Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
Keris Brojol Pamor Keleng Tangguh Pajajaran Sepuh
Rp 1.100.000| Kode | TAG021 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Dhapur Brojol, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Kelengan, Tangguh Pajajaran |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Brojol |
| Pamor | : Keleng |
| Tangguh | : Pajajaran |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Bahan Kayu Trembalo |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Bahan Kayu Jati |
| Pendok | : Bunton, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Rujakwuni, Bahan Kuningan |
Keris Brojol Pamor Keleng Tangguh Pajajaran Sepuh
Dhapur Brojol
Kesederhanaan yang membawa kelancaran
Dhapur Brojol merupakan salah satu bentuk keris lurus dengan ukuran bilah yang proporsional. Ciri utamanya terletak pada kesederhanaan garap—gandhik polos tanpa ornamen, hanya dilengkapi pejetan sebagai satu-satunya ricikan, sementara elemen lainnya ditiadakan.
Kesederhanaan ini justru menjadi kekuatan utama. Ia mencerminkan keteguhan, ketepatan, dan kematangan sikap—tanpa perlu banyak hiasan untuk menunjukkan makna.
Secara filosofis, istilah “brojol” atau “mbrojol” berarti keluar dengan mudah dan lancar. Dari makna inilah keris ini dipercaya sebagai simbol doa dan harapan—agar pemiliknya senantiasa diberi kemudahan dalam menjalani kehidupan.
Baik dalam menghadapi persoalan, membuka jalan rezeki, hingga melambangkan kelancaran dalam proses kehidupan itu sendiri.
Keris Brojol adalah perlambang laku sederhana yang menghadirkan kemudahan.
Pamor Keleng
Kesunyian yang matang, kekuatan yang mengendap
