Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Keris Kebo Lajer Pamor Slewah
- Keris Sabuk Inten Pamor Meteorit Tangguh Guling Ma
- Tilam Upih Pamor Jung Isi Dunyo Kuno
- Pusaka Tombak Godong Pring Pamor Ujung Gunung
- Keris Brojol Pamor Wahyu Tumurun
- Keris Singo Barong Ngemut Emas Pamor Segoro Wedhi
- Dhapur Keris Sujen Ampel
- Pusaka Keris Patrem Pulanggeni Pamor Buntel Mayit
Keris Pamengkang Jagad Luk 11
Rp 3.500.000| Kode | FR55 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Dhapur Sempono, Katalog Produk, Keris, Keris Luk 11, Pamor Putri Kinurung, Tangguh Pajajaran |
| Jenis | : Keris Luk 11 |
| Dhapur | : Sempana |
| Pamor | : Putri Kinurung |
| Tangguh | : Pajajaran |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Bahan Kayu Timoho |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Bahan Kayu Kemuning Bang |
| Pendok | : Blewah, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Parijata, Bahan Kuningan |
Keris Pamengkang Jagad Luk 11
Dhapur Sempana (Luk 11)
Dhapur Sempana merupakan salah satu dhapur keris yang sederhana namun sangat populer di kalangan masyarakat perkerisan. Bentuknya yang proporsional dan tidak berlebihan menjadikan dhapur ini banyak dijumpai, bahkan digunakan pada sejumlah pusaka penting. Salah satunya adalah Kanjeng Kyai Panukup, pusaka milik Keraton Kasultanan Yogyakarta yang juga berdhapur Sempana.
Secara ricikan, Dhapur Sempana memiliki sekar kacang, jalen, lambe gajah, pejetan, dan greneng. Menariknya, dalam Keris Jawa karya Haryono Haryoguritno, dhapur ini tercatat hadir dalam beberapa varian, yaitu luk 9, luk 11, luk 13, dan luk 17. Dibandingkan varian lainnya, Sempana Luk 11 tergolong lebih jarang dijumpai sehingga memiliki daya tarik tersendiri bagi para pecinta keris.
Nama Sempana diyakini berasal dari bahasa Jawa Kuno, yaitu Supeno, yang berarti gegayuhan, harapan, impian, atau cita-cita. Oleh karena itu, dhapur ini menjadi perlambang perjalanan manusia dalam meraih tujuan hidup. Lebih dari sekadar harapan akan keberhasilan, Sempana mengajarkan pentingnya memiliki visi yang jelas, keteguhan hati, serta kesediaan untuk terus memperbaiki diri sepanjang kehidupan.
Filosofi utama Dhapur Sempana mengingatkan bahwa manusia tidak pernah lepas dari kekurangan dan kesalahan. Karena itu, setiap langkah kehidupan hendaknya diiringi dengan introspeksi, pembelajaran, dan upaya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kesempurnaan bukanlah keadaan yang diperoleh secara instan, melainkan hasil dari proses panjang dalam membangun kualitas diri hingga mampu menjalankan fitrah sebagai manusia yang beriman, berilmu, dan berbudi luhur.
Sebagai keris Luk 11, pusaka ini juga melambangkan perjalanan menuju kematangan. Dalam tradisi Jawa, angka sebelas sering dimaknai sebagai simbol keseimbangan antara ilmu, pengalaman, dan kebijaksanaan. Dengan demikian, Sempana Luk 11 tidak hanya berbicara tentang cita-cita yang ingin dicapai, tetapi juga tentang kesiapan batin dalam menjalani proses menuju tujuan tersebut.
Pamor Putri Kinurung
Pamor Putri Kinurung merupakan salah satu pamor tiban, yaitu pamor yang terbentuk secara alami selama proses penempaan dan bukan hasil rekayasa empu. Polanya umumnya berada pada bagian sor-soran bilah, berupa gambaran menyerupai sebuah danau dengan pulau-pulau kecil di tengahnya, sehingga menghadirkan komposisi yang unik dan mudah dikenali.
Nama Putri Kinurung dapat dimaknai sebagai seorang putri yang dipingit. Dalam tradisi Jawa, prosesi pingitan dilakukan kepada calon pengantin perempuan maupun putri kerajaan sebagai bentuk penjagaan, baik secara lahir maupun batin. Selain dipahami sebagai ikhtiar menjaga dari berbagai gangguan, pingitan juga menjadi simbol proses pendewasaan sebelum memasuki babak kehidupan yang baru.
Makna filosofis pamor ini tidak berhenti pada tradisi tersebut. Putri Kinurung mengajarkan bahwa sesuatu yang benar-benar bernilai tidak selalu perlu dipertontonkan. Kemuliaan justru tumbuh ketika seseorang mampu menjaga akhlak, menahan diri, dan berbuat baik tanpa mengharapkan pujian.
Nilai tersebut sejalan dengan pitutur Jawa:
“Aruming jeneng ngambar-ambar saluming bumi, jaya-jaya wijayati nir ing sambekala.”
Yang dapat dimaknai bahwa nama baik akan tersebar dengan sendirinya melalui kebaikan yang dilakukan secara tulus, dan orang yang senantiasa berbuat baik akan dijauhkan dari berbagai mara bahaya serta kesengsaraan.
Dalam tradisi perkerisan, Pamor Putri Kinurung dipercaya melambangkan penjagaan, kehormatan, serta nama baik. Karena itu, pamor ini sering dikaitkan dengan harapan agar pemiliknya memperoleh kemuliaan, terhindar dari berbagai keburukan, mampu mengendalikan sifat berlebihan, serta senantiasa berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.
Tangguh Pajajaran
Tangguh Pajajaran merupakan salah satu tangguh yang memiliki karakter bentuk sangat khas dan mudah dikenali. Pasikutannya cenderung tegas dengan kesan sedikit kaku, memperlihatkan gaya garap yang berbeda dibandingkan tangguh dari masa-masa sesudahnya.
Beberapa ciri yang umum dijumpai pada Tangguh Pajajaran antara lain ganja berbentuk bathok tengkurep, sirah cecak yang panjang (landhung), serta gandhik yang memanjang dan sedikit miring, sehingga menyerupai bentuk biji melinjo yang telah dibelah. Bilahnya umumnya berukuran cukup tinggi dan besar dengan luk yang renggang, menghadirkan kesan kokoh dan berwibawa.
Material besinya sering tampak agak pucat dengan karakter yang seolah masih mentah, sementara pamornya umumnya bersifat sawetu-wetu atau terbentuk secara alami tanpa pola yang dirancang secara khusus. Bila diamati lebih dekat, pamor tersebut memperlihatkan tekstur yang lembut dan tampak bergajih, menjadi salah satu ciri yang sering dijadikan acuan dalam mengenali tangguh ini.
Sebagai representasi karya para empu pada masa Kerajaan Pajajaran, tangguh ini memperlihatkan perpaduan antara ketegasan bentuk, kesederhanaan garap, dan kekuatan karakter. Tidak mengherankan apabila hingga kini Tangguh Pajajaran tetap menjadi salah satu tangguh yang paling diminati oleh para kolektor karena nilai sejarah, estetika, dan kekhasan pasikutannya yang sulit ditemukan pada tangguh lainnya.
FR55
Keris Pamengkang Jagad Luk 11
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 154 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Brojol Pamor Pedaringan Kebak Rojo Gundolo Keris Brojol Pamor Pedaringan Kebak Rojo Gundolo adalah keris yang dhapurnya cukup banyak dikenal di kalangan perkerisan Nusantara. Keris Brojol adalah salah satu dhapur Keris lurus dengan ukuran panjang bilah normal. Bentuk Keris ini sangat sederhana dengan gandhik polos dan hanya terdapat pejetan saja, sedangkan ricikan lainnya tidak… selengkapnya
Rp 2.111.000Sinom Pamor Uler Lulut Pajajaran Sinom Pamor Uler Lulut, Keris ini cukup indah dengan pamor Uler Lulut yang berbahan meteorit membuat warnanya kontras dengan warna bilah keris yang hitam legam. Jika membahas pamor, keris ini ternyata memiliki beberapa pamor yang menggurat menjadi keindahan nuansa gambar yang estetik. Dari pamor uler lulut yang nampak di… selengkapnya
Rp 3.700.000Keris Dholog Tangguh Pajang Keris Dholog Tangguh Pajang merupakan pusaka yang memadukan kesederhanaan bentuk dengan kekuatan karakter budaya dari masa Pajang—sebuah periode penting yang menjadi jembatan antara runtuhnya Demak dan bangkitnya Mataram. Dholog, dengan luk lima yang tegas dan ricikan sederhana, menjadi simbol kesejatian hidup: keteguhan, proses pendewasaan, dan kemampuan bertahan dalam berbagai musim kehidupan…. selengkapnya
Rp 15.000.000Keris Pasopati Keleng PB X Putran Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Pasopati / Pasupati Pamor (motif lipatan besi) : Keleng (besi uletan padat basah dan nglempung) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : PB X Putran Panjang Bilah : 35,5 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Trembalo Kuno Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno… selengkapnya
Rp 4.555.000Patrem Tilam Upih Pamor Banyu Mili Patrem Tilam Upih Pamor Banyu Mili – Keris patrem memang memiliki keunikannya tersendiri. Terutama pada ukuran bilahnya yang dibawah ukuran rata-rata keris pada umumnya. Panjang patrem biasanya 15-25 sentimeter. Pendapat lain menganggap semua keris berukuran kurang dari 30 sentimeter bisa disebut patrem. Karena ukurannya yang kecil, patrem lebih mudah… selengkapnya
Rp 1.850.000Pusaka Keris Singo Barong Pamor Tambal Dhapur: Singo Barong Pamor: Tambal Tangguh: Mataram Panjang Bilah :35 cm Warangka : Gayaman Jogja Kayu Timoho Handle / Gagang : Kayu Timoho Pendok : Tembaga Slorok Mendak : Kuningan Kode: PK014 INFO SELENGKAPNYA Tentang Pusaka Keris Singo Barong Pamor Tambal Silahkan Hubungi Kami Melalui Whatsapp/Telp/SMS: 082177400100
Rp 5.555.000Keris Satrio Pinayungan Gonjo Iras Tangguh PB Putran Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Brojol Gonjo Iras Pamor (motif lipatan besi) : Satrio Pinayungan, Puser Bumi Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : PB Putran Panjang Bilah : 37 cm Warangka : Gayaman Solo Kayu Timoho Handle / Gagang : Surakarta Kayu Kemuning Pendok : Kuningan Cukit… selengkapnya
Hubungi AdminTilam Upih Pamor Tetesing Warih Dhapur: Tilam Upih Pamor: Tetesing Warih Tangguh: Pajajaran Warangka: Gayaman Surakarta Kayu Trembalo Hulu/Handle: Yudawinatan Kayu Timoho Pendok: Blewah Kuningan Mamas Mendak: Bejen Kuningan
Rp 1.777.000Dhapur Sempana (Luk 9) Sempana merupakan salah satu dhapur keris berluk sembilan yang dikenal karena bentuknya sederhana, proporsional, dan berkesan anggun. Kesederhanaan pasikutannya justru menjadikan dhapur ini digemari sejak lama dan banyak dijumpai pada berbagai pusaka penting. Salah satunya adalah Kanjeng Kyai Panukup, pusaka milik Keraton Kasultanan Yogyakarta yang juga berdhapur Sempana. Nama Sempana diyakini… selengkapnya
Rp 4.500.000

















WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.