Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Keris Bima Rangsang Luk 17 Kalawijan
- Keris Kamardikan Istimewa Singo Barong Kembar
- Dhapur Keris Tumenggung
- Keris Sengkelat Tinatah Panji Wilis
- Sempono Pamor Janur Sinebit
- Jual Blawong Keris Motif Gunungan Wayang Ukiran Na
- Pedang Kuno Suduk Maru Pamor Banyu Mili
- Pusaka Keris Brojol Pamor Unthuk Banyu
Keris Carang Soka Gonjo Iras Pamor Singkir
| Kode | PRA061 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Dhapur Carang Soka, Katalog Produk, Keris, Keris Luk 9, Pamor Adeg, Pamor Singkir, Tangguh Blambangan |
| Jenis | : Keris Luk 9 |
| Dhapur | : Carang Soka |
| Pamor | : Singkir (Adeg) |
| Tangguh | : Blambangan |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Kayu Kemuning |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Kemuning |
| Pendok | : Bunton, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Selut Rujakwuni, Bahan Kuningan |
Keris Carang Soka Gonjo Iras Pamor Singkir
DHAPUR CARANG SOKA – GONJO IRAS
Dhapur Carang Soka merupakan salah satu dhapur keris luk 9. Secara umum, ricikan yang menjadi cirinya antara lain sekar kacang, Jalen, lambe gajah, pejetan, tikel alis, sraweyan, dan greneng.
Hal yang cukup menarik dari keris ini adalah bentuk gonjo yang menyatu dengan bilah. Dalam istilah perkerisan, konstruksi semacam ini disebut gonjo iras, yakni bagian gonjo tidak dibuat sebagai komponen yang terpisah, melainkan masih menyatu dengan bilah sejak proses penempaan. Karena itu, gonjo iras bukan sekadar persoalan bentuk, tetapi juga menjadi salah satu karakter teknis yang menarik untuk diperhatikan ketika mengamati sebuah keris.
Nama Carang Soka secara harfiah dapat dipahami sebagai ranting pohon soka. Carang berarti ranting atau cabang kecil, sedangkan soka merujuk pada pohon soka, tanaman yang dikenal memiliki bunga yang indah dan tumbuh dengan banyak percabangan.
Dari nama tersebut, kita dapat membaca sebuah simbol yang sederhana namun dalam. Ranting adalah bagian kecil dari sebuah pohon, tetapi dari rantinglah daun, bunga, dan kehidupan baru bertumbuh. Ia menjadi penghubung antara batang dengan bagian-bagian pohon yang lebih muda dan terus berkembang.
Karena itu, Carang Soka dapat dimaknai sebagai gambaran tentang pertumbuhan, kesinambungan, dan kemampuan untuk terus berkembang dari akar kehidupan yang telah ada. Ranting boleh tampak kecil, tetapi ia membawa kehidupan menuju ujung-ujung yang baru.
Dalam pembacaan nilai Jawa, makna tersebut dapat menjadi pengingat bahwa manusia pun demikian. Kita tidak pernah berdiri sendiri. Ada akar berupa keluarga, leluhur, pengalaman, ilmu, dan nilai-nilai yang membentuk diri kita. Tugas manusia bukan hanya menikmati apa yang telah diwariskan, tetapi juga meneruskan dan mengembangkannya agar memberikan kehidupan bagi generasi setelahnya.
Dengan demikian, Carang Soka tidak semata-mata dibaca sebagai nama sebuah bentuk keris, tetapi dapat menjadi simbol tentang bagaimana seseorang bertumbuh tanpa melupakan akar, berkembang tanpa memutus hubungan dengan asal-usul, serta memberi manfaat bagi lingkungan di sekitarnya.
PAMOR SINGKIR
Singkir merupakan salah satu sebutan yang populer di kalangan perkerisan untuk pamor yang membentuk garis-garis membujur dari pangkal hingga mendekati ujung bilah, sebagaimana terlihat pada keris ini.
