Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Patrem Tilam Upih Pamor Banyu Mili
- Pusaka Keris Carubuk Luk 7 Pamor Beras Wutah Kebak
- Keris Kidang Soka Luk 7 Pamor Adeg Rambut
- Pusaka Kudhi Kabudhan Kuno
- Pusaka Keris Sengkelat Luk 13 Gonjo Wilut Pamor Ma
- Senjata Kuno Peninggalan Nusantara Kudi Kujang Tem
- Tombak Pusaka Korowelang Mataram Sultan Agung
- Keris Pasopati Arjuna Kinatah Perak Tangguh Matara
Keris Tangguh Demak
| Stok | |
| Kategori | Kawruh Keris, Kawruh Tangguh Keris |
Keris Tangguh Demak
Keris Tangguh Demak
Keris Tangguh Demak – Sangat sedikit referensi mengenai tangguh Demak. Dalam Ensiklopedi Keris karangan Alm Bambang Harsrinuksmo tangguh Demak ditulis ; mempunyai pasikutan yang wingit, bilahnya berukuran sedang, besinya hitam kebiruan dan berkesan basah, pamornya tergolong kalem dan berkesan mengambang, gonjonya tipis dengan sirah cecak pendek. Kemudian S Lumintu juga menulis; Tangguh Demak gonjo rata, sirah cecak kecil dan menguncup, pamor bagus, besi agak kuning kurang bercahaya (guwaya), condong leleh agak membungkuk, tikel alis pendek, sogokan panjang, kembang kacang kecil, jalen kecil, lambe gajah agak besar dan panjang.
Kemudian Koesni dalam Bukunya Pakem Pengetahuan Tentang Keris juga menulis keris buatan jaman Demak ; kebanyakan buatan jaman ini memiliki daya tarik sendiri dimana jika dilihat secara sepintas masih meniru-niru buatan Majapahit, tetapi jika diperhatikan secara benar walau besinya basah seperti besi Majapahit, namun pamor yang menempel disitu seolah mengambang. Dari hal tersebut bisa dinyatakan bahwa walau besi buatan Demak memang terdiri dari besi pilihan, tetapi sayang airnya yang terang tidak memadai. Malah bisa dikatakan air yang untuk mencampur pembuatan keris di negeri ini, terdiri dari air asin.
RT Waluyodipuro dalam tulisannya “Seserepan bab Dhuwung tuwin ubarampe saha lalajenganipun” menulis lebih detail lagi, dimana pada jaman kerajaan kraton Bintoro/Demak terdapat tiga Empu :
- Empu Purwasari (putra Rara Semboga) yasan dhapur : brojol, tilam upih dengan ciri pamor bantat arusoh (keras kaku agak kotor), beliau juga yasan pedang Lameng dengan ciri besi berwarna biru, pamor jelas, dan bagian pesi mempunya ciri belang dua.
- Empu Purwatanu (putra Empu Purwasari), jaman peralihan Demak – Pajang, yasan dhapur : brojol dengan ciri gonjo nguceng mati semu kidhung (mirip ikan kecil mati agak malu-malu), bilah tipis sekali, pamor beras wutah dengan sepuh dilat. Selain itu beliau juga yasan dhapur lain seperti jalak ngore, tilam upih, jalak sangu tumpeng dengan ciri yang sama.
- Empu Subur (putra Empu Gedhe dari Banyumas), hingga pindah ke Pajang tidak pernah membuat keris, tombak ataupun pedang. Hanya membuat pangot, arit, pacul, gobang, wadung. *(kemungkinan dari sini adanya pitutur lisan maupun tulisan yang menyatakan budaya keris kerajaan Demak Bintoro kurang mendapat perhatian dari pusat kekuasaan digantikan oleh Wedung, yang sebenarnya masi debatable karena menurut sejarah Demak Bintoro lebih memilih teknologi mesiu daripada senjata tradisional)
Dan dalam Serat Panangguhing Dhuwung, catatan mas Ngabehi Wirasoekadga dhuwung Tangguh Demak ditulis ; dhuwung gonjo waradin, gulu meled alit, sirah cecak ngluncup, bangkekan singset, buntut urang papak, seblakipun ruruh wasuhaning pamor muyak merak ati tosanipun kuning raos kemba lenggahipun andhekung kidung, menawi nggangge sekar kacang nyantheng, jalen mayat sumungkem, lambe gajah moncer soho landhung, blumbangan lebet ciyut, sogokan landhung keder lebet awak-awakipun dhuwung ngruwing ananging ketingal kendho, menawi medal leres lenggahipun tumungkul, bilih gandhikanipun gandikipun sedhengan kedher, tikel alis jugag.
