Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Admin PusakaKeris.com
● online
Admin PusakaKeris.com
● online
Halo, perkenalkan saya Admin PusakaKeris.com
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam 23.00
Beranda » Dhapur Godong Pring » Tombak Godong Pring Sepuh
click image to preview activate zoom

Tombak Godong Pring Sepuh

Rp 2.000.000
KodeFR051
Stok Tersedia (1)
Kategori Dhapur Godong Pring, Katalog Produk, Pamor Ngulit Semangka, Tangguh Mataram Amangkurat, Tombak
Jenis : Tombak Lurus
Dhapur Ron Pring / Godong Pring
Pamor Kulit Semangka
Tangguh Mataram Amangkurat
Warangka : Tutup Tombak, Kayu Kemuning
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Tombak Godong Pring Sepuh

Tombak Godong Pring Sepuh

Tombak Godong Pring merupakan salah satu dhapur tombak yang namanya diambil dari alam. Dalam bahasa Jawa, godong berarti daun, sedangkan pring berarti bambu. Maka secara harfiah, Godong Pring berarti daun bambu.

Penamaan ini tentu bukan tanpa alasan. Bentuk bilahnya yang ramping, memanjang, dan proporsional mengingatkan pada siluet daun bambu yang sederhana, namun anggun. Sebagaimana banyak nama dhapur dalam tradisi tosan aji, alam menjadi sumber inspirasi para empu dalam menciptakan sebuah karya, sekaligus menyisipkan pesan-pesan kehidupan di dalamnya.

Jika ditelaah lebih jauh, bambu merupakan salah satu tanaman yang memiliki kedudukan istimewa dalam kebudayaan Nusantara. Hampir seluruh bagian pohonnya dapat dimanfaatkan. Batangnya menjadi bahan bangunan, rebungnya menjadi makanan, ranting dan daunnya pun memiliki berbagai kegunaan. Dari situlah bambu sering dimaknai sebagai simbol kemanfaatan, yakni hidup yang memberi nilai bagi lingkungan di sekitarnya.

Sementara itu, daun bambu mengajarkan sesuatu yang lebih halus. Ia selalu bergerak mengikuti arah angin, namun tidak mudah patah. Ia lentur, tetapi tetap melekat pada batangnya. Filosofi ini mengajarkan bahwa dalam menjalani kehidupan, seseorang perlu memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan zaman tanpa kehilangan prinsip-prinsip yang menjadi pegangan hidupnya.

Bambu juga dikenal tumbuh secara bergerombol melalui satu rumpun. Meski batang-batangnya berdiri sendiri, seluruhnya saling terhubung oleh akar yang sama. Inilah perlambang persatuan, gotong royong, dan kekuatan yang lahir dari kebersamaan. Sebatang bambu mungkin mudah dipatahkan, tetapi satu rumpun bambu akan jauh lebih kokoh menghadapi terpaan angin.

Karena itu, Tombak Godong Pring dapat dimaknai sebagai simbol pribadi yang rendah hati, lentur dalam bersikap, mampu beradaptasi dengan perubahan, namun tetap berakar pada nilai-nilai kebajikan. Ia juga mengingatkan bahwa kemuliaan seseorang bukan hanya diukur dari kekuatannya, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dapat ia berikan kepada sesama.

Pada akhirnya, dhapur ini mengajarkan bahwa manusia hendaknya meneladani bambu. Semakin tinggi ia tumbuh, semakin tenang ia menghadapi angin. Semakin banyak manfaat yang diberikannya, semakin sedikit ia membanggakan dirinya.

Sebab dalam pandangan hidup Jawa, yang kuat bukanlah yang paling keras, melainkan yang mampu tetap tegak tanpa kehilangan kelenturannya.

FR051

Tombak Godong Pring Sepuh

Berat 15000 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 10 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Mohon maaf, form diskusi dinonaktifkan pada produk ini.
Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

WhatsApp WhatsApp us