Secara teknis dan dalam pembacaan pakem pamor, motif seperti ini sebenarnya lebih tepat dikenal sebagai pamor Adeg. Apabila garisnya sangat tipis dan halus, dikenal dengan istilah Adeg Mrambut, sedangkan apabila garisnya lebih tebal disebut Adeg Sapu.
Penyebutan Singkir yang berkembang di kalangan perkerisan memiliki latar budaya tersendiri. Nama tersebut antara lain dikaitkan dengan sosok Empu Singkir, sehingga dalam tradisi lisan masyarakat perkerisan, motif Adeg tertentu kemudian lebih populer disebut sebagai pamor Singkir.
Di sisi lain, nama singkir juga melahirkan pembacaan simbolik. Secara bahasa, singkir berarti menyingkir atau menjauhkan. Dari sinilah pamor ini kemudian sering dimaknai sebagai doa agar pemiliknya mampu menyingkirkan berbagai halangan, marabahaya, dan sambikala, atau dalam ungkapan Jawa disebut kalis ing sambikala.
Namun, pemaknaan seperti ini sebaiknya ditempatkan sebagai bagian dari interpretasi budaya dan doa simbolik, bukan sebagai klaim bahwa pamor secara otomatis memiliki kekuatan tertentu. Dalam tradisi tosan aji, bentuk fisik sebuah pamor sering kali menjadi pintu untuk membaca nilai, harapan, dan doa yang diwariskan oleh masyarakat pendukungnya.
Secara visual, garis-garis lurus pada pamor Adeg juga menghadirkan kesan tegak, teratur, dan memiliki arah. Karena itu, ia dapat dibaca sebagai pengingat agar manusia memiliki arah hidup yang jelas, teguh dalam prinsip, serta mampu menyingkirkan berbagai hal yang menjauhkannya dari tujuan yang baik.
TANGGUH BLAMBANGAN
Blambangan merupakan salah satu kerajaan yang berkembang di ujung timur Pulau Jawa, kawasan yang kini mencakup wilayah Banyuwangi dan sekitarnya. Blambangan memiliki posisi penting dalam sejarah Jawa karena menjadi salah satu pusat kekuasaan Hindu yang bertahan hingga masa yang relatif akhir.
Dalam tradisi perkerisan, Blambangan kemudian dikenal sebagai salah satu tangguh keris, yaitu istilah yang digunakan untuk membaca perkiraan zaman, lingkungan budaya, serta karakter garap sebuah keris berdasarkan ciri fisik dan teknik pembuatannya.
Secara umum, keris yang dikaitkan dengan tangguh Blambangan memiliki pasikutan yang cenderung ndemes, dengan sosok bilah yang titih atau padat. Pada keris luk, karakter luk-nya sering terasa lebih hambar, tidak terlalu menonjolkan lengkungan yang tajam.
Beberapa ciri teknis lain yang kerap digunakan dalam pembacaan antara lain sirah cecak yang relatif pendek, gandhik pendek dan agak miring, serta wasuhan besi yang terasa padat. Rabaan pada bilah juga dapat terasa cukup keras, salah satunya berkaitan dengan karakter material dan proses pengerjaan pada lingkungan pandai besi di wilayah tersebut.
Pada bagian pamor, keris tangguh Blambangan kerap memperlihatkan pamor yang nggajih dan pandes, dengan sebagian bilah menunjukkan karakter pamor yang mrambut atau nyekrak. Tentu saja, ciri-ciri tersebut tidak dapat digunakan secara tunggal untuk menetapkan tangguh. Pembacaan tangguh merupakan proses yang mempertimbangkan keseluruhan karakter bilah, sehingga perlu dilakukan secara komparatif dan hati-hati.
Menariknya, keberadaan tangguh Blambangan menunjukkan bahwa perjalanan budaya keris tidak hanya berkembang di pusat-pusat kekuasaan Jawa bagian tengah. Wilayah ujung timur Pulau Jawa pun memiliki tradisi penempaan dan karakter kerisnya sendiri.
Karena itu, sebuah keris tangguh Blambangan bukan hanya menarik dari sisi bentuk dan estetika, tetapi juga menjadi jejak kecil dari perjalanan sejarah, teknologi tempa, dan kebudayaan masyarakat di ujung timur Pulau Jawa.
