Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Keris Kebo Lajer Pamor Kol Buntet Langka Asli Sepu
- Pusaka Keris Panimbal Pamor Pedaringan Kebak Matar
- Keris Pamengkang Jagad Pamor Adeg Wengkon Tejo Kin
- Keris Pamor Rojo Gundolo Sepuh Kuno
- Keris Tilam Upih Pamor Tirto Tumetes
- Keris Kebo Lajer Pamor Bawang Sebungkul
- Keris Sengkelat Kinatah Emas
- Warangka Sarung Keris Ladrang Sunggingan
Wedhung Kuno
Rp 6.000.000| Kode | TAG048 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Tagguh Kediri, Wedung |
| Jenis | : Wedhung |
| Dhapur | : Wedhung |
| Pamor | : Keleng |
| Tangguh | : Kediri (tahun 1042–1222) |
| Warangka | : Kayu Cendana Jawa |
| Deder/Handle | : Kayu Cendana Jawa |
| Mendak | : Metok |
Wedhung Kuno
Wedhung
Wedhung merupakan salah satu jenis tosan aji yang dikenal dalam tradisi Jawa dan Bali. Berbeda dengan keris yang lebih banyak dikenal sebagai pusaka pribadi dan lambang status sosial, wedhung berkembang sebagai senjata pendek bermata satu yang memiliki fungsi praktis sekaligus simbolis. Seiring perjalanan waktu, sebagian wedhung memperoleh kedudukan sebagai pusaka, terutama yang dibuat oleh empu, diwariskan secara turun-temurun, atau menjadi bagian dari koleksi keraton dan keluarga bangsawan.
Dalam lingkungan keraton Jawa, wedhung termasuk salah satu perlengkapan pusaka yang disimpan bersama keris, tombak, pedang, dan senjata tradisional lainnya. Selain sebagai benda budaya, wedhung juga menjadi bagian dari tata busana resmi (ageman) pada upacara adat maupun upacara kenegaraan. Berbeda dengan keris yang pada umumnya dikenakan oleh laki-laki, wedhung dalam paugeran busana keraton juga dapat dikenakan oleh perempuan pada kesempatan tertentu.
Secara bentuk, wedhung memiliki bilah lurus bermata satu dengan ujung yang melebar dan meruncing. Pada masa awal perkembangannya, wedhung diperkirakan lebih berfungsi sebagai senjata serbaguna. Memasuki masa kerajaan-kerajaan Islam di Jawa, terutama pada era Mataram, fungsi tersebut berkembang menjadi perlengkapan busana yang melambangkan kesiapan mengabdi, bekerja, dan menjalankan tugas.
Jejak Sejarah
Istilah wedhung telah dikenal sejak masa Jawa Kuno. Kata tersebut ditemukan dalam beberapa prasasti abad ke-9 hingga ke-10 Masehi, antara lain Prasasti Humanding, Prasasti Poh, dan Prasasti Rukam, sebagai salah satu jenis senjata yang telah dikenal masyarakat pada masa itu. Penyebutan tersebut menunjukkan bahwa istilah wedhung telah digunakan sejak periode Mataram Kuno, meskipun bentuknya kemungkinan belum sama dengan wedhung yang berkembang pada masa-masa berikutnya.
Perkembangan wedhung mencapai bentuk yang lebih baku pada masa Mataram Islam, kemudian dilestarikan oleh Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. Pada periode ini, wedhung tidak hanya dibuat sebagai senjata, tetapi juga sebagai perlengkapan busana kebesaran dengan garap yang semakin halus. Sejumlah wedhung ditempa menggunakan teknik yang sama dengan pembuatan keris, termasuk penggunaan pamor dan pengerjaan ricikan yang menunjukkan keterampilan tinggi para empu.
Hingga kini, wedhung tetap menjadi bagian penting dari warisan budaya Nusantara. Keberadaannya tidak hanya mencerminkan perkembangan teknologi penempaan logam, tetapi juga memperlihatkan bagaimana sebuah senjata dapat bertransformasi menjadi simbol budaya, identitas, dan pusaka yang diwariskan lintas generasi.
TAG048
Wedhung Kuno
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 1 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Wedung Kuno Majapahi Pamor Kenanga Ginubah Wedung atau Wedhung adalah salah satu jenis senjata tradisional Jawa yang dulu merupakan kelengkapan pakaian pejabat keraton tertentu. Tidak seperti keris yang hanya dikenakan oleh pria, di keraton wedung bisa dikenakan pria dan wanita. Bentuk wedung seperti pisau pendek, ujungnya runcing, sisi depannya tajam, sedangkan punggungnya tumpul. Pada sisi… selengkapnya
Rp 5.500.000Jual Pisau Wedung Kabudhan Kuno Dhapur / Bentuk : Pisau Pamor : Sanak Metorit/ Besi nglempung Tangguh : Kabudhan / Mataram Hindu Budha panjang bilah : 21 cm warangka : kayu jati handle : kayu jati Kode : PK208
Rp 650.000Senjata Pusaka Kuno Wedung Badik Dhapur / Bentuk : Badik Pamor : Keleng (besi kehijauan) Tangguh : Sepuh Luar Jawa Panjang Bilah : 20,5 panjang total badik : 30 cm warangka dan handle : Kayu jati tua Kode Produk: PK181 INFO SELENGKAPNYA Tentang Senjata Pusaka Kuno Wedung Badik Silahkan Hubungi Kami Melalui Whatsapp/Telp/SMS: 082177400100
Rp 750.000Jual Pisau Wedung Temuan Kuno Zaman Kabudhan Dhapur / Bentuk : Pisau Pamor : Sanak Metorit/ Besi nglempung Tangguh : Kabudhan / Mataram Hindu Budha panjang bilah : 14 cm warangka : kayu jati handle : kayu jati Kode : PK209
Hubungi Admin






















WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.