Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Admin PusakaKeris.com
● online
Admin PusakaKeris.com
● online
Halo, perkenalkan saya Admin PusakaKeris.com
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam 23.00
Beranda » Dhapur Brojol » Keris Madura Koso Pamor Brahma Watu
click image to preview activate zoom

Keris Madura Koso Pamor Brahma Watu

Rp 4.000.000
KodeTAG072
Stok Tersedia (1)
Kategori Dhapur Brojol, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Brahma Watu, Tangguh Madura
Jenis : Keris Leres
Dhapur Brojol
Pamor Brahma Watu
Tangguh Madura (Empu Koso)
Warangka : Daunan Madura, Kayu Kemuning
Deder/Handle : Donoriko
Pendok : Blewah Madura, Bahan Kuningan
Mendak : Madura, Bahan Kuningan
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Madura Koso Pamor Brahma Watu

DHAPUR BROJOL

Dhapur Brojol merupakan salah satu dhapur keris lurus atau leres dengan ricikan yang relatif sederhana. Ricikan utamanya adalah gandik lugas dan pejetan. Kesederhanaan susunan ricikan tersebut menjadi salah satu karakter yang mudah dikenali dari dhapur Brojol.

Nama Brojol dalam bahasa Jawa berkaitan dengan pengertian keluar, lolos, atau terlepas dari suatu keadaan. Istilah ini dapat digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang berhasil keluar dari tempat atau keadaan yang sebelumnya membatasinya.

Dari makna tersebut, Brojol dapat dimaknai sebagai simbol jalan keluar dari kesulitan dan awal dari kehidupan atau keadaan yang baru. Makna ini juga dapat dikaitkan dengan gambaran kelahiran, ketika seorang manusia keluar dari rahim dan memulai perjalanan hidupnya.

Karena itu, Brojol dapat menjadi pengingat tentang keberanian untuk menghadapi perubahan, kemampuan mencari jalan keluar, serta kemauan untuk memulai kembali ketika menghadapi kesulitan.

Kesederhanaan dhapur Brojol justru dapat dibaca sebagai sebuah pameling: kehidupan tidak selalu membutuhkan sesuatu yang rumit. Yang penting adalah kesadaran, keberanian, dan ikhtiar untuk terus bergerak keluar dari persoalan dan melanjutkan perjalanan.

Pemaknaan tersebut merupakan interpretasi budaya dan simbolik, bukan klaim bahwa keris secara otomatis memberikan kemampuan tertentu kepada pemiliknya.


PAMOR BRAHMA WATU

Pamor Brahma Watu dikenal sebagai salah satu pola pamor yang dalam tradisi perkerisan sering dikaitkan dengan gaya Madura. Secara visual, pamor ini menampilkan bulatan-bulatan besar yang tersusun pada sepanjang bilah, sehingga menghasilkan karakter motif yang mudah dikenali.

Nama Brahma Watu tersusun dari dua unsur. Brahma merujuk pada Brahma dalam kosmologi Hindu yang dikenal sebagai figur pencipta, sedangkan watu dalam bahasa Jawa berarti batu.

Dari kedua unsur tersebut, nama Brahma Watu dapat dibaca sebagai simbol perpaduan antara daya mencipta dan keteguhan. Brahma dapat menjadi gambaran tentang energi penciptaan dan awal kehidupan, sementara batu menggambarkan sesuatu yang kokoh dan memiliki daya tahan.

Karena itu, secara simbolik Brahma Watu dapat dimaknai sebagai kemampuan untuk menciptakan dan berkembang tanpa kehilangan keteguhan dalam menjalani kehidupan.

Pemaknaan ini merupakan simbolisme budaya terhadap nama dan bentuk pamor, bukan sifat objektif yang secara ilmiah melekat pada material pamor.

Teknik Tempa Pamor: Mlumah/Miring — disesuaikan dengan hasil identifikasi bilah.
Kemunculan Motif Pamor: Rekan/Tiban — disesuaikan dengan hasil identifikasi dan rujukan yang digunakan.


TANGGUH MADURA

Dalam tradisi perkerisan, keris yang dikaitkan dengan Tangguh Madura Koso merupakan bagian dari pembahasan mengenai keris Madura sepuh yang secara tradisional dihubungkan dengan sosok Empu Koso. Nama Koso kemudian berkembang menjadi salah satu istilah yang digunakan untuk menyebut keris dengan karakter tertentu dalam tradisi perkerisan Madura.

Keris yang dikaitkan dengan karakter Koso umumnya memiliki kesan lebar, gagah, dan berwibawa. Besinya cenderung terlihat matang dan padat, dengan warna yang dapat memberikan kesan hitam kebiruan. Pamornya sering tampak putih, tebal, dan kontras terhadap dasar bilah yang lebih gelap.

Salah satu karakter pamor yang sering dikaitkan dengan gaya ini adalah nggajih, yaitu pamor yang secara visual mengingatkan pada lelehan lemak. Lapisan pamornya dapat terlihat tebal dan bertumpuk dengan warna putih yang cukup terang. Pada beberapa bilah juga dapat ditemukan kilau pamor yang memberikan kesan lebih hidup pada permukaan bilah.

Dalam perkembangan nomenklatur perkerisan, nama empu dapat digunakan untuk menyebut gaya atau karakter keris yang kemudian diasosiasikan dengan tokoh empu tersebut. Karena itu, penyebutan Koso sebaiknya ditempatkan sebagai bagian dari klasifikasi dan tradisi penamaan perkerisan, bukan sebagai bukti kepengarangan yang pasti.

Madura sendiri memiliki sejarah panjang dalam perkembangan tosan aji. Wilayah Madura berkembang melalui berbagai pusat kekuasaan dan kadipaten, termasuk Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan, serta memiliki hubungan politik dan budaya dengan kerajaan-kerajaan besar di Jawa pada berbagai periode.

Hubungan dengan Majapahit, Demak, Mataram, hingga kekuasaan-kekuasaan berikutnya turut membentuk perkembangan budaya Madura. Perpindahan manusia, hubungan antarkerajaan, perdagangan, ketersediaan bahan, serta perkembangan teknologi tempa menjadi bagian dari proses yang memungkinkan tradisi pembuatan keris berkembang dan berubah dari waktu ke waktu.

Keris Madura sepuh yang memiliki karakter kuat juga relatif semakin sulit ditemukan karena banyak di antaranya telah menjadi bagian dari koleksi pribadi. Kelangkaan tersebut kemudian turut membuat keris-keris dengan karakter Madura sepuh semakin menarik untuk dipelajari dan dibandingkan.

Dalam penetapan tangguh, karakter seperti pasikutan, bentuk bilah, besi, pamor, ricikan, serta keseluruhan garap perlu dibaca secara bersama-sama. Penyebutan “Madura Koso” karenanya lebih tepat dipahami sebagai identifikasi tradisional berdasarkan kumpulan karakter, bukan penetapan yang hanya didasarkan pada satu ciri.


CATATAN: Identifikasi dhapur, pamor, dan tangguh merupakan bagian dari pengetahuan dan terminologi tradisional perkerisan. Ciri-ciri yang disebutkan merupakan bahan pengamatan dan pembanding, bukan rumus tunggal.

Perbedaan hasil pengamatan dapat terjadi karena dipengaruhi oleh objek yang diamati maupun cara pengamatan. Kondisi bilah, usia, perawatan, perubahan permukaan, kelengkapan ricikan, pengalaman pemerhati, sudut pandang, serta rujukan yang digunakan dapat memengaruhi hasil identifikasi.

Karena itu, deskripsi ini merupakan hasil pembacaan berdasarkan karakter yang dapat diamati, dan tetap terbuka terhadap perbandingan, kajian, maupun koreksi apabila terdapat data atau rujukan lain yang lebih kuat.

TAG072

Keris Madura Koso Pamor Brahma Watu

Berat 1500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 4 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Mohon maaf, form diskusi dinonaktifkan pada produk ini.
Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

WhatsApp WhatsApp us