PRA061
Keris Carang Soka Gonjo Iras Pamor Singkir
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 19 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Jual Keris Nagasasra Patrem Kamardikan Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Nagasasra Luk 13 Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kamardikan Alusan Panjang Bilah : 25 cm Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Sono keling Handle / Gagang : Kayu Sono Keling Pendok : Bunton Surakarta Kuningan jeglok Sepuhan Perak… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Jangkung Mangkurat Mataram Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Jangkung Mangkurat Luk 3 Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Abad Ke 17 Masehi Panjang Bilah : 33,7 cm Warangka : Gayaman Jogjakarta Kayu Timoho Handle / Gagang : Kayu Cendana Jawa Pendok : Bunton Jogjakarta Kuningan Ukir… selengkapnya
Rp 2.333.000LANGKA!! Keris Sepang Pamor Udan Mas Tiban Mataram Sepuh Kuno TUS Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sepang (dhapur langka) Pamor (motif lipatan besi) : Wos Wutah Udan Mas Tiban Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Abad Ke 16 Masehi Panjang Bilah : 35 cm Warangka : Gayaman Jogja Kayu Cendana Jawa Handle / Gagang… selengkapnya
Rp 4.555.000Keris Pamor Janur Sinebit Dhapur: Tilam Upih Pamor: Janur Sinebit Tangguh: Madiun Sepuh Warangka: Gayaman Surakarta Kayu Trembalo Hulu/Handle: Yudawinatan Kayu Trembalo Pendok: Bunton Kuningan Mendak: Bejen Kuningan
Rp 1.777.000Pusaka Keris Tilam Upih Wiji Timun Tangguh HB Sepuh Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Upih Pamor (motif lipatan besi) : Wiji Timun Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram HB Sepuh ( Tangguh Yogyakarta atau Hamengkubuwono ) Panjang Bilah : 35 cm Warangka : Gayaman Yogya Kayu Timoho Handle / Gagang : Model Yogya… selengkapnya
Rp 9.000.000Keris Pulanggeni Sepuh Kuno Keris Pulanggeni Sepuh Kuno adalah salah satu koleksi pusaka kami yang kesekian ratus kalinya. Keris ini berdhapur Pulanggeni dengan luk berjumlah lima. Untuk pamornya sendiri berpamor Sanak atau Nyanak. Untuk bentuk perawakan bilahnya keris ini terkesan gagah, wingit dan merbawani. Dengan ricikan yang masih cukup lengkap serta ukuran bilahnya yang cukup… selengkapnya
Rp 5.555.000Pusaka Keris Pamengkang Jagad Gonjo Iras Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Brojol Gonjo Iras (pamengkang jagad ori) Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka Full Bilah Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Panjang Bilah : 33 cm pesi utuh masih panjang original Warangka : Gayaman Jogja Kayu Awar Awar Handle / Gagang : Kayu… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Singo Barong Kinatah Pamor Tambal Mataram Dhapur: Singo Barong Pamor: Tambal Tangguh: Mataram Panjang Bilah :35 cm Warangka : Gayaman Jogja Kayu Timoho Handle / Gagang : Kayu Timoho Pendok : Tembaga Slorok Mendak : Kuningan Kode: PK014 Filosofi Keris Singo Barong Keris Singo Barong memiliki ciri khas yaitu gandhiknya diukir hiasan singa dengan… selengkapnya
Rp 5.555.000Jalak Sangu Tumpeng Sepuh Jalak Sangu Tumpeng merupakan salah satu dhapur keris lurus berukuran sedang yang dikenal luas akan makna simboliknya. Secara fisik, bilah pusaka ini tampil sederhana namun tegas: gandik polos dengan pejetan yang jelas, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan. Kesederhanaan bentuk ini justru memperkuat watak dhapurnya. Di kalangan pecinta keris, Jalak Sangu Tumpeng… selengkapnya
Rp 4.500.000




















WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.