Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Keris Tangguh Pajang
- Keris Corok Panjang Dholog Luk 5 Pamor Keleng Sepu
- Keris Jalak Dinding Pamor Bonang Rinenteng Kuno
- Pusaka Keris Parungsari Pamor Wengkon Isen
- Keris Sengkelat Luk 13 Tangguh Demak
- LANGKA!! Keris Kalawijan Luk 27 Kyai Rangga Wirun
- Blawong Keris Dari Bahan Kayu Jati Ukiran Naga
- Keris Nogo Siluman Kinatah Emas Madura Sepuh
Kujang Naga Putut Sajen
Rp 950.000| Kode | TAG069 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Dhapur Putut Sajen, Katalog Produk, Kujang, Pamor Sanak, Tangguh Pajajaran |
| Jenis | : Cundrik |
| Dhapur | : Kujang Naga / Putut Naga |
| Pamor | : Sanak |
| Tangguh | : Pajajaran |
| Warangka | : Masih bawaan bilahnya |
| Deder/Handle | : Stilasi Putut (Iras) |
| Pendok | : Kulit bawaan bilahnya |
| Mendak | : - |
Kujang Naga Putut Sajen
Kujang Naga Putut Sajen
Kujang Naga Putut Sajen merupakan sebutan koleksi untuk kujang yang menampilkan perpaduan unsur naga dan figur putut, serta secara tradisi dikaitkan dengan fungsi sajen atau perlengkapan dalam kegiatan adat dan upacara. Istilah ini lebih tepat dipahami sebagai gabungan antara ciri bentuk, ragam hias, dan konteks fungsi, karena sebutan “Naga Putut Sajen” sendiri belum banyak ditemukan sebagai klasifikasi baku dalam literatur akademik.
Dalam tradisi kujang, Naga dikenal sebagai salah satu tipologi bentuk. Sementara dalam khazanah pusaka Nusantara, khususnya tradisi keris, putut umumnya digambarkan sebagai sosok pertapa atau resi. Ketika figur putut dipadukan dengan naga, keduanya membentuk simbol yang menarik: naga menggambarkan kekuatan, kewibawaan, dan penjagaan, sedangkan putut menggambarkan laku, ketekunan, pengendalian diri, dan kebijaksanaan.
Perpaduan tersebut dapat dimaknai sebagai pesan bahwa kekuatan seharusnya berjalan bersama kebijaksanaan. Kekuasaan tanpa pengendalian dapat menjadi ancaman, sementara laku tanpa keberanian akan sulit diwujudkan dalam tindakan. Naga Putut dengan demikian dapat dibaca sebagai simbol keseimbangan antara daya dan budi, keberanian dan pengendalian diri.
Adapun penyebutan Sajen lebih berkaitan dengan konteks fungsi dan tradisi penggunaannya. Kujang sajen dikenal dalam lingkungan budaya Sunda sebagai bagian dari perlengkapan yang berkaitan dengan kegiatan adat, upacara, atau ritual tertentu. Karena itu, istilah sajen tidak serta-merta menunjukkan usia, asal kerajaan, ataupun periode pembuatan sebuah kujang.
Hal ini penting untuk diperhatikan. Kujang Naga Putut Sajen tidak sebaiknya langsung disebut sebagai peninggalan Pajajaran hanya berdasarkan bentuk atau penyebutannya. Penentuan usia dan asal sebuah kujang membutuhkan kajian lebih lanjut terhadap bentuk fisik, bahan, teknik pengerjaan, karakter logam, serta riwayat kepemilikan atau provenance.
Dengan demikian, koleksi ini dapat dipahami bukan hanya sebagai benda tajam atau senjata tradisional, tetapi sebagai artefak budaya yang menyimpan bahasa simbolik masyarakat Sunda. Di dalamnya terdapat gambaran tentang manusia yang berhadapan dengan kekuatan, menjalani laku, menjaga keseimbangan, serta menempatkan benda pusaka dalam hubungan yang lebih luas dengan adat dan tata nilai masyarakat.
Naga Putut Sajen pada akhirnya mengajarkan satu gagasan sederhana: bahwa kekuatan yang paling bernilai bukanlah kekuatan yang sekadar mampu menaklukkan, melainkan kekuatan yang mampu dikendalikan oleh kebijaksanaan.
