Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Keris Tuban Winongan
- LANGKA!! Keris Omyang Jimbe Putut Kembar Pamor Ber
- Carita Keprabon Mataram Sepuh
- Senjata Kuno Peninggalan Nusantara Kudi Kujang Tem
- Keris Singo Barong Luk 13 Pamor Meteorit Mataram S
- Keris Sinom Gonjo Wilut era Mataram Senopaten
- Keris Sengkelat Luk 13 Tangguh Mataram Garap Dalem
- Tombak Pusaka Pleret HB Sepuh
Keris Brojol Pamor Junjung Derajat
| Kode | TAG068 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Dhapur Brojol, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Junjung Derajat, Tangguh Tuban |
| Jenis | : Keris Leres |
| Dhapur | : Brojol |
| Pamor | : Junjung Derajat |
| Tangguh | : Tuban |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Kayu Gembol Jati |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Gembol Jati |
| Pendok | : Bleweh, Bahan Mamas |
| Mendak | : Tumbar Pecah, Bahan Perak |
Keris Brojol Pamor Junjung Derajat
Dhapur Brojol
Brojol merupakan salah satu dhapur keris lurus yang memiliki ricikan sederhana. Ciri utamanya berupa gandhik lugas dan pejetan, tanpa banyak tambahan ricikan yang rumit. Kesederhanaan inilah yang menjadi karakter kuat dari dhapur Brojol.
Nama brojol dalam bahasa Jawa berkaitan dengan pengertian keluar, lolos, atau terlepas dari suatu keadaan. Dalam kehidupan sehari-hari, sesuatu yang brojol berarti keluar dari tempat atau ruang yang sebelumnya membungkusnya.
Dari pengertian tersebut, Brojol kemudian dapat dibaca sebagai simbol jalan keluar dari kesulitan dan terbebas dari berbagai hambatan. Ia juga memiliki hubungan simbolik dengan proses kelahiran, ketika seorang bayi brojol keluar dari rahim dan memulai perjalanan hidupnya di dunia.
Karena itu, Brojol dapat dimaknai sebagai perlambang awal yang baru, keberanian untuk keluar dari keadaan sulit, dan kesempatan untuk memulai kembali.
Filosofi ini menarik karena brojol bukan berarti kehidupan tanpa masalah. Justru ia berbicara tentang kemampuan untuk menemukan jalan keluar ketika berhadapan dengan masalah. Ada kalanya seseorang harus berani meninggalkan keadaan yang sudah tidak baik, mengambil keputusan, kemudian melangkah menuju kehidupan yang baru.
Pemaknaan tersebut tentu merupakan bagian dari tafsir budaya dan simbolik, bukan klaim bahwa keris secara otomatis memberikan kemampuan tertentu. Brojol justru dapat menjadi pameling bahwa setiap kesulitan membutuhkan kesadaran, keberanian, dan ikhtiar untuk menemukan jalan keluarnya.
Pamor Junjung Derajat
Junjung Derajat merupakan salah satu nama pamor yang secara simbolik memiliki makna yang sangat kuat. Secara harfiah, junjung derajat dapat dimaknai sebagai mengangkat atau meninggikan derajat.
Nama tersebut kemudian menjadi representasi harapan agar seseorang mampu meningkatkan kualitas kehidupan, martabat, kedudukan, dan kehormatannya. Namun, derajat dalam pemahaman yang lebih luas tidak harus selalu berarti jabatan atau kedudukan sosial.
Derajat seseorang juga dapat dilihat dari ilmu, perilaku, tanggung jawab, integritas, serta manfaat yang diberikan kepada orang lain.
Karena itu, pamor Junjung Derajat dapat menjadi pengingat bahwa meningkatkan derajat tidak cukup hanya dengan mengejar posisi yang lebih tinggi. Semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar pula tanggung jawab yang seharusnya ia pikul.
Dalam tradisi perkerisan, pemaknaan sebuah pamor pada dasarnya merupakan bagian dari doa dan harapan pemiliknya. Junjung Derajat dapat dibaca sebagai doa agar perjalanan hidup seseorang senantiasa mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik—bukan hanya secara materi, tetapi juga dalam ilmu, budi pekerti, kewibawaan, dan kemanfaatan.
Dengan demikian, pamor ini tidak sekadar berbicara tentang “naik derajat”, tetapi juga mengajarkan bahwa semakin tinggi seseorang berada, semakin besar pula kewajibannya untuk menjaga sikap dan memberikan manfaat.
Tangguh Tuban
Tangguh Tuban merupakan salah satu tangguh yang dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Tuban sendiri memiliki kedudukan penting dalam sejarah Jawa sebagai salah satu kota pelabuhan besar di pesisir utara Jawa. Posisi tersebut menjadikan Tuban sebagai tempat bertemunya berbagai aktivitas perdagangan, masyarakat, dan kebudayaan.
Dalam perkembangan sejarahnya, Tuban memiliki hubungan erat dengan Majapahit dan kemudian menjadi salah satu wilayah penting di pesisir utara Jawa. Lingkungan pesisir yang terbuka terhadap berbagai perjumpaan budaya turut memberikan warna tersendiri terhadap kehidupan masyarakatnya, termasuk dalam tradisi pembuatan tosan aji.
