Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Admin PusakaKeris.com
● online
Admin PusakaKeris.com
● online
Halo, perkenalkan saya Admin PusakaKeris.com
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam 23.00
Beranda » Dhapur Carubuk » Keris Carubuk Pamor Singkir Tangguh Blambangan
click image to preview activate zoom

Keris Carubuk Pamor Singkir Tangguh Blambangan

Rp 4.000.000
KodeTAG094
Stok Tersedia (1)
Kategori Dhapur Carubuk, Katalog Produk, Keris, Keris Luk 7, Pamor Adeg, Pamor Singkir, Tangguh Blambangan
Jenis : Keris Luk 7
Dhapur Carubuk
Pamor Singkir
Tangguh Blambangan
Warangka : Ladrang Surakarta, Bahan Kayu Kantil
Deder/Handle : Yudawinatan, Bahan Kayu Kemuning Bang
Pendok : Bleweh, Bahan Kuningan
Mendak : Parijatha, Bahan Kuningan
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Carubuk Pamor Singkir Tangguh Blambangan

Dhapur Carubuk

Dhapur Carubuk, yang kadang disebut juga Crubuk, merupakan salah satu dhapur keris luk 7. Ukuran bilahnya sedang dan umumnya memiliki bentuk nglimpa, tanpa ada-ada. Ricikan yang menjadi cirinya antara lain kembang kacang, jalen, lambe gajah, pejetan, tikel alis, dan greneng.

Dalam tradisi perkerisan, Carubuk juga memiliki sejarah dan kisah yang cukup panjang. Manuskrip Sejarah Mpu ing Tanah Jawi menyebut Carubuk sebagai salah satu dhapur yang dibuat oleh Mpu Dewayasa II, bersama Kebo Lajer dan Kabor. Ada pula tradisi yang mengaitkan Carubuk dengan Mpu Gandawijaya pada masa Pengging.

Nama Carubuk semakin dikenal melalui kisah Panembahan Hadiwijaya atau Jaka Tingkir, yang dalam tradisi tutur disebut memiliki keris Carubuk sebagai piyandel. Dari kisah tersebut, Carubuk kemudian sering dikaitkan dengan keberanian, kecerdikan, kewibawaan, dan perjalanan seseorang dalam mencapai kedudukan yang lebih tinggi.

Secara filosofis, Carubuk dimaknai seperti bumi. Bumi menerima apa saja yang jatuh kepadanya, baik benih yang baik maupun yang kurang baik. Dari sini lahir piwulang tentang manusia yang harus momot, bakuh, dan pengkuh, mampu menerima warna kehidupan tanpa kehilangan pegangan pada kebaikan.

Penerimaan bukan berarti menyerah begitu saja. Manusia tetap perlu berusaha, berdoa, dan bertawakal, sementara hasil akhirnya diterima dengan rasa syukur. Karena itu, Carubuk dapat menjadi simbol tentang kelapangan hati, keikhlasan, keteguhan, dan kemampuan menerima hasil perjalanan hidup tanpa kehilangan semangat untuk terus berusaha.

Pamor Singkir

Pamor Singkir merupakan sebutan yang cukup populer untuk pamor dengan pola garis-garis membujur dari pangkal hingga mendekati ujung bilah. Secara teknis dan dalam pembacaan pakem pamor, motif seperti ini sebenarnya lebih tepat dikenal sebagai pamor Adeg. Jika garisnya sangat halus disebut Adeg Mrambut, sedangkan garis yang lebih tebal dikenal sebagai Adeg Sapu.

Penyebutan Singkir berkembang dalam tradisi perkerisan dan sering dikaitkan dengan nama Empu Singkir. Karena itu, istilah Singkir tetap digunakan oleh sebagian pemerhati keris untuk menyebut pola pamor tersebut.

Secara simbolik, kata singkir berarti menyingkir atau menjauh. Dari makna inilah pamor Singkir kemudian dimaknai sebagai doa agar pemiliknya mampu menyingkirkan berbagai halangan dan marabahaya, atau dalam ungkapan Jawa disebut kalis ing sambikala.

Makna tentang keselamatan dan terhindar dari halangan tersebut merupakan simbolisme budaya dan doa atau harapan pemilik, bukan sifat objektif yang secara ilmiah melekat pada pamor.

Tangguh Blambangan

Dalam tradisi perkerisan, Tangguh Blambangan memiliki karakter yang dikenal melalui pasikutan yang demes, yaitu memberikan kesan anggun, halus, serasi, dan menyenangkan dipandang.

Besinya umumnya memberikan kesan keputihan dengan permukaan yang relatif lembut, sedangkan pamornya cenderung nggajih, terlihat tebal dan seolah menancap kuat pada permukaan bilah. Bilahnya berukuran sedang dengan ujung yang tidak terlalu meruncing. Gandik cenderung pendek dan sedikit miring, sementara sirah cecaknya juga relatif pendek.

Keseluruhan karakter tersebut memberikan kesan yang tenang dan anggun, tetapi tetap memiliki perbawa tersendiri. Ciri-ciri tersebut menjadi bahan pembanding dalam mengenali keris yang secara tradisional digolongkan sebagai Tangguh Blambangan.

Blambangan sendiri merupakan kerajaan yang berkembang di wilayah ujung timur Jawa, terutama kawasan yang kini dikenal sebagai Banyuwangi dan sekitarnya. Dalam perjalanan sejarah Jawa, Blambangan memiliki posisi penting karena mampu mempertahankan identitasnya setelah melemahnya Majapahit dan menjadi salah satu pusat kekuatan Hindu di Jawa hingga masa berikutnya.

Jejak sejarah Blambangan juga hidup dalam berbagai tradisi dan cerita masyarakat, termasuk kisah Damarwulan dan Menak Jingga yang berkaitan dengan lingkungan sejarah Jawa Timur pada masa akhir Majapahit. Hubungan Blambangan dengan Majapahit, kemudian dengan kekuatan-kekuatan Islam di Jawa, membuat wilayah ini memiliki perjalanan budaya yang khas.

TAG094

Keris Carubuk Pamor Singkir Tangguh Blambangan

Berat 1500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 4 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Mohon maaf, form diskusi dinonaktifkan pada produk ini.
Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

WhatsApp WhatsApp us