Kebak FUll Bilah Tanpa Putus (ada pamor junjung derajad tiban dibagian sor soran) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Abad Ke 17 Masehi Panjang Bilah : 35 cm… selengkapnya
Rp 3.555.000Keris Dhapur Sineba Langka Sepuh Kuno Keris Dhapur Sineba Langka Sepuh Kuno – Keris Sineba ini berpamor Kulit Semangka Tangguh Mataram Amangkurat. Sineba merupkan salah satu dhapur keris yang langka, saking langkanya literasi tentang Sineba juga sedikit sekali. Keris Sineba secara angsar, tersirat doa Sang Mpu agar senantiasa pemilik selalu dipenuhi inspirasi, hidup yang harmonis… selengkapnya
Rp 2.500.000Keris Panji Nom Tangguh Hamengkubuwono HB V ISTIMEWA!! Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Panji Nom / Panji Anom Pamor (motif lipatan besi) : Beras Wutah (Pamor lembut nyutro full bilah tanpa putus) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : HB V (Hamengkubuwono Ke-5) Panjang Bilah : 35 cm Warangka : Branggah Jogjakarta Kayu Timoho Handle /… selengkapnya
Rp 5.555.000Keris Brojol Tuban Bekel Djati Sepuh Keris Brojol Tuban Bekel Djati Sepuh merupakan salah satu dari ratusan koleksi pusaka keris kami. Keris ini termasuk dalam golongan jenis keris lurus. Jika dilihat dari bentuk dan ricikannya, keris ini berdhapur Brojol. Untuk pamor yang tergurat di bilahnya adalah pamor Pedaringan Kebak. Warangka memakai model Gayaman dari bahan kayu Trembalo gandar iras…. selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Pulanggeni Luk 5 Pamor Singkir Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Pulanggeni Luk 5 Pamor (motif lipatan besi) : Singkir Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram (Abad XVI) Panjang Bilah : 36 cm Warangka : Gayaman Yogyakarta Kayu Timoho Handle / Gagang : Model Yogya Kayu Cendana Kuno Pendok : Bunton Yogyakarta… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Kuno Sengkelat Majapahit Pamor Pedaringan Kebak Meteor Dhapur Keris (Jenis Bentuk Keris) : Sengkelat Pamor (Motif Lipatan Besi) : Pedaringan Kebak Meteorit Tangguh (Perkiraan Masa Pembuatan) : Majapahit Panjang Bilah : 36,2 cm Warangka : Gayaman Jogjakarta Kayu Tayuman Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno Pendok : Bunton Jogjakarta Kuningan Templek Mendak… selengkapnya
Rp 3.777.000Keris Tilam Upih Pamor Tambal Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Upih Pamor (motif lipatan besi) : Tambal Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Majapahit Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Cendana Handle / Gagang : Solo, Kayu Trembalo Pendok: Blewah Surakarta Mamas Mendak : Kuningan Kode: JK503 Filosofi Pamor Tambal Pamor Tambal dibuat sebagai simbolik doa/harapan agar setiap… selengkapnya
Rp 7.000.000
















WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.