Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Admin PusakaKeris.com
● online
Admin PusakaKeris.com
● online
Halo, perkenalkan saya Admin PusakaKeris.com
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam 23.00
Beranda » Dhapur Brojol » Keris Brojol Pamor Keleng Tangguh Pajajaran Sepuh
click image to preview activate zoom

Keris Brojol Pamor Keleng Tangguh Pajajaran Sepuh

Rp 1.100.000
KodeTAG021
Stok Tersedia (1)
Kategori Dhapur Brojol, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Kelengan, Tangguh Pajajaran
Jenis : Keris Lurus
Dhapur Brojol
Pamor Keleng
Tangguh Pajajaran
Warangka : Gayaman Surakarta, Bahan Kayu Trembalo
Deder/Handle : Yudawinatan, Bahan Kayu Jati
Pendok : Bunton, Bahan Kuningan
Mendak : Rujakwuni, Bahan Kuningan
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Brojol Pamor Keleng Tangguh Pajajaran Sepuh

Dhapur Brojol

Kesederhanaan yang membawa kelancaran

Dhapur Brojol merupakan salah satu bentuk keris lurus dengan ukuran bilah yang proporsional. Ciri utamanya terletak pada kesederhanaan garap—gandhik polos tanpa ornamen, hanya dilengkapi pejetan sebagai satu-satunya ricikan, sementara elemen lainnya ditiadakan.

Kesederhanaan ini justru menjadi kekuatan utama. Ia mencerminkan keteguhan, ketepatan, dan kematangan sikap—tanpa perlu banyak hiasan untuk menunjukkan makna.

Secara filosofis, istilah “brojol” atau “mbrojol” berarti keluar dengan mudah dan lancar. Dari makna inilah keris ini dipercaya sebagai simbol doa dan harapan—agar pemiliknya senantiasa diberi kemudahan dalam menjalani kehidupan.

Baik dalam menghadapi persoalan, membuka jalan rezeki, hingga melambangkan kelancaran dalam proses kehidupan itu sendiri.

Keris Brojol adalah perlambang laku sederhana yang menghadirkan kemudahan.


Pamor Keleng

Kesunyian yang matang, kekuatan yang mengendap

Berbeda dengan keris berpamor pada umumnya, Keleng justru hadir tanpa motif pamor yang kasat mata. Bilahnya tampak hitam polos—namun di balik kesederhanaan itu tersimpan kedalaman makna dan kemampuan tempa yang tinggi.

Dalam dunia perkerisan, pamor sering dianggap sebagai representasi keindahan lahiriah—sesuatu yang terlihat, menarik, dan mudah dinikmati. Sementara Keleng adalah kebalikannya: sebuah demonstrasi kematangan olah besi, baik secara teknis maupun spiritual.

Bilah yang keleng menunjukkan tingkat pemurnian material yang tinggi, hasil dari proses tempa yang matang dan penuh ketelitian. Tidak adanya pamor bukan berarti tanpa nilai, justru menjadi penanda bahwa sang Empu telah mencapai tingkat penguasaan tertentu—mampu menghadirkan keindahan tanpa bergantung pada ornamen.

Secara filosofis, keris keleng mengajak pada satu perenungan:
bahwa setelah melalui perjalanan panjang dalam mengejar hal-hal duniawi, manusia pada akhirnya akan kembali pada kesederhanaan dan kedalaman batin.

Ia menjadi simbol pengendapan diri—menep, menahan hasrat, dan kembali menyelaraskan diri dengan Sang Pencipta.

Kesempurnaan garap dalam keris keleng juga mencerminkan:

  • Ketepatan dalam sikap dan etika
  • Keselarasan dengan lingkungan
  • Kematangan lahir dan batin

Tak heran jika keris keleng kerap dimaknai sebagai sumber inspirasi tentang ketulusan dan keikhlasan. Bahkan dalam pandangan tertentu, keris jenis ini dianggap memiliki kekuatan makna yang lebih dalam—karena lahir dari kesunyian, bukan dari tampilan.


Tangguh Pajajaran

Jejak lama dari tanah Pasundan

Tangguh Pajajaran merujuk pada gaya keris yang berkembang pada masa Kerajaan Pajajaran, sebuah kerajaan besar di tanah Sunda yang berlangsung antara abad ke-11 hingga ke-16 Masehi.

Dalam catatan sejarah, kerajaan ini berakhir pada tahun 1579 setelah serangan dari Kesultanan Banten di bawah Maulana Yusuf. Namun jejak budayanya, termasuk dalam dunia perkerisan, tetap hidup dan dikenali hingga kini.

Secara visual, keris tangguh Pajajaran memiliki karakter yang khas:

  • Pasikutan cenderung kaku dan tegas
  • Ganja berbentuk seperti bathok tengkurep
  • Sirah cecak panjang (landhung)
  • Gandhik miring dan memanjang
  • Bilah relatif besar dan tinggi
  • Luk (jika ada) tidak terlalu rapat
  • Sogokan berukuran sedang
  • Material besi tampak agak kepucatan, memberi kesan tua dan alami
  • Pamor bersifat sawetu (tidak direncanakan), dengan tampilan nggajih atau berlemak

Karakter ini mencerminkan gaya lama yang masih kuat dipengaruhi oleh kondisi alam dan teknik tempa awal—apa adanya, jujur, dan tidak dibuat-buat.

TAG021

Keris Brojol Pamor Keleng Tangguh Pajajaran Sepuh

Berat 1500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 3 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Mohon maaf, form diskusi dinonaktifkan pada produk ini.
Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

WhatsApp WhatsApp us