TAG069
Kujang Naga Putut Sajen
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 2 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Sengkelat Pamor Beras Wutah Mataram TUS Utuh Sepuh Dhapur Keris (jenis bentuk keris) :Sengkelat Luk 13 Pamor (motif lipatan besi) : Beras Wutah / Wos Wutah Kebak FUll Bilah Tanpa Putus (ada pamor junjung derajad tiban dibagian sor soran) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Abad Ke 17 Masehi Panjang Bilah : 35 cm… selengkapnya
Rp 3.555.000Tombak Pusaka Panggang Lele Pajajaran Dhapur / Jenis Bentuk Tombak : Panggang Lele (pesi pamengkang jagad) Tangguh / Masa Pembuatan : Pajajaran Sepuh Pamor / Motif lipatan besi : Kulit Semangka Panjang Bilah Tajam : 25 cm Panjang ujung Tombak sampai ujung pesi : 31 cm Warangka : Kayu jati Landeyan / gagang : kayu… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Pasundan Sepuh Dhapur: Tilam Upih Pamor: Pedaringan Kebak Tangguh: Pasundan Warangka: Gayaman Surakarta Kayu Timoho Hulu/Handle: Kayu Kemuning Bang Pendok: Blewah Kuningan Mamas Mendak: Bejen Kuningan
Rp 2.577.000Pusaka Keris Sabuk Inten Sedayu Pamor Tunggak Semi Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sabuk Inten Luk 11 Pamor (motif lipatan besi) : Tunggak Semi Ceprit Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Sedayu Majapahit Panjang Bilah : 37 cm pesi utuh masih panjang original Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Timoho Handle / Gagang : Kayu Kemuning… selengkapnya
Rp 5.500.000Tombak Biring Jaler Tongkat Komando Mataram Sultan Agung Pamor Nginden Dhapur / Bentuk Tombak : Biring Jaler / Biring Lanang Pamor : Beras Wutah Meteorit (Pamor Nginden) Tangguh : Mataram Sultan Agung (Abad XVI Masehi) Panjang Bilah : 24 cm Warangka : Model Stik Tongkat Komando Ukiran Garuda Kayu Galeh Jati Gembol Kode : PK325… selengkapnya
Rp 1.111.000Keris Omyang Jimbe Kinatah Keris Omyang Jimbe Kinatah merupakan salah satu keris tangguh kamardikan. Yaitu tangguh era setelah kemerdekaan Republik Indonesia sampai sekarang. Keris ini memiliki bentuk yang sangat unik berdapur Omyang Jimbe atau Putut Kembar. Keris dengan dapur omyang jimbe memiliki historis sejarah yang cukup tinggi nilainya. Selain itu bentuk ganan depan dan belakang… selengkapnya
Rp 950.000Pusaka Keris Tilam Upih Pamor Adeg Mrambut Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Upih Pamor (motif lipatan besi) : Adeg Mrambut Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Tuban Era Majapahit Panjang Bilah :33cm Warangka : Gayaman Surakarta kayu Cendana Jawa Handle / Gagang : Kayu SOno Keling Pendok : Bunton Surakarta Kuningan Mendak : Tembaga… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Sabuk Inten Pamor Gajah Gelar Sepuh Keris Sabuk Inten, sebuah artefak budaya yang kaya akan sejarah dan legenda, menempati posisi istimewa dalam warisan budaya Indonesia. Dalam legenda dan sejarahnya, keris ini tidak hanya menjadi lambang kemuliaan, tetapi juga simbol kemakmuran bagi sebuah kerajaan. Dikisahkan bahwa Keris Sabuk Inten muncul pada zaman peralihan antara Majapahit… selengkapnya
Rp 1.111.000Keris Pasupati Pamor Pedaringan Kebak Kamardikan TAG137
Rp 4.500.000Keris Bugis Kuno Luk 7 Lawu Lawu Keris Bugis Kuno Luk 7 Lawu Lawu adalah salah satu pusaka peninggalan dari Bugis kuno yang masih bisa kita nikmati keindahan maha karyanya. Dalam catatan naskah kuno, keris khas Bugis dengan jumlah luk 7 disebut dengan nama Lawu-lawu. Keris ini tergolong sepuh dengan bilah yang masih sangat utuh…. selengkapnya
Rp 6.555.000








WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.