Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
Keris Pasopati Kelengan Sepuh Kuno
| Kode | K185 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Dhapur Pasopati, Keris, Keris Lurus, Pamor Kelengan, Tangguh Paku Alam |
Keris Pasopati Kelengan Sepuh Kuno
Keris Pasopati Kelengan Sepuh Kuno Tangguh Paku Alam Jogja
- Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Pasopati (dhapur favorit para kolektor keris)
- Pamor (motif lipatan besi) : Kelengan
- Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Paku Alam Jogja
- Panjang Bilah : 35 cm
- Warangka : Gayaman Yogyakarta Kayu Timoho Kuno
- Handle / Gagang : Lempuyangan Kayu Galeh Nagasari
- Pendok : Tembaga Bunton Jogjakarta Motif Ukir
- Mendak : Kuningan Ukir
- Kode: K185
LIHAT UPDATE PERABOT SANDANGAN TERBARU KERIS INI SILAHKAN KLIK LINK BERIKUT: Keris Pasopati Asli Sepuh Kuno

” Aku adalah Pasopati, pusaka seorang ksatriya pilih tanding lelananging jagad, jagoning dewa. pemberian Sang Hyang Manikmaya – Sang Kuasa Guru Sejati. Aku adalah simbol kemenangan Dharma (kebenaran) dalam melawan Adharma (keburukan) dalam diri, dunia dan alam semesta. “
Keistimewaan Keris Pasopati Kelengan Sepuh Kuno
Pasopati adalah salah satu dhapur keris lurus yang cukup populer. Keris ini memakai ada-ada, permukaan bilahnya nggigir sapi. Kontur bilahnya biasanya menampilkan kesan ramping. Ricikan yang terdapat pada dapur pasopati adalah : memakai kembang kacang pogog, lambe gajahnya hanya satu, sogokan rangkap dan ri pandan. Kadang-kadang memakai gusen dan lis-lisan.
Menurut catatan kuno, keris Pasopati dapat kita lacak pertama kali dibicarakan dalam teks sastra Serat Pustakaraja Purwa dan Pratelan yang ditulis sekitar abad XII (Basuki Teguh Yuwana, Keris Naga, 2011). Di pulau Jawa yang waktu itu masih menyatu dengan Sumatra sebelum letusan Gunung Krakatau, keris yang pertama kali dibuat (dhapur dhuwung saha waos) pada tahun 230 Masehi ialah keris model dhapur Lar Ngatap, Pasopati dan cundrik. Keris model demikian ini dibuat di Medhangkamulan, ibukota kerajaan Mataram Kuno, yang diperkirakan berada di Gunung Lawu. Mpu yang membuatnya adalah Mpu Ramadi kala tahun jawi hangleresi sengkala 152 (tahun 152 Saka).
Sebenarnya di dalam pewayangan Pasopati bukanlah keris, melainkan panah dhapur Wulan Tumanggal. Menurut cerita pewayangan Arjuna mendapat pusaka Pasopati seusai lakon Arjuna Wiwaha. Arjuna mewakili sosok ahli budaya, romantis, tampan, ahli perang, pemanah ulung dan juga sekaligus adalah seorang yang mempunyai spiritualitas yang tinggi. Menguasai dunia sebagai “lelananging jagad, jagoning dewa”. Secara harafiah lelananging jagad (jawa) artinya lelaki sejati pejantan tangguh jagad raya. Jagoning dewa (jawa) artinya jagoan yang dipuja para dewa-dewi. Simbol kualitas dan ketangguhan sebagai lelaki.
Pasopati tidak didapat Arjuna dengan hal yang mudah, butuh waktu untuk bertapa dengan segala ujian untuk kemudian ia dianugerahi panah pusaka ini oleh Bathara Guru. Hal ini bisa dijadikan pembelajaran bagi kita untuk mengerti lebih dalam tentang makna Pasoepati. Kita semua pasti pernah menghadapi hari-hari yang sulit. Hari-hari ketika kita mengalami kejadian-kejadian hidup jauh dari yang diharapkan. Sehingga rasa putus asa dan ingin menyerah menjadi jalan keluar pintas. Tapi kita tidak perlu khawatir, karena ini adalah bagian dari kehidupan, bagian dari skenario perjalanan hidup yang penuh dengan suka dan duka. Tapi cara kita bertindak, berpikir dan memutuskan sesuatu pada masa-masa sulit tersebut akan menghasilkan perbedaan yang besar.
