Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
Korowelang Luk 13 Kinatah Emas Original Sepuh
Rp 25.000.000| Kode | P233 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Dhapur Korowelang, Katalog Produk, Keris, Keris Luk 13, Pamor Ngulit Semangka, Tangguh Mataram Sultan Agung |
| Jenis | : Keris Luk 13 |
| Dhapur | : Korowelang - Kinatah Emas |
| Pamor | : Kulit Semangka |
| Tangguh | : Mataram Sultan Agung |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Kayu Trembalo Gandar Iras |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Kemuning |
| Pendok | : Blewah, Bahan Mamas |
| Mendak | : Kendhit, Bahan Perak |
Korowelang Luk 13 Kinatah Emas Original Sepuh
Korowelang Luk 13 Kinatah Emas Original Sepuh
Dhapur Korowelang
Korowelang merupakan singkatan dari ungkapan “Perkoro piweling lan piwulang”, yang bermakna nasihat dan ajaran. Ia hadir sebagai pengingat bahwa waktu—kala—adalah sesuatu yang tidak pernah dapat diulang. Sekali berlalu, ia tidak akan kembali.
Dalam tradisi tutur, tombak dan keris Korowelang juga kerap disebut Kolowelang. Istilah ini berasal dari kata kolo atau kala yang berarti waktu, serta welang, nama seekor ular berbisa yang mematikan. Perpaduan dua makna ini melahirkan simbol yang sangat kuat: waktu yang diabaikan dapat berubah menjadi bahaya yang mencelakakan.
Pesan utama dari dhapur Korowelang adalah peringatan agar manusia menyadari keterbatasan usia dan singkatnya waktu hidup di dunia. Waktu hendaknya dimanfaatkan untuk melakukan laku yang bermanfaat, berbuat kebajikan, serta mendekatkan diri kepada Tuhan, sebagaimana piwulang yang diwariskan para leluhur. Sebab apabila waktu yang singkat ini disia-siakan, maka kala justru akan menjelma menjadi welang—ular berbisa yang perlahan namun pasti membawa petaka.
Filosofi inilah yang turut menjelaskan mengapa angka 13 memiliki kedudukan istimewa dalam dunia tosan aji. Keris dan tombak ber-luk 13 dipercaya mengemban misi besar. Ada perbawa yang berbeda ketika menanting pusaka luk 13—sebuah getaran tanggung jawab, keteguhan, dan kesadaran akan waktu serta tugas hidup.
Salah satu contohnya adalah Keris berdhapur Sengkelat, yang sejak dahulu dikenal sebagai pusaka kewibawaan, simbol kestabilan dan kebijaksanaan. Keris ini diperuntukkan bagi para pemimpin dan penguasa, karena kepemimpinan sejati menuntut ketenangan batin, ketegasan sikap, dan kejernihan dalam mengambil keputusan. Hingga kini, Sengkelat masih digemari oleh para pemimpin dan pejabat sebagai piandel penunjang amanah dan tanggung jawab jabatan.
Pamor Kulit Semangka
Pamor Kulit Semangka, atau Ngulit Semangka, dinamai demikian karena coraknya menyerupai kulit buah semangka—berlapis, teratur, dan tampak hidup. Dalam filsafat Jawa, pamor ini dimaknai sebagai simbol rezeki yang berlapis dan berkesinambungan: bukan rezeki yang datang seketika lalu lenyap, melainkan mengalir perlahan seiring usaha, ketekunan, dan kecermatan pemiliknya.
Secara tuah, pamor Kulit Semangka dipercaya mendukung sikap optimis, keluwesan dalam pergaulan, serta kebijaksanaan dalam menyikapi persoalan hidup. Ia mengajarkan kemampuan menyesuaikan diri tanpa kehilangan prinsip—fleksibel nanging ora kecalan waton. Rezeki yang diisyaratkan pamor ini tidak semata bersifat materi, tetapi juga berupa kemudahan relasi, kejernihan berpikir, dan kematangan rasa dalam menghadapi dinamika kehidupan.
Tangguh Mataram Sultan Agung
Masa Mataram Islam, khususnya pada pemerintahan Sultan Agung Hanyakrakusuma, kerap dipandang sebagai salah satu puncak kejayaan dunia perkerisan Jawa. Pada periode ini, pembuatan keris dan tombak berkembang pesat, baik dari segi kualitas, kuantitas, maupun ragam garapnya.
Dalam berbagai sumber tutur, diceritakan bahwa Sultan Agung mengeluarkan titah yang memperkenankan rakyat memiliki pusaka wesi aji—keris, tombak, maupun pedang—tanpa rasa takut pusaka tersebut akan dirampas oleh pihak keraton. Titah ini menumbuhkan rasa aman, kepercayaan kepada pemimpin, serta semangat membangun dari desa hingga pusat kerajaan.
