Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
Keris Brojol Pamor Junjung Derajat
Rp 15.000.000| Kode | TAG068 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Dhapur Brojol, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Junjung Derajat, Tangguh Tuban |
| Jenis | : Keris Leres |
| Dhapur | : Brojol |
| Pamor | : Junjung Derajat |
| Tangguh | : Tuban |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Kayu Gembol Jati |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Gembol Jati |
| Pendok | : Bleweh, Bahan Mamas |
| Mendak | : Tumbar Pecah, Bahan Perak |
Keris Brojol Pamor Junjung Derajat
Dhapur Brojol
Brojol merupakan salah satu dhapur keris lurus yang memiliki ricikan sederhana. Ciri utamanya berupa gandhik lugas dan pejetan, tanpa banyak tambahan ricikan yang rumit. Kesederhanaan inilah yang menjadi karakter kuat dari dhapur Brojol.
Nama brojol dalam bahasa Jawa berkaitan dengan pengertian keluar, lolos, atau terlepas dari suatu keadaan. Dalam kehidupan sehari-hari, sesuatu yang brojol berarti keluar dari tempat atau ruang yang sebelumnya membungkusnya.
Dari pengertian tersebut, Brojol kemudian dapat dibaca sebagai simbol jalan keluar dari kesulitan dan terbebas dari berbagai hambatan. Ia juga memiliki hubungan simbolik dengan proses kelahiran, ketika seorang bayi brojol keluar dari rahim dan memulai perjalanan hidupnya di dunia.
Karena itu, Brojol dapat dimaknai sebagai perlambang awal yang baru, keberanian untuk keluar dari keadaan sulit, dan kesempatan untuk memulai kembali.
Filosofi ini menarik karena brojol bukan berarti kehidupan tanpa masalah. Justru ia berbicara tentang kemampuan untuk menemukan jalan keluar ketika berhadapan dengan masalah. Ada kalanya seseorang harus berani meninggalkan keadaan yang sudah tidak baik, mengambil keputusan, kemudian melangkah menuju kehidupan yang baru.
Pemaknaan tersebut tentu merupakan bagian dari tafsir budaya dan simbolik, bukan klaim bahwa keris secara otomatis memberikan kemampuan tertentu. Brojol justru dapat menjadi pameling bahwa setiap kesulitan membutuhkan kesadaran, keberanian, dan ikhtiar untuk menemukan jalan keluarnya.
Pamor Junjung Derajat
Junjung Derajat merupakan salah satu nama pamor yang secara simbolik memiliki makna yang sangat kuat. Secara harfiah, junjung derajat dapat dimaknai sebagai mengangkat atau meninggikan derajat.
Nama tersebut kemudian menjadi representasi harapan agar seseorang mampu meningkatkan kualitas kehidupan, martabat, kedudukan, dan kehormatannya. Namun, derajat dalam pemahaman yang lebih luas tidak harus selalu berarti jabatan atau kedudukan sosial.
Derajat seseorang juga dapat dilihat dari ilmu, perilaku, tanggung jawab, integritas, serta manfaat yang diberikan kepada orang lain.
Karena itu, pamor Junjung Derajat dapat menjadi pengingat bahwa meningkatkan derajat tidak cukup hanya dengan mengejar posisi yang lebih tinggi. Semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar pula tanggung jawab yang seharusnya ia pikul.
Dalam tradisi perkerisan, pemaknaan sebuah pamor pada dasarnya merupakan bagian dari doa dan harapan pemiliknya. Junjung Derajat dapat dibaca sebagai doa agar perjalanan hidup seseorang senantiasa mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik—bukan hanya secara materi, tetapi juga dalam ilmu, budi pekerti, kewibawaan, dan kemanfaatan.
Dengan demikian, pamor ini tidak sekadar berbicara tentang “naik derajat”, tetapi juga mengajarkan bahwa semakin tinggi seseorang berada, semakin besar pula kewajibannya untuk menjaga sikap dan memberikan manfaat.
Tangguh Tuban
Tangguh Tuban merupakan salah satu tangguh yang dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Tuban sendiri memiliki kedudukan penting dalam sejarah Jawa sebagai salah satu kota pelabuhan besar di pesisir utara Jawa. Posisi tersebut menjadikan Tuban sebagai tempat bertemunya berbagai aktivitas perdagangan, masyarakat, dan kebudayaan.
Dalam perkembangan sejarahnya, Tuban memiliki hubungan erat dengan Majapahit dan kemudian menjadi salah satu wilayah penting di pesisir utara Jawa. Lingkungan pesisir yang terbuka terhadap berbagai perjumpaan budaya turut memberikan warna tersendiri terhadap kehidupan masyarakatnya, termasuk dalam tradisi pembuatan tosan aji.
Dalam pembacaan tradisional, keris yang dikaitkan dengan Tangguh Tuban umumnya memiliki karakter yang cenderung sederhana, padat, dan tegas. Keris Tuban juga relatif banyak dijumpai dalam bentuk lurus, dengan dhapur-dhapur sederhana seperti Brojol, Tilam Upih, maupun Tilam Sari.
Kesan tersebut seolah memperlihatkan karakter masyarakat pesisir yang praktis dan tidak terlalu menonjolkan kerumitan bentuk. Kekuatan keris Tuban justru sering terasa pada kesederhanaan garap, kepadatan bilah, dan karakter besinya.