Pasopati senjata maut sang Arjuna, yang ketika satu dilepas dari busur akan mampu memecah menjadi seribu dan selalu tepat sasaran. Hal ini sebagai pengingat bahwa kita harus selalu menjadi pribadi optimis. Menjadi pribadi yang optimis bukan berarti mengharapkan segala sesuatu terjadi dengan sendirinya. Tapi menjadi optimis artinya mengharapkan yang terbaik, yakin yang terbaik akan terjadi, tapi pada waktu yang sama ia mengerahkan segala kemampuan.. keringat dan tetes darah hingga sesuatu yang dicita-citakan terjadi.
Pasopati adalah senjata pamungkas Arjuna untuk menaklukkan sifat kehewanan dalam diri. Manusia dan binatang sama-sama diberikan hawa nafsu, namun kelebihan manusia diciptakan dengan kesempurnaan berupa iman dilengkapi dengan akal dan perasaan. Jihad yang paling besar yaitu jihad melawan hawa nafsu. Hawa nafsu yang tidak dapat dikendalikan juga dapat merusak potensi diri seseorang. Potensi yang dimaksud di sini adalah potensi untuk menciptakan keadilan, ketenteraman, keamanan, kesejahteraan, persatuan dan hal-hal baik lainnya. Dari sini kita bisa belajar untuk menjadi pribadi lebih baik setiap harinya. Pribadi yang lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dan pribadi yang lebih banyak memberi manfaat bagi orang lain.
Keris dengan dapur Pasopati sarat dengan makna dan filsafat yang sangat dalam. Pasopati adalah simbol akan kepemimpinan, suatu perjuangan dan sebuah kesetiaan. Ricikan keris lurus tanpa luk agar orang yang memilikinya tidak akan goyah pendiriannya, lurus dalam perjalanan hidupnya, serta menjadi seorang pemimpin yang berpendirian teguh. Itulah sebabnya kepemilikan keris dhapur Pasopati pada jaman dahulu identik dengan senopati atau panglima perang. Tidak sembarang orang dapat memiliki keris dhapur tersebut. Dan hingga kini keris berdhapur Pasopati banyak diburu oleh mereka yang terjun dalam dunia politik dan militer.
Kesederhanaan tidaklah identik dengan ketidak sempurnaan. Ketika kesederhanaan terbentuk oleh berbagai pertimbangan, termasuk hal-hal yang filosofis, maka keserderhanaan menjadi keindahan yang tidak terukur. Tengoklah pasikutan keris Pasopati ini, tidak perlu wah untuk menjadi indah ataupun berkarakter ngayang batin (keris yang membuat hati pemiliknya akan melambung tinggi dalam kepuasan dan rasa syukur kepada Tuhan). Bentuk wilah yang ramping menambah keanggunan dan aura merbawani. Kembang kacang pogog sebagai salah satu ricikan wajib dhapur pasopati tidak perlu dipertanyakan keasliannya. Pamor pengawak waja alias kelengan memberi kesan spiritualis yang tinggi. Di dalam kegagahan pasopati ke-menep-an sang empu yang membabar keris tanpa pamor ini menunjukan kesempurnaan yang luar biasa. Pasopati adalah sebuah nama yang indah, memiliki makna yang megah serta pusaka pilih tanding. Terpujilah para Empu yang telah membabar pusaka ini dan manusia-manusia yang menjaganya kemudian. Pada akhirnya, biarlah sang Pusaka yang akan memilih takdirnya.