Pada masa ini, keris tidak lagi semata menjadi simbol kaum elit, melainkan menjelma sebagai bagian dari identitas dan kepercayaan diri masyarakat. Dalam berbagai upacara adat dan pisowanan, rakyat berani mengenakan busana lengkap dengan keris—baik sebagai ageman maupun pusaka tayuhan.
Sultan Agung juga dikenal memberikan anugerah pusaka kinatah emas kepada mereka yang berjasa, disesuaikan dengan kedudukan dan perannya. Prajurit hingga lurah memperoleh kinatah dengan motif tertentu, para perwira dan panewu menerima kinatah bergambar gajah atau singa sebagai simbol kekuatan dan kepemimpinan, sementara kerabat dekat dan patih dalem dianugerahi pusaka dengan kinatah yang lebih halus, sarat simbol kebijaksanaan dan keagungan.
Zaman Mataram Sultan Agung menjadi masa yang subur bagi para empu. Mereka diberi kebebasan untuk berkreasi, sekaligus melestarikan bentuk-bentuk lama, memadukan warisan masa sebelumnya dengan ciri khas Mataram. Karena itulah, keris-keris tangguh ini tampil beragam dalam pasikutan dan garap, namun tetap memancarkan watak yang matang, agung, dan berwibawa—menjadikan era ini kerap disebut sebagai “surga para empu”.
P233
Korowelang Luk 13 Kinatah Emas Original Sepuh
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 13 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Pamor Udan Mas Tiban Sepuh Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Upih Pamor (motif lipatan besi) : Udan Mas Tiban Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pajajaran Panjang Bilah : 33,2 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Timoho Sembur Kuno Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno Pendok : Blewah Surakarta Mamas Kuno… selengkapnya
Rp 2.500.000SANGAT LANGKA!! Keris Sengkelat Pamor Udan Mas Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sengkelat Luk 13 Pamor (motif lipatan besi) : Udan Mas (Bulatan udan mas berpola 2 1 2) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Abad Ke 17 Masehi Panjang Bilah : 37 cm Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Cendana Handle /… selengkapnya
Rp 7.777.000Keris Carita Genengan Pamor Banyu Mili Carita Genengan berasal dari kata Carita (lakon atau perjalanan hidup) dan Genengan (Gunungan dalam wayang, melambangkan perjalanan spiritual manusia). Keris ini menggambarkan bahwa setiap individu menjalani kisah hidupnya sesuai dengan pilihan dan perannya masing-masing. Seperti Gunungan yang meruncing ke atas, manusia diharapkan semakin mendekat pada kesempurnaan jiwa, menyatukan rasa,… selengkapnya
Rp 5.456.000Keris Tundung Madiun Sempono Bungkem Pamor Raja Abala Raja Sepuh Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sempono Bungkem Pamor (motif lipatan besi) : Raja Abala Raja Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Tundung Madiun / Tundung Mediyun (tangguh langka, terkenal dengan keris yang berkarakter dan mumpuni) Panjang Bilah : 36 cm Warangka : Ladrang Surakarta Gandar… selengkapnya
Rp 4.555.000Keris Brojol Pamor Bendo Segodo Sepuh Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Brojol Patrem Pamor (motif lipatan besi) : Bendo Segodo Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Tuban Mataram Abad Ke 16 Masehi Panjang Bilah : 25 cm Pesi masih utuh panjang original tidak sambungan Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Pandan Laut Kuno Handle / Gagang… selengkapnya
Rp 1.300.000Pusaka Keris Sengkelat Kembang Kacang Bungkem Mataram Kartasura Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sengkelat Luk 13 Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Kartasura / Amangkurat Panjang Bilah : 37,5 cm Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Trembalo Kuno Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno Pendok :… selengkapnya
Rp 4.130.000Keris Corok Pulanggeni Luk 5 Pamor Banyu Netes Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Pulanggeni Luk 5 Pamor (motif lipatan besi) : Banyu Netes / Tirto Tumetes Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Abad 17 Masehi Panjang Bilah: 40 cm (Corok) Warangka : Gayaman Surakarta, Kayu Trembalo Kuno Handle / Gagang : Solo, Kayu… selengkapnya
Rp 4.555.000Pusaka Keris Naga Pasa Kinatah Kamarogan Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Naga Pasa / Naga Tapa Pamor (motif lipatan besi) : Segoro Muncar (Kinatah Kamoragan Kuningan Disepuh Emas) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kamardikan Alusan Panjang Bilah : 37 cm Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Cemara Handle / Gagang : Kayu Sawo Pendok :… selengkapnya
Hubungi Admin


















WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.