Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Admin PusakaKeris.com
● online
Admin PusakaKeris.com
● online
Halo, perkenalkan saya Admin PusakaKeris.com
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam 23.00
Beranda » Dhapur Jalak Sangu Tumpeng » Keris Sepuh Jalak Sangu Tumpeng
click image to preview activate zoom

Keris Sepuh Jalak Sangu Tumpeng

Rp 3.500.000
KodeTAG044
Stok Tersedia (1)
Kategori Dhapur Jalak Sangu Tumpeng, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Beras Wutah, Tangguh Mataram Amangkurat
Jenis : Keris Leres
Dhapur Jalak Sangu Tumpeng
Pamor Wos Wutah
Tangguh Mataram Amangkurat
Warangka : Ladrang Surakarta, Bahan Kayu Trembalo Iras
Deder/Handle : Yudawinatan, Bahan Kayu Kemuning Bang
Pendok : Bleweh Cukitan, Bahan Kuningan
Mendak : Parijata, Bahan Kuningan
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Sepuh Jalak Sangu Tumpeng

Dhapur Jalak Sangu Tumpeng

Dalam tradisi keraton, Jalak Sangu Tumpeng merupakan salah satu dhapur yang memiliki kedudukan istimewa. Salah satu pusaka Keraton Yogyakarta yang paling dihormati, KKA Kopek, berdhapur Jalak Sangu Tumpeng dengan sor-soran berlapis emas bergaya Panji Wilis sebagai penanda pusaka keraton. Pusaka ini tidak hanya dimuliakan sebagai senjata, tetapi juga sebagai simbol ajaran hidup tentang sangu—bekal lahir dan batin yang harus dipersiapkan setiap manusia dalam menjalani kehidupan.

Kata tumpeng melambangkan kesiapan spiritual, keteguhan niat, dan keseimbangan hidup. Bentuknya yang menyerupai gunung mencerminkan kedudukan Tuhan Yang Maha Esa sebagai asal sekaligus tujuan akhir kehidupan. Sementara nasi kerucut yang dikelilingi aneka lauk melambangkan keselarasan antara manusia, alam, dan sumber kehidupan yang harus dijaga bersama.

Prosesi pemotongan pucuk tumpeng mengandung makna penghormatan kepada orang tua atau pemimpin sebagai lambang kebijaksanaan dan pengalaman. Nilai ini sejalan dengan falsafah Jawa mikul dhuwur mendhem jero, yakni menghormati dan memuliakan jasa para pendahulu.

Makna kebersamaan juga tercermin dalam sesanti mangan ora mangan waton kumpul, yang menegaskan bahwa kerukunan, kekeluargaan, dan persaudaraan lebih utama daripada kemewahan materi.

Dengan demikian, Dhapur Jalak Sangu Tumpeng bukan sekadar perlambang rezeki, melainkan simbol perjalanan hidup manusia: membawa bekal lahir dan batin, mendekatkan diri kepada Tuhan, hidup selaras dengan alam, serta menjaga keharmonisan dengan sesama.


Pamor Wos Wutah

Pamor Wos Wutah, atau dikenal pula sebagai Beras Wutah, merupakan salah satu motif pamor yang ditandai oleh butiran-butiran kecil yang tersebar merata di seluruh permukaan bilah sehingga menyerupai butir-butir beras yang tercecer.

Dalam falsafah Jawa, beras merupakan lambang kehidupan, kemakmuran, dan sumber penghidupan. Oleh karena itu, makna wutah bukan sekadar melambangkan kelimpahan rezeki, tetapi juga menjadi pengingat agar manusia mampu menjaga, merawat, dan mensyukuri setiap anugerah yang telah diterimanya.

Pamor Wos Wutah mengajarkan bahwa keberlimpahan akan membawa manfaat apabila disertai rasa syukur, kebijaksanaan, dan tanggung jawab. Rezeki yang dimiliki hendaknya digunakan secara bijaksana, bukan dihamburkan tanpa makna.

Dalam kehidupan berumah tangga, pamor ini juga menjadi pameling atau pengingat akan pentingnya menjaga kepercayaan. Sebagaimana beras yang telah tumpah sulit dikembalikan ke takarannya semula, demikian pula kepercayaan yang telah rusak tidak mudah dipulihkan. Oleh sebab itu, setiap ucapan, sikap, dan perbuatan hendaknya dilandasi kejujuran, kesetiaan, serta rasa saling menghormati.

Karena makna tersebut, Pamor Wos Wutah dipercaya melambangkan kelimpahan rezeki yang disertai keberkahan, keharmonisan keluarga, serta kemampuan menjaga hubungan yang dilandasi rasa saling percaya.


Tangguh Mataram Amangkurat

Keris ini bertangguh Mataram Amangkurat, sebuah periode pada abad ke-17 yang dikenal sebagai masa penuh pergolakan. Karakter tangguh ini tampak pada bilah yang berat dan nggindel, besi ngrasak dengan pamor kasap dan tlotor-tlotor, baja yang tebal dengan sepuhan tua, serta bentuk bilah yang corok dan terkesan adheg atau kaku. Gonjo yang besar, gandik rendah, serta pejetan yang dalam semakin menegaskan wataknya yang kokoh dan berwibawa.

Masa Amangkurat merupakan periode ketika Kesultanan Mataram menghadapi konflik internal sekaligus tekanan VOC. Dalam situasi seperti itu, keris tidak hanya menjadi karya seni, tetapi juga lambang keteguhan batin dan daya tahan menghadapi zaman. Karena itu, Jalak Sangu Tumpeng bertangguh Mataram Amangkurat menjadi pengingat bahwa di tengah masa yang sulit, manusia harus tetap berpegang pada kebijaksanaan, menjaga kepercayaan, dan tidak kehilangan arah dalam menjalani kehidupan.

 

TAG044

Keris Sepuh Jalak Sangu Tumpeng

Berat 1500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 1 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Mohon maaf, form diskusi dinonaktifkan pada produk ini.
Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

WhatsApp WhatsApp us