Tags: jual keris pasopati, jual keris pasopati asli, jual keris pasopati kuno, jual keris pasopati sepuh, karakter keris pasopati, keris pasopati, keris pasopati arjuna, keris pasopati asli, keris pasopati banjar, Keris Pasopati Kelengan Sepuh Kuno, keris pasopati kuno, keris pasopati luk 9, keris pasopati sepuh, keris pasopati tanpa sogokan, keris pasopati tua, pemilik keris pasopati
Keris Pasopati Kelengan Sepuh Kuno
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 4.820 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Sepuh Kuno Sempono Luk 9 Pamor Meteor Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sempono Luk 9 Pamor (motif lipatan besi) : Pedaringan Kebak Byor Meteor Akhodiyat Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pajajaran Sepuh Panjang Bilah : 35 cm pesi masih utuh panjang original tidak sambungan Warangka : Gayaman Solo Gandar Iras Kayu Jati Tua… selengkapnya
Hubungi AdminPusaka Keris Carito Genengan Kuno Pusaka Keris Carito Genengan Kuno luk sebelas, ukuran sedang, kembang kacang pogog berjenggot atau juga nguku bima, berjalen, lambe gajah dua, memakai pejetan dan greneng ri pandan. Dapur Carito Genengan disebut juga Carita Gunungan. Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Carita Genengan Pamor (motif lipatan besi) : Beras Wutah Tangguh… selengkapnya
Rp 4.111.000Keris Dhapur Mesem Pamor Ron Genduru Sungsang Keris Dhapur Mesem Pamor Ron Genduru Sungsang merupakan keris yang sangat langka. Dari mulai dhapur hingga pamornya merupakan keris yang sudah jarang dijumpai sekaligus banyak diburu para kolektor. Apalagi untuk keris dengan bilah yang masih sangat utuh dan pamor tanpa putus, kontras dan pandes seperti ini. Ini merupakan… selengkapnya
Rp 99.000.000Keris Dholog Guling Mataram Pamor Meteorit Keris yang sangat istimewa dan berkarakter. Keris dengan pamor yang indah karya Empu Ki Guling di masa kejayaan kerajaan mataram dibawah kepemimpinan Raja Sultan Agung. Dimasa kejayaan tersebut bahan pamor melimpah sehingga keris yang dibuat biasa berpamor full nan indah dari bahan meteorit. Empu Ki Guling adalah salah satu… selengkapnya
Rp 5.000.000Keris Brojol Pamor Pedaringan Kebak Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Brojol Pamor (motif lipatan besi) : Pedaringan Kebak Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Panjang Bilah : 33 cm Pesi masih utuh panjang original tidak sambungan Warangka : Gayaman Solo Kayu mangga Hutan Kuno Handle / Gagang : Kayu Kemuning Kuno Pendok… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Sabuk Inten Luk 11 Tangguh Hamengkubuwono HB II Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sabuk Inten Pamor (motif lipatan besi) : Pedaringan Kebak (terdapat pamor beras wutah akhodiyat di dalam pamor pedaringan kebak yang lebih cerah meteorit) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : HB II (Hamengkubuwono Ke 2) Panjang Bilah : 36,2 cm… selengkapnya
Rp 5.111.000Keris Buto Ijo Pajajaran Kuno Keris Buto Ijo Pajajaran Kuno merupakan salah satu dari ratusan koleksi pusaka keris kami. Keris ini termasuk dalam golongan jenis keris luk 9. Jika dilihat dari bentuk dan ricikannya, keris ini berdhapur Buto Ijo, salah satu dhapur keris yang sudah cukup langka dan jarang ditemui. Untuk pamor yang tergurat di sekujur… selengkapnya
Rp 1.190.000LAYAK KOLEKSI!! Keris Tumenggung HB V Pamor Meteorit Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tumenggung Pamor (motif lipatan besi) : Pedaringan Kebak (meteor Nginden Ngawat) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : HB V / Hamengkubuwono ke 5 (Abad XVIII) Panjang Bilah : 36 cm Warangka : Branggah Jogjakarta Kayu Timoho Handle / Gagang : Kemuning Bang… selengkapnya
Rp 12.555.000Dhapur Tilam Upih Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus yang sederhana dan sangat dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Ciri utamanya adalah gandhik polos, dengan ricikan berupa tikel alis dan pejetan. Karena tidak banyak menggunakan ricikan tambahan, bentuk Tilam Upih tampak sederhana, bersih, dan tidak berlebihan. Di beberapa daerah, dhapur ini juga dikenal dengan… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Dhapur Langka Jalak Sumelang Gandring Tangguh Mataram Sepuh Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Jalak Sumelang Gandring Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Abad Ke 17 Masehi Panjang Bilah : 30,7 cm Warangka : Sandhang Walikat Kayu Cendana Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno Mendak… selengkapnya
Rp 3.111.000
WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.