Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Keris Gumbeng Pamor Banyu Mili Pajajaran Sepuh
- Pusaka Keris Tindih Kudi Petel Kapak Kabudhan Berp
- Keris Sengkelat Mataram Sri Manganti
- Tombak Pusaka Kyai Pleret Biring Wadon Tangguh Paj
- Keris Sepokal Luk 7 Mataram Amangkurat
- Keris Sepuh Pamor Janur Sinebit
- Keris Pasopati Arjuna Kinatah Perak Tangguh Matara
- Pusaka Dwisula Tosan Aji Antik
Kujang Naga Putut Sajen
| Kode | TAG069 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Dhapur Putut Sajen, Katalog Produk, Kujang, Pamor Sanak, Tangguh Pajajaran |
| Jenis | : Cundrik |
| Dhapur | : Kujang Naga / Putut Naga |
| Pamor | : Sanak |
| Tangguh | : Pajajaran |
| Warangka | : Masih bawaan bilahnya |
| Deder/Handle | : Stilasi Putut (Iras) |
| Pendok | : Kulit bawaan bilahnya |
| Mendak | : - |
Kujang Naga Putut Sajen
Kujang Naga Putut Sajen
Kujang Naga Putut Sajen merupakan sebutan koleksi untuk kujang yang menampilkan perpaduan unsur naga dan figur putut, serta secara tradisi dikaitkan dengan fungsi sajen atau perlengkapan dalam kegiatan adat dan upacara. Istilah ini lebih tepat dipahami sebagai gabungan antara ciri bentuk, ragam hias, dan konteks fungsi, karena sebutan “Naga Putut Sajen” sendiri belum banyak ditemukan sebagai klasifikasi baku dalam literatur akademik.
Dalam tradisi kujang, Naga dikenal sebagai salah satu tipologi bentuk. Sementara dalam khazanah pusaka Nusantara, khususnya tradisi keris, putut umumnya digambarkan sebagai sosok pertapa atau resi. Ketika figur putut dipadukan dengan naga, keduanya membentuk simbol yang menarik: naga menggambarkan kekuatan, kewibawaan, dan penjagaan, sedangkan putut menggambarkan laku, ketekunan, pengendalian diri, dan kebijaksanaan.
Perpaduan tersebut dapat dimaknai sebagai pesan bahwa kekuatan seharusnya berjalan bersama kebijaksanaan. Kekuasaan tanpa pengendalian dapat menjadi ancaman, sementara laku tanpa keberanian akan sulit diwujudkan dalam tindakan. Naga Putut dengan demikian dapat dibaca sebagai simbol keseimbangan antara daya dan budi, keberanian dan pengendalian diri.
Adapun penyebutan Sajen lebih berkaitan dengan konteks fungsi dan tradisi penggunaannya. Kujang sajen dikenal dalam lingkungan budaya Sunda sebagai bagian dari perlengkapan yang berkaitan dengan kegiatan adat, upacara, atau ritual tertentu. Karena itu, istilah sajen tidak serta-merta menunjukkan usia, asal kerajaan, ataupun periode pembuatan sebuah kujang.
Hal ini penting untuk diperhatikan. Kujang Naga Putut Sajen tidak sebaiknya langsung disebut sebagai peninggalan Pajajaran hanya berdasarkan bentuk atau penyebutannya. Penentuan usia dan asal sebuah kujang membutuhkan kajian lebih lanjut terhadap bentuk fisik, bahan, teknik pengerjaan, karakter logam, serta riwayat kepemilikan atau provenance.
Dengan demikian, koleksi ini dapat dipahami bukan hanya sebagai benda tajam atau senjata tradisional, tetapi sebagai artefak budaya yang menyimpan bahasa simbolik masyarakat Sunda. Di dalamnya terdapat gambaran tentang manusia yang berhadapan dengan kekuatan, menjalani laku, menjaga keseimbangan, serta menempatkan benda pusaka dalam hubungan yang lebih luas dengan adat dan tata nilai masyarakat.
Naga Putut Sajen pada akhirnya mengajarkan satu gagasan sederhana: bahwa kekuatan yang paling bernilai bukanlah kekuatan yang sekadar mampu menaklukkan, melainkan kekuatan yang mampu dikendalikan oleh kebijaksanaan.
TAG069
Kujang Naga Putut Sajen
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 247 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Pusaka Keris Tilam Upih Pamor Wiji Timun HB Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Upih Pamor (motif lipatan besi) : Wiji Timun/Biji Mentimun Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : HB Sepuh ( Hamengkubuwono awal, Tangguh Yogyakarta ) Panjang Bilah : 35 cm Warangka : Gayaman Jogja kayu timoho Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang… selengkapnya
Rp 9.000.000Keris Berkelas Super Istimewa Naga Liman Lar Monga Kinatah Kamarogan Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Naga Liman / Lar Monga Pamor (motif lipatan besi) : Pedaringan Kebak Segoro Muncar (kinatah tembaga lapis emas) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kamardikan Alusan (Dipesan Secara Khusus) Panjang Bilah : 38,1 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Galih… selengkapnya
Rp 11.555.000Kebo Lajer Pamor Wos Wutah Tuban TUS Keris Kebo Lajer merupakan pusaka yang sejak dahulu ditempatkan bukan semata sebagai senjata, melainkan sebagai simbol laku hidup dan tanggung jawab sosial. Ia hadir sebagai pengingat tentang makna kerja keras, kesabaran, dan pengabdian—nilai-nilai yang menopang keberlangsungan keluarga, masyarakat, dan wilayah. Pusaka ini kerap dikaitkan dengan figur pemimpin lapangan:… selengkapnya
Rp 3.750.000Keris Sengkelat Pamor Singkir Blambangan Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sengkelat Luk 13 Pamor (motif lipatan besi) : Singkir / Adeg Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Blambangan Panjang Bilah : 35,5 cm Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Trembalo Kuno Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno Pendok : Blewah Surakarta Kuningan Motif Pangeran… selengkapnya
Rp 4.130.000Keris Sabuk Inten Empu Supo Majapahit Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sabuk Inten Luk 11 Pamor (motif lipatan besi) : Beras Wutah Meteor (Udan Mas Tiban?) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Majapahit (Empu Supo Binangun) Panjang Bilah : 35 cm Warangka : Gayaman Jogjakarta Kayu Nagasari Handle / Gagang : Kayu Nagasari Ukiran Pendok… selengkapnya
Rp 4.111.000Pusaka Keris Tilam Sari Sepuh Kuno Nama Dhapur bentuk : Tilam sari Perkiraan pembuatan/Tangguh keris : Mataram Pamor/Motif pola gambar keris : Kulit Semangka Warangka Keris bentuk Gayaman Solo kayu kemuning kuno ( lamen ) Handle kayu kemuning bang kuno ( lamen ) Pendok keris lawasan blewah solo ( lamen ) Mendak kuningan kuno atau… selengkapnya
Hubungi Admin








WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.