Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
Keris Maheso Lajer Pamor Dwi Warno Sepuh Kuno
Rp 1.800.000| Kode | PK138 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Dhapur Kebo Lajer, Keris, Keris Lurus, Keris Sepuh, Pamor Dwi Warno, Tangguh Pajajaran, TOSAN AJI 3 |
Keris Maheso Lajer Pamor Dwi Warno Sepuh Kuno
Keris Maheso Lajer Pamor Dwi Warno Sepuh Kuno
- Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Maheso Lajer / Kebo Lajer
- Pamor (motif lipatan besi) : Dwi Warno (Kulit Semangka & Pulo Tirto)
- Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pajajaran (Abad XIII)
- Panjang Bilah : 32 cm
- Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Timoho Kuno
- Handle / Gagang : Model Solo (Surakarta) Kayu Kemuning Bang Kuno
- Pendok : Blewah Surakarta Mamas Kuno
- Mendak : Tembaga Sepuh Perak Hias Mata Yakut
- Kode: PK138
Dialih rawatkan (dimaharkan) Keris Maheso Lajer Pamor Dwi Warno Sepuh Kuno sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.

Ulasan Keris Maheso Lajer Pamor Dwi Warno Sepuh Kuno
Keris dapur Kebo Lajer atau Mahesa Lajer, merupakan keris yang di harapkan untuk si pemiliki keris, agar dapat memiliki watak seperti kerbau jantan suci positif yang giat bekerja dengan jalan kesucian untuk menghidupi keluarga yang dipikulnya.
Terdapat beberapa ricikan pada Keris Kebo/Mahesa Lajer, antara lain: Kembang kacang, Jalen, Lambe gajah (seringkali lebih dari satu, kadang juga tidak ada), Blumbangan.
Adapun tuah maupun do’a yang dititipkan sang mpu dalam sebilah keris dhapur kebo lajer, dipercaya untuk menolak wabah penyakit dan menjadi sosok manusia arif yang disakralkan.
Sebagaimana dalam kepercayaan ummat hindu atau kejawen, kerbau merupakan hewan suci yang erat kaitannya dengan dewa Nandini, (tunggangan Dewa Shiwa). Dimana kerbau Nandini memiliki watak bijak, berani, pemberi dan sangat setia pada bendoronya.
Karena, kepercayaan ini sudah ada sejak jaman lampau, keris Kebo sering di miliki oleh para pengreh praja seperti, lurah, bupati, raja, bahkan golongan resi dll. Mereka percaya keris Dhapur Kebo Lajer bertuah untuk mengamankan dan mensucikan daerah kekuasaanya dari serangan hama tanaman, mengangkat drajat dan wibawa serta menghalau wabah dari berbagai penyakit.
Hal ini terbukti dari adanya Pusaka milik Keraton Yang Berdapur Mahesa Lajer atau Kebo Lajer yaitu, Kanjeng Kiai Ageng Mahesa Nular yang merupakan pusaka persembahan dari Kiai Mandureja kepada Nyai Mas Ageng Danureja I, isteri Sri Sultan Hamengku Buwono IV. Konon, keris tersebut sengaja dihadiahkan sebagai penambah kharisma Kasultanan beserta seluruh keravatnya di mata manca nagari.
Nama KEBO atau MAHESA sendiri, pada masa lampau, banyak dipakai oleh segenap Kesatria yang mana, di pundaknyalah beban tegaknya pilar sebuah Negara. dari fakta tersebut gelar KEBO atau MAHESA adalah satu nama yang cukup di hormati kedudukannya.
Hewan KERBAU atau MAHESA, sebenarnya Cukup dihormati, bahkan hingga saat ini jika kirab suro-an di keraton solo pun Kerbau Kyai Slametlah yang menjadi Cucuk lampahnya atau penjaga ujung tombak.
Beberapa kali ditemukan koleksi pusaka Berdapur Kebo atau Mahesa Lajer warisan milik seorang petinggi negara, ternyata merupakan Pusaka Utama yang diwariskan oleh leluhurnya. Setelah ditelusuri silsilahnya ternyata, sebagian dari mereka masih memiliki Garis keturunan dari darah biru hingga seorang RAJA.
Sebagian pecinta keris lain, mengatakan tuah Kebo Lajer diperuntukkan sebagai menambah atau memperkuat untuk membantu penghidupan petani, menyuburkan tanaman, penambah wibawa bahkan pesugihan. Menolak wabah penyakit ternak sehingga ternak dapat berkembang dengan baik serta memberikan haasil yang berlipat, tentu dengan kehendak sang pencipta.
Tentang Pamor Dwi Warno
PAMOR DWI WARNA, dalam dunia perkerisan merupakan istilah untuk menunjuk keris yang pada satu sisi bilahnya memiliki dua macam motif pamor dominan yang berlainan. Misalnya pada bilah ini terdapat motif Ngulit Semongko (Kulit Semangka) pada bagian sor-soran dan pamor Pulo Tirto di sepertiga bilah hingga ke pucuk.