Atau jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia kurang lebihnya adalah : bagian gonjo rata, gulu meled kecil, sirah cecak seperti kuncup, wadidang langsing, buntut urang datar, dalam rasa pandangnya gagah, wasuhan pamornya rata dan menarik hati, besinya kuning namun agak hambar, badannya tidak terampil (gesit). Sekar kacang-nya kaku, jalen agak miring, lambe gajah terlihat dominan panjang, pejetan dalam tapi sempit, bagian sogokan mengembang panjang, dalam dan tegak lurus, badan bilah seperti ada kruwingan samar. Jika keluar dhapur lurus terlihat agak menunduk, gandik-nya sedang dan tegak lurus dengan tikel alis ringkas.
Contoh Keris Tangguh Demak
- Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Putut Luk Genap Walik (Luk 4)
- Pamor (motif lipatan besi) : Ngulit Semangka
- Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Demak
- Panjang Bilah : 30 cm
- Pesi masih utuh panjang original tidak sambungan
- Warangka : Branggah Jogja Kayu Sawo
- Handle / Gagang : Kayu Kemuning
- Pendok : Bunton Jogja
- Mendak: Kuningan
ANDA BERMINAT DENGAN KERIS TANGGUH DEMAK TERSEBUT??
SILAHKAN KLIK DISINI: Keris Putut Pandito Semedi Luk Genap Langka
Tentang Kerajaan Demak
Kesultanan Demak atau Kerajaan Demak adalah kerajaan Islam pertama dan terbesar di pantai utara Jawa (“Pasisir”). Menurut tradisi Jawa, Demak sebelumnya merupakan kadipaten dari kerajaan Majapahit, kemudian muncul sebagai kekuatan baru mewarisi legitimasi dari kebesaran Majapahit.
Kerajaan ini tercatat menjadi pelopor penyebaran agama Islam di pulau Jawa dan Indonesia pada umumnya, Walaupun tidak berumur panjang dan segera mengalami kemunduran karena terjadi perebutan kekuasaan di antara kerabat kerajaan. Pada tahun 1560, kekuasaan Demak beralih ke Kerajaan Pajang yang didirikan oleh Jaka Tingkir/Hadiwijaya. Salah satu peninggalan bersejarah Demak ialah Mesjid Agung Demak, yang menurut tradisi didirikan oleh Wali Songo.
Lokasi keraton Demak, yang pada masa itu berada di tepi laut, berada di kampung Bintara (dibaca “Bintoro” dalam bahasa Jawa), saat ini telah menjadi bagian kota Demak di Jawa Tengah. Sebutan kerajaan pada periode ketika beribukota di sana dikenal sebagai Demak Bintara. Pada masa raja ke-4 (Sunan Prawoto), keraton dipindahkan ke Prawata (dibaca “Prawoto”) dan untuk periode ini kerajaan disebut Demak Prawata. Sepeninggal Sunan Prawoto, Arya Penangsang memerintah kesultanan yang sudah lemah ini dari Jipang-Panolan (sekarang dekat Cepu). Kotaraja Demak dipindahkan ke Jipang dan untuk priode ini dikenal dengan sebutan Demak Jipang.
Hadiwijaya dari Pajang mewarisi wilayah Demak yang tersisa setelah ia, bersama-sama dengan Ki Gede Pamanahan dan Ki Penjawi, menaklukkan Arya Penangsang. Demak kemudian menjadi vasal dari Pajang.
Apa Itu Tangguh Keris?
Tangguh secara harafiah berarti perkiraan. Dalam dunia pekerisan di Pulau Jawa tangguh meliputi perkiraan mengenai zaman pembuatan atau gaya pembuatan. Jadi jika seorang mengatakan bahwa sebilah keris tangguh Majapahit, itu berarti bahwa keris itu diperkiraan buatan zaman Kerajaan Majapahit.
Definisi lain tangguh adalah perkiraan gaya kedaerahan atau zaman dibuatnya sebilah keris atau tombak yang dijabarkan dari pasikutannya, pengamatan jenis besinya, pamor dan bajanya.Yang dimaksud pasikutan adalah kesan selintas atas gaya garapan sebuah keris. Misalnya, keris tangguh Majapahit dapat diartikan; (1) dibuat dengan gaya (model) Majapahit, (2) dibuat oleh empu dari Majapahit.
Penyebutan nama tangguh keris terkadang kabur, karena dalam budaya keris juga dikenal adanya kebiasaan mutrani atau pembuatan duplikat. Khusus untuk keris-keris putran (duplikat), penyebutan nama tangguh menjadi kacau,maka khusus untuk keris-keris yang demikian lalu disebut yasan, artinya buatan. Misalnya keris A merupakan duplikat keris B. Keris A buatan Surakarta,sedangkan keris B tangguh Tuban, maka keris A disebut tangguh Tuban yasan Surakarta.
