Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Admin PusakaKeris.com
● online
Admin PusakaKeris.com
● online
Halo, perkenalkan saya Admin PusakaKeris.com
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam 23.00
Beranda » Dhapur Kalabendu » Keris Dhapur Langka Kaliko Bendo Pamor Keleng
click image to preview activate zoom

Keris Dhapur Langka Kaliko Bendo Pamor Keleng

KodeK178
Stok Habis
Kategori Dhapur Kalabendu, Keris, Keris Luk 7, Keris Sepuh, Pamor Kelengan, Tangguh Pengging, TOSAN AJI 3
Tentukan pilihan yang tersedia!
OUT OF STOCK
Maaf, produk ini tidak tersedia.
Bagikan ke

Keris Dhapur Langka Kaliko Bendo Pamor Keleng

Pusaka Keris Dhapur Langka Kaliko Bendo Pamor Keleng

  • Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Kaliko Bendo (dhapur langka)
  • Pamor (motif lipatan besi) : Kelengan (besi padat pulen)
  • Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pengging
  • Panjang Bilah : 33 cm
  • Pesi utuh masih panjang original
  • Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Timoho
  • Handle / Gagang : Surakarta Kayu Kemuning Bang Kuno
  • Pendok : Blewah Bahan Mamas Kuno
  • Mendak: Perunggu Kuno
  • Kode: K178

Dialih rawatkan (dimaharkan) Keris Dhapur Langka Kaliko Bendo Pamor Keleng sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.

Keris Dhapur Langka Kalabendu Pamor Keleng Keris Dhapur Langka Kalabendu Pamor Keleng Keris Dhapur Langka Kalabendu Pamor Keleng

Keris Pamor Keleng

Dari segi pamor, keris pamor keleng biasa juga disebut dengan keris pangawak waja . Dalam keris keleng ini tidak nampak pamor putih seperti halnya keris-keris lain. Keris ini jika diwarangi hanya terlihat hitam kehijauan, kebiruan atau keabu-abuan. Kadang dalam masih terlihat sedikit warna pamor sanak, akan tetapi banyak yang mengatakan warna tersebut muncul akibat dari lipatan besi. terlepas dari hal-hal tersebut, justru keris keleng ini banyak memiliki keistimewaan. Penempaan keris ini biasanya sangat matang, sehingga memiliki pesona tersendiri bagi penikmat tosan aji.

Keris keleng lebih mengutamakan kematangan tempa juga kesempurnaan garap. Garap di sini yang dimaksud adalah meliputi keindahan bentuk bilah, termasuk di dalamnya ricikan. Keris Keleng juga bisa menjadi bahasa untuk memahami tingkat kematangan Si Empu, secara lahir maupun batin. Secara lahir bisa dilihat kesanggupan Si empu dalam mengolah besi untuk menjadi matang dan presisi. Dalam penggarapan keris tersebut juga dibutuhkan kecermatan dan kedalaman batin. Kedalaman batin Empu diterjemahkan dalam pamor yang hitam polos tidak bergambar. Empu sudah menep (mengendap) dari keinginan nafsu duniawi. makna yang disampaikan harus diterjemahkan dengan kedalaman rasa yang bersahaja. Efek yang ditimbulkan dari sugesti terhadap keris keleng tersebut adalah, bahwa keris tersebut mampu menjadi tolak bala. Ada juga yang beranggapan bahwa keris keleng tersebut memiliki kekuatan secara isoteri lebih multifungsi, dibanding dengan keris yang berpamor.

Keris Dhapur Langka Kalabendu Pamor Keleng Keris Dhapur Langka Kalabendu Pamor Keleng

Tangguh Pengging

Jika menatap keluk pada keris ini, memang sangat menggambarkan ciri khas tangguh pengging. Menurut buku Ensiklopedi Keris, senjata keris atau tombak tangguh Pengging biasanya punya luk yang amat rengkol, yakni kekuatannya amat dalam dibanding dengan luk keris pada umumnya. Besinya pada umumnya matang tempaan, padat dan pulen, pasikutannya sedang ramping, garapannya rapi, Jika keris luk, luknya rengkol sekali. Besinya hitam, berkesan basah, gulu melednya panjang.

Keris Dhapur Langka Kalabendu Pamor Keleng

Pengging adalah sebuah daerah yang sekarang masuk di Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Pada zaman dulu, penguasa daerah ini bernama Ki Ageng Pengging. Nama aslinya adalah Jaka Sengara. Ia mendapat gelar Andayaningrat atau Ki Ageng Pengging I setelah menjabat sebagai Bupati Pengging karena telah berjasa kepada Kerajaan Majapahit.

Ki Ageng Pengging I memiliki tiga putra, anak nomor dua bernama Raden Kebo Kenongo, yang kemudian menjadi penguasa Pengging menggantikan ayahnya. Ia lalu dijuluki Ki Ageng Pengging II. Di kemudian hari, ia memiliki seorang anak bernama Mas Karebet atau Jaka Tingkir. Anak inilah yang di kemudian hari bergelar Sultan Hadiwijaya.

Itulah sebabnya, daerah Pengging termasuk salah satu wilayah yang terkenal dan bahkan dalam Ensiklopedi Keris tahun 2004 karangan Bambang Harsrinuksmo (halaman 365) disebutkan sebagai salah satu nama tangguh dalam dunia perkerisan di Jawa.

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Keris Dhapur Langka Kaliko Bendo Pamor Keleng

Berat 1500 gram
Kondisi Baru
Dilihat 4.912 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
WhatsApp WhatsApp us