Namun, ciri-ciri tersebut tidak dapat digunakan secara tunggal untuk menetapkan tangguh. Pembacaan tangguh merupakan proses yang mempertimbangkan berbagai unsur secara keseluruhan, mulai dari pasikutan, bentuk ricikan, karakter besi, pamor, ukuran bilah, hingga kualitas garapnya.
Menariknya, karakter Tuban terasa selaras dengan dhapur Brojol pada keris ini. Brojol hadir dalam bentuk yang sederhana dan lugas, sementara karakter Tuban juga dikenal kuat pada kesederhanaan serta ketegasan garapnya.
Sementara itu, pamor Junjung Derajat membawa harapan tentang peningkatan kualitas kehidupan. Ketiganya dapat dibaca sebagai satu rangkaian pesan simbolik: memiliki keberanian untuk keluar dari kesulitan, terus meningkatkan kualitas diri, dan tetap teguh dalam menjalani perjalanan kehidupan.
Sebuah keris yang mengajarkan bahwa untuk mencapai derajat yang lebih tinggi, seseorang tidak selalu membutuhkan sesuatu yang rumit. Terkadang yang dibutuhkan justru adalah kesederhanaan dalam sikap, keteguhan dalam prinsip, dan keberanian untuk terus melangkah.
TAG068
Keris Brojol Pamor Junjung Derajat
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 5 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Sepuh Pamor Adeg Singkir Nyekrak Empu Pitrang Blambangan Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Upih Pamor (motif lipatan besi) : Adeg / Singkir (besi nyekrak) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Blambangan Panjang Bilah : 34 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Trembalo Kuno Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno Pendok… selengkapnya
Rp 4.555.000Tombak Korowelang Kuno Pamor Pedaringan Kebak Meteorit Dhapur Keris (jenis bentuk tombak) : Korowelang Pamor (motif lipatan besi) : Pedaringan Kebak Meteorit Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Sultan Agung Panjang total tombak : 45 cm Warangka : Kayu Cendana Jawa Handle / Gagang/ Landeyan : Kayu Jati Ukir 50 cm Kode : PK446 Filosofi… selengkapnya
Rp 2.888.000Tilam Upih Tangguh Tuban TUS Dhapur Tilam Upih selalu menempati posisi istimewa dalam jagad perkerisan Jawa. Ia bukan sekadar bentuk bilah, tetapi simbol ketenteraman, perlindungan, dan doa para sesepuh bagi kehidupan rumah tangga yang tenteram serta berkecukupan. Ketika dhapur ini berpadu dengan tangguh Tuban—salah satu tangguh tua yang sarat legenda dan nilai historis—maka sebuah pusaka… selengkapnya
Rp 3.800.000Putut Sajen Luk 7 Majapahit Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Putut Luk 7 Pamor (motif lipatan besi) : Singkir Mrambut Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Majapahit Panjang Bilah : 27 cm Warangka : Sandang Walekat Kayu Kemuning Kuno Handle / Gagang : – Pendok : – Mendak : – Kode : PK529
Rp 3.555.000Keris Pamor Udan Mas Tiban Sepuh Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Upih Pamor (motif lipatan besi) : Udan Mas Tiban Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pajajaran Panjang Bilah : 33,2 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Timoho Sembur Kuno Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno Pendok : Blewah Surakarta Mamas Kuno… selengkapnya
Rp 2.500.000Keris dengan dhapur Tilam Upih merupakan salah satu dhapur lurus yang sangat tua dan lekat dengan nilai-nilai kesederhanaan yang berisi. Dalam pemaknaan perkerisan, Tilam berarti alas atau tempat beristirahat, sedangkan upih adalah pelepah pinang yang dalam tradisi Jawa sering digunakan sebagai pembungkus atau pelindung. Karena itu, dhapur Tilam Upih kerap dimaknai sebagai simbol ketenteraman, perlindungan,… selengkapnya
Rp 10.000.000Keris Tindih Sombro Putut Kuno Pamor Banyu Mili Pajajaran Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sombro Putut Pamor (motif lipatan besi) : Banyu Mili Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pajajaran Panjang Bilah : 18 cm Panjang total keris : 23 cm Warangka : Sandhang Walikat Kayu Jati Kode : PK419
Rp 900.000Keris Bandotan Luk 11 Sepuh Keris Bandotan Luk 11 Sepuh adalah salah satu dari ratusan koleksi pusaka keris kami. Keris ini termasuk dalam golongan jenis keris luk sebelas. Jika dilihat dari bentuk dan ricikannya, keris ini berdhapur Bandotan. Untuk pamor yang tergurat di bilahnya adalah pamor Wos Wutah. Warangka memakai model Ladrang dari bahan kayu Trembalo kuno…. selengkapnya
Rp 5.555.000Panji Nom Pamor Gumbolo Geni Dhapur: Panji Nom Luk: Lurus Pamor: Gumbolo Geni Warangka: Gayaman Surakarta Kayu Timoho Hulu: Yudawinatan Kayu Timoho Mendak: Perunggu Kuno Pendok: Blewah Kuningan Ukiran
Hubungi Admin






























WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.