Tags: ciri ciri keris demak, keris pusaka kerajaan demak, Keris Tangguh Demak, keris wedung, khasiat keris wedung, pusaka kerajaan demak, senjata wedung, wedung kabudhan, wedung pusaka
Keris Tangguh Demak
| Berat | 250 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 4.264 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Tangguh Kahuripan Abad 12 Keris Tangguh Kahuripan Abad 12 – Ada keris dengan tangguh era kahuripan abad ke-12, jika kita melihat sekilas memang jenis keris ini nampak sama seperti keris atau tangguh-tangguh yang lain namun ternyata ada sisi yang berbeda mulai dari pasikutan, tangguh ini memiliki pasikutan yang hambar jadi saat diamati seperti ada… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Tangguh Mataram Keris Tangguh Mataram – Tangguh Mataram ada tiga macam, masing-masing mempunyai ciri tersendiri. Pertama, Mataram Senopaten; pasikutannya prigel, sereg; besinya hitam kebiruan. Pamornya pandes lan ngawat. Kedua, Mataram Sultan Agung: pasikutannyademes (serasi, menyenangkan, tampan, enak dilihat), besinya mentah, pamornya mubyar. Ketiga Mataram Amangkuratan:pasikutannya galak, birawa, besinya mentah, pamornya kemambang. Tangguh Amangkuratan biasaya… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Pamor Sumsum Buron Keris Pamor Sumsum Buron adalah salah satu keris yang sudah jarang ditemui. Mengingat pamor ini adalah pamor yang langka, sehingga membuat sebuah keris dengan pamor sumsum buron bernilai tinggi. Bentuk gambaran pamor sumsum buron juga mirip Wos Wutah gumpalan juga terpisah agak berjauhan seperti Pulo Tirto hanya agak lebih besar dan… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Pudhak Sategal Keris Pudhak Sategal – Pudhak Sategal merupakan nama dari ricikan Keris yang terletak di bagian sor-soran di tepi bilah. Bentuk ricikan ini menyerupai daun Pudhak (Pandan) dengan ujungnya yang meruncing. Bentuk pola ini, untuk bagian belakang keris pangkal daun dimulai dari sisi tepi bagian bawah sor-soran kemudian meruncing ke atas, kurang lebih… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Tangguh Panembahan Seda Krapyak Keris Tangguh Panembahan Seda Krapyak – Panembahan Seda Krapyak merupakan sebutan atau gelar bagi panembahan Hanyakrawati. Panembahan Hanyakrawati juga termasuk dalam tokoh penting dalam kerajaan mataram. Oleh karena itu, namanya pun juga dipakai sebagai nama keris, yaitu tangguh panembahan Seda Krapyak. Ciri-cirinya yaitu ukuran bilahnya sedang, besi yang digunakan berwarna… selengkapnya
Hubungi AdminApa Itu Pasikutan Keris ? Apa Itu Pasikutan Keris ? Pasikutan atau sikutan adalah istilah untuk menilai gaya irama bentuk serta kesan perwatakan tosan aji, khususnya keris (Ensiklopedia Keris, 2011). Ada beberapa macam jenis pasikutan dalam dunia perkerisan, yaitu : Pasikutan kaku, yaitu bentuk bilah keris yang cenderung tidak serasi dan janggal, Pasikutan wingit, yaitu… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Tangguh Segaluh Abad 12 Keris Tangguh Segaluh Abad 12 – Tangguh ini memiliki banyak keunikan mulai dari pasikutannya yang terlihat seperti kaki namun ternyata lurus, dilihat dari besinya keris ini nampak berkesan lebih kering dan memiliki warna yang hitam agak pucat kehijau-hijauan. Tangguh segaluh memiliki pamor yang lebih kalem dibandingkan tangguh lain, selain itu… selengkapnya
Hubungi AdminDhapur Keris Balebang Ricikan Dhapur Keris Balebang Terdiri dari Kembang Kacang, Lambe Gajah, Jalen, Sogokan, Sraweyan. Dhapur Keris Balebang merupakan dhapur keris luk 7. Sumber lain juga menjelaskan bahwa dhapur keris balebang adalah nama jenis dhapur keris luk 7 dengan ukuran panjang bilahnya sedang, biasanya memakai ada-ada. Keris ini mempunyai ricikan lain seperti, kembang kacang,… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Tangguh Blambangan Keris Tangguh Blambangan – Tangguh Blambangan adalah salah satu tangguh legendaris yang jarang dijumpai dan terkenal dengan wasuhan pamor ngawat miring-nya. Kerajaan Blambangan adalah kerajaan yang berpusat di ujung paling timur pulau Jawa (Banyuwangi dan sekitarnya). Blambangan dianggap sebagai kerajaan bercorak Hindu terakhir di Pulau Jawa. Keris-keris tangguh Blambangan umumnya pasikutan-nya berkesan… selengkapnya
Hubungi AdminDhapur Keris Patrem Dhapur Keris Patrem – Patrem dari kota Yogyakarta merupakan sebilah Keris yang ukurannya lebih kecil dari keris pada umumnya. Biasanya berukuran sekitar 15 cm sampai 25 cm. Sehingga senjata ini lebih fleksibel jika dibawa ke mana-mana. Beberapa literatur menyebutkan bahwa Dhapur Keris Patrem sering dianggap sebagai Kris khusus wanita. Mengapa demikian? Karena… selengkapnya
Hubungi Admin

WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.