PAMOR PULO TIRTO, bentuknya hampir mirip dengan pamor wos wutah. Perbedaaannya, pada pamor Pulo Tirto bulatan-bulatan yang ada lebih besar dan agak berjauhan atau lebih renggang tidak menggumpal satu sama lain seperti bentuk gugusan kepulauan dalam sebuah peta. Tuahnya untuk ketentraman hati pemilik, keharmonisan rumah tangga, dan kemudahan dalam mencari rejeki.
PAMOR NGULIT SEMONGKO, dinamakan pamor ngulit semongko (kulit semangka) karena pamornya mirip dengan alur-alur kulit buah semangka. Tuahnya dipercaya memudahkan mencari jalan rejeki dan mudah bergaul pada pada golongan mana saja dan siapa saja.
Tags: bahan pamor keris, jual keris kebo lajer, Jual Keris Maheso Lajer, Jual Keris Pamor Dwi Warna, keris kebo lajer kuno, keris kebo lajer mataram, keris kebo lajer pajajaran, keris kebo lajer pamor banyu mili, keris kebo lajer sepuh, keris kebo teki, keris maheso lajer, Keris Maheso Lajer Pamor Dwi Warno Sepuh Kuno, Keris Pamor Dwi Warna, keris pamor slewah, pamor keleng adalah, pamor nggajih, pamor pemilih, pamor tambal, pamor terbaik, tuah pamor ceprit
Keris Maheso Lajer Pamor Dwi Warno Sepuh Kuno
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 3.634 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Brojol Pamor Sodo Lanang Keris Brojol Pamor Sodo Lanang menghadirkan perjumpaan antara kesederhanaan bentuk dan kedalaman makna. Dhapur Brojol, yang menyerupai proses kelahiran, menjadi simbol awal mula kehidupan manusia—sebuah fase ketika segala kesombongan ditanggalkan dan yang tersisa hanyalah kepasrahan total kepada Sang Pencipta. Dalam konteks pusaka, Brojol mengajarkan kesadaran akan asal-usul diri, bahwa setiap langkah… selengkapnya
Rp 2.500.000Keris Pamor Langka Toya Mambeg Sepuh Keris adalah senjata tradisional Indonesia yang tidak hanya memiliki nilai sejarah dan budaya, tetapi juga memiliki berbagai macam pamor yang memiliki makna simbolis. Salah satu pamor yang cukup dikenal adalah Pamor Toya Mambeg, yang secara harfiah berarti “Air Menggenang” atau “Air yang terhenti dan tidak mengalir”. Pamor ini menggambarkan… selengkapnya
Rp 15.555.000Keris Jangkung Mangkurat Pamor Ron Genduru Sinebit Sepuh Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Jangkung Pamor (motif lipatan besi) : Ron Genduru Sinebit Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Amangkurat Panjang Bilah : 38 cm Warangka : Branggah Jogjakarta Kayu Timoho Kuno Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno Pendok : Bunton Jogjakarta Motif… selengkapnya
Rp 5.555.000Keris Pamor Kenanga Ginubah Tangguh Tuban Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Brojol Pamor (motif lipatan besi) : Kenanga Ginubah Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Tuban Mataram (Abad XV) Panjang Bilah : 35 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Timoho Kuno Handle / Gagang : Model Surakarta Kayu Kemuning Bang Kuno Pendok :… selengkapnya
Rp 1.755.000Keris Nogo Topo Kinatah Keris Nogo Topo Kinatah adalah salah satu koleksi keris dari tangguh era Kamardikan. Memiliki bentuk yang cukup gagah dengan kinatah full memenuhi bilah. Bentuk bilah dibuat ornamen penuh model krawangan. Sehingga nampak keris ini sangat istimewa dan megah. Kamardikan di ambil dari kata “Kemerdekaan” yang artinya keris ini dibuat pada jaman… selengkapnya
Rp 950.000Keris Brojol Pamor Pedaringan Kebak Rojo Gundolo Keris Brojol Pamor Pedaringan Kebak Rojo Gundolo adalah keris yang dhapurnya cukup banyak dikenal di kalangan perkerisan Nusantara. Keris Brojol adalah salah satu dhapur Keris lurus dengan ukuran panjang bilah normal. Bentuk Keris ini sangat sederhana dengan gandhik polos dan hanya terdapat pejetan saja, sedangkan ricikan lainnya tidak… selengkapnya
Rp 2.111.000LANGKA!! Keris Condong Campur Pamor Segoro Muncar Tangguh HB Sepuh Asli Original Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Condong Campur Pamor (motif lipatan besi) : Segoro Muncar Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : HB Sepuh (Hamengkubuwono) Panjang Bilah : 35,7 cm Warangka : Gayaman Jogjakarta Kayu Timoho Kuno Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno… selengkapnya
Rp 8.999.000




WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.