Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Keris Jalak Sangu Tumpeng Mataram Senopati TUS
- Jual Blawong Keris Isi 1 Kayu Jati Ukir
- Keris Tangguh Tuban
- Pusaka Tombak Sigar Jantung Pamor Banyu Mili
- Keris Sinom Pamor Wengkon Mataram Sultan Agung
- Pusaka Keris Bethok Brojol Tangguh Tuban Jenggala
- Keris Pandawa Cinarita Pamor Uler Lulut Asli Majap
- Keris Brojol Pamor Keleng Tangguh Pajajaran Sepuh
Keris Tilam Upih Pamor Wengkon Isen
| Kode | TAG077 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Dhapur Tilam Upih, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Putri Kinurung, Pamor Wengkon Isen, Tangguh Tuban |
| Jenis | : Keris Leres |
| Dhapur | : Tilam Upih |
| Pamor | : Wengkon Isen + Putri Kinurung |
| Tangguh | : Tuban |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Kayu Gembol Jati |
| Deder/Handle | : Canteng, Kayu Kemuning Bang |
| Pendok | : Bunton Slorok, Bahan Tembaga |
| Mendak | : Kendhit, Bahan Kuningan |
Keris Tilam Upih Pamor Wengkon Isen
Dhapur Tilam Upih
Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus atau leres yang dikenal luas dalam tradisi perkerisan Jawa. Ricikannya relatif sederhana, yaitu gandik lugas, tikel alis, dan pejetan. Kesederhanaan ini justru menjadi salah satu karakter utama dhapur Tilam Upih.
Nama Tilam Upih berasal dari kata tilam, yang berarti alas atau tempat beristirahat, dan upih, yaitu pelepah pinang yang dahulu dapat dimanfaatkan sebagai alas sederhana. Dari pengertian tersebut, Tilam Upih kemudian dimaknai sebagai simbol ketenteraman, kenyamanan, dan kesejahteraan hidup.
Dalam konteks keluarga, filosofi tersebut berkembang menjadi harapan akan rumah tangga yang harmonis, tenteram, dan berkecukupan. Karena itu, Tilam Upih kerap dikaitkan dengan pusaka keluarga dan doa agar pemiliknya mampu membangun kehidupan yang baik, menjaga keharmonisan, serta meneruskan nilai-nilai keluarga kepada generasi berikutnya.
Maknanya bukan semata-mata tentang kemewahan, melainkan tentang kecukupan, kasih sayang, tanggung jawab, dan ketenteraman.
Sebutan “Ibu dari Semua Keris” yang kadang dilekatkan pada Tilam Upih lebih tepat dipahami sebagai ungkapan dalam tradisi tutur sebagian pemerhati keris, bukan istilah baku dalam nomenklatur dhapur.
Pamor Wengkon Isen
Pamor Wengkon Isen memiliki karakter berupa wengkon, yaitu garis pamor yang membingkai tepi bilah, sementara bagian tengahnya diisi atau di-isen dengan motif pamor lainnya.
Secara sederhana, wengkon dapat dimaknai sebagai bingkai, batas, atau pelindung, sedangkan isen berarti isi. Dari sini lahir filosofi bahwa sesuatu yang berharga tidak cukup hanya memiliki isi yang baik, tetapi juga membutuhkan batas dan perlindungan agar tetap terjaga.
Wengkon dapat dimaknai sebagai perlambang tata krama, pengendalian diri, dan batas moral, sementara isen menggambarkan ilmu, pengalaman, rezeki, keluarga, serta kebijaksanaan yang ada dalam diri seseorang.
Filosofinya mengingatkan bahwa kualitas manusia tidak hanya ditentukan oleh apa yang dimilikinya, tetapi juga oleh kemampuannya menjaga apa yang dimiliki tersebut. Ilmu perlu dijaga dengan kebijaksanaan, rezeki dengan tanggung jawab, dan keluarga dengan kasih sayang.
Dalam tradisi simbolik perkerisan, Wengkon Isen juga dikaitkan dengan harapan agar berbagai anugerah kehidupan senantiasa berada dalam perlindungan, tetap utuh, dan membawa manfaat.
Pamor Putri Kinurung
Pamor Putri Kinurung termasuk pamor tiban yang umumnya muncul pada bagian sor-soran bilah. Namanya diasosiasikan dengan seorang putri yang sedang dipingit, sebuah tradisi Jawa sebelum pernikahan.
Secara simbolik, Putri Kinurung menggambarkan kebaikan yang tidak perlu dipamerkan. Sebagaimana seorang putri yang berada dalam pingitan, sesuatu yang dijaga dan dirawat dengan baik pada waktunya akan memancarkan keindahannya sendiri.
Filosofi tersebut sejalan dengan ungkapan:
“Aruming jeneng ngambar-ambar saluming bumi, jaya-jaya wijayanti nir ing sambekala.”
Nama yang harum akan tersebar luas, sedangkan kebaikan yang dilakukan dengan tulus akan menjadi bekal untuk menghadapi kehidupan.
Dalam tradisi kepercayaan, motif Putri Kinurung juga dikaitkan dengan harapan akan pengayoman, perlindungan dari sambekala, pengendalian diri, dan ketenteraman keluarga. Pemaknaan mengenai tuah tersebut merupakan bagian dari tradisi simbolik yang diwariskan dalam budaya perkerisan.
Tangguh Tuban
Tangguh Tuban merupakan salah satu penamaan tangguh dalam tradisi perkerisan yang dikaitkan dengan lingkungan budaya Tuban. Beberapa karakter yang sering digunakan sebagai bahan pembanding antara lain pejetan yang relatif sempit, gandik cenderung tegak, bilah agak lebar atau nglimpo, serta gonjo yang relatif lurus hingga sedikit wuwung.
Pada gonjo dapat dijumpai karakter seperti kepala gonjo berbentuk buweng, bagian perut yang dikenal sebagai mbathok mengkurep, serta ekor dengan karakter nguceng mati. Ciri-ciri tersebut merupakan terminologi tradisional dalam pengamatan bentuk dan ricikan bilah.
Tuban memiliki posisi penting dalam sejarah Jawa sebagai kawasan pesisir yang berkaitan erat dengan perdagangan, politik, dan perkembangan kerajaan-kerajaan besar. Pada masa Majapahit, Tuban dikenal sebagai salah satu wilayah penting di pesisir utara.
Dalam ingatan budaya Tuban terdapat tokoh Ronggolawe, yang kisahnya berkaitan dengan masa awal Majapahit. Tradisi lokal juga mengenal kisah Brandal Lokajaya yang kemudian dikaitkan dengan perjalanan Sunan Kalijaga. Kisah-kisah tersebut menunjukkan kuatnya lapisan sejarah dan tradisi tutur yang berkembang di Tuban.
Dalam konteks perkerisan, lingkungan sejarah dan kebudayaan tersebut menjadi latar yang menarik untuk memahami perkembangan tradisi pembuatan bilah. Namun, identifikasi Tangguh Tuban tidak dapat ditentukan hanya dari sejarah wilayah atau satu ciri fisik.
Pasikutan, ricikan, proporsi bilah, karakter besi, pamor, gonjo, serta keseluruhan garap perlu dibaca secara bersama-sama sebelum menarik kesimpulan mengenai tangguh.
Catatan Identifikasi: Identifikasi dhapur, pamor, dan tangguh merupakan bagian dari pengetahuan dan terminologi tradisional perkerisan. Ciri yang disebutkan merupakan bahan pengamatan dan pembanding, bukan rumus tunggal. Hasil identifikasi dapat berbeda karena dipengaruhi kondisi bilah, usia, perawatan, kelengkapan ricikan, pengalaman pemerhati, sudut pandang, serta rujukan yang digunakan.
TAG077
Keris Tilam Upih Pamor Wengkon Isen
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 376 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Pusaka Keris Tilam Sari Pamor Beras Wutah Dhapur: Tilam Sari Pamor: Beras Wutah / Wos Wutah Kode: PK018 INFO SELENGKAPNYA Tentang Pusaka Keris Tilam Sari Pamor Beras Wutah Silahkan Hubungi Kami Melalui Whatsapp/Telp/SMS: 082177400100
Hubungi AdminKeris Keleng Slorok Kehijauan Tangguh Sendang Sedayu Majapahit Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Upih Pamor (motif lipatan besi) : Keleng Hurap (Besi slorok kehijauan dan hitam pekat khas tangguh sedayu) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Sedayu era Majapahit Panjang Bilah : 34 cm Warangka : Gayaman Surakarta Gandar Iras Kayu Trembalo… selengkapnya
Rp 2.555.000Keris Jalak Budho Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Jalak Budha Pamor (motif lipatan besi) : Keleng Panjang Bilah : 27, 3 Warangka : Sandhang Walikat Kayu Pinisium Nginden Handle / Gagang : Danarika Mendak : Iras Kode : PK308
Hubungi AdminKeris Sempana Luk 9 Pamor Putri Kinurung Tangguh Pajajaran Sepuh Kuno Tua Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sempono Luk 9 Pamor (motif lipatan besi) : Beras Wutah, Pamor Putri Kinurung di Bagian Sor-soran Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pajajaran Panjang Bilah : 32,2 cm Warangka : Gayaman Jogjakarta Kayu TImoho Kuno Handle / Gagang… selengkapnya
Rp 1.555.000Pusaka Keris Marak Pamor Kulit Semangka Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Marak (dhapur langka) Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka (besi padat pulen) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Demak abad ke 15 masehi Panjang Bilah : 33 cm pesi utuh masih panjang original Warangka : Gayaman Jogja Kayu Timoho Handle / Gagang :… selengkapnya
Rp 1.555.000Keris Pamor Singkir Angin Tangguh Tuban Majapahit Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Brojol Pamor (motif lipatan besi) : Singkir Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Tuban Era Majapahit Panjang Bilah : 33 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Trembalo Gandar Iras Kuno Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno Pendok : Blewah… selengkapnya
Rp 2.555.000Pusaka Keris Brojol Patrem Pamor Bendo Segodo Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Brojol Patrem Pamor (motif lipatan besi) : Bendo Segodo Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Tuban Mataram Abad Ke 16 Masehi Panjang Bilah : 25 cm Pesi masih utuh panjang original tidak sambungan Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Pandan Laut Kuno Handle… selengkapnya
Hubungi AdminDHAPUR TILAM UPIH Dhapur Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus atau leres yang sangat dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Ricikannya relatif sederhana, yaitu gandik lugas, tikel alis, dan pejetan. Kesederhanaan inilah yang justru menjadi salah satu ciri utama dhapur Tilam Upih. Nama Tilam Upih berasal dari kata tilam yang berarti alas atau tempat… selengkapnya
Rp 3.500.000












WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.