Dalam pembacaan tradisional, keris yang dikaitkan dengan Tangguh Tuban umumnya memiliki karakter yang cenderung sederhana, padat, dan tegas. Keris Tuban juga relatif banyak dijumpai dalam bentuk lurus, dengan dhapur-dhapur sederhana seperti Brojol, Tilam Upih, maupun Tilam Sari.
Kesan tersebut seolah memperlihatkan karakter masyarakat pesisir yang praktis dan tidak terlalu menonjolkan kerumitan bentuk. Kekuatan keris Tuban justru sering terasa pada kesederhanaan garap, kepadatan bilah, dan karakter besinya.
Namun, ciri-ciri tersebut tidak dapat digunakan secara tunggal untuk menetapkan tangguh. Pembacaan tangguh merupakan proses yang mempertimbangkan berbagai unsur secara keseluruhan, mulai dari pasikutan, bentuk ricikan, karakter besi, pamor, ukuran bilah, hingga kualitas garapnya.
Menariknya, karakter Tuban terasa selaras dengan dhapur Brojol pada keris ini. Brojol hadir dalam bentuk yang sederhana dan lugas, sementara karakter Tuban juga dikenal kuat pada kesederhanaan serta ketegasan garapnya.
Sementara itu, pamor Junjung Derajat membawa harapan tentang peningkatan kualitas kehidupan. Ketiganya dapat dibaca sebagai satu rangkaian pesan simbolik: memiliki keberanian untuk keluar dari kesulitan, terus meningkatkan kualitas diri, dan tetap teguh dalam menjalani perjalanan kehidupan.
Sebuah keris yang mengajarkan bahwa untuk mencapai derajat yang lebih tinggi, seseorang tidak selalu membutuhkan sesuatu yang rumit. Terkadang yang dibutuhkan justru adalah kesederhanaan dalam sikap, keteguhan dalam prinsip, dan keberanian untuk terus melangkah.
TAG068
Keris Brojol Pamor Junjung Derajat
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 327 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Singo Barong Sepuh Tangguh Cirebon Keris Singo Barong Sepuh Tangguh Cirebon – Keris Singo Barong merupakan salah satu dhapur keris yang sangat terkenal dan banyak diburu oleh para kolektor dan penggemar Tosan Aji, karena selain bentuknya yang artistik, keris ini juga dipercaya memiliki angsar dan perbawa yang sangat kuat. Keris Singo Barong memiliki ciri… selengkapnya
Rp 4.999.000Pusaka Keris Parungsari Pamor Wengkon Isen Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Parungsari Pamor (motif lipatan besi) : Wengkon Isen (Wengkon Isen pamor yang sangat sulit dibuat, besi keris sangat padat pulen serta garap keris istimewa) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Amangkurat (Sebagian orang perkerisan menyebutnya Tangguh Kartasura) Panjang Bilah : 36,2 cm Pesi… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Sengkelat Pamor Akhodiyat Meteorit Mataram Senopaten Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sengkelat Pamor (motif lipatan besi) : Beras Wutah (Akhodiyat Meteorit) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Senopaten (Abad XV) Panjang Bilah : 35 cm Warangka : Gayaman Surakarta Gandar Iras Kayu Gembol Jati Kuno Handle / Gagang : Model Surakarta Kayu Kemuning… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Carubuk Pamor Rojo Gundolo Tangguh Majapahit Deskripsi Keris Carubuk Pamor Rojo Gundolo Tangguh Majapahit : Dhapur Keris : Carubuk Pamor : Rojo Gundolo dan Ceprit-Ceprit Tangguh : Majapahit Panjang Bilah : 33 cm Kode : KAR553 Filosofi Keris Carubuk Pada jaman dahulu Keris dhapur Carubuk biasanya dimiliki oleh orang-orang yang mendalami ilmu spiritual, bahkan… selengkapnya
Rp 750.000Keris Gumbeng Pusaka Sakral Perjalanan Batin Keris Gumbeng Pusaka Sakral Perjalanan Batin – Apakah Anda pernah mendengar tentang Keris Gumbeng? Konon, keris ini merupakan pusaka sakral yang memuat ajaran tentang kebersatuan manusia dengan Tuhannya. Pada kesempatan kali ini, kita akan mengulas lebih dalam mengenai misteri Keris Gumbeng tersebut. Gumbeng adalah nama dhapur (bentuk) keris. Seperti… selengkapnya
Rp 4.500.000Sengkelat Luk 13 Dhapur: Sengkelat Pamor: Beras Wutah Tangguh: Mataram Abad 17 Masehi Warangka: Ladrang Surakarta Kayu Trembalo Hulu/Handle: Yudawinatan Kayu Kemuning Bang Pendok: Blewah Kuningan Mamas Mendak: Bejen Kuningan
Rp 4.133.000Pusaka Keris Jalak Sangu Tumpeng Sepuh Mataram Sultan Agung Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Jalak Sangu Tumpeng Pamor (motif lipatan besi) : Beras Wutah / Wos Utah Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Sultan Agung Panjang Bilah : 35,6 cm Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Trembalo Kuno Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang… selengkapnya
Rp 2.555.000Pusaka Keris Pamengkang Jagad Gonjo Iras Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Brojol Gonjo Iras (pamengkang jagad ori) Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka Full Bilah Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Panjang Bilah : 33 cm pesi utuh masih panjang original Warangka : Gayaman Jogja Kayu Awar Awar Handle / Gagang : Kayu… selengkapnya
Hubungi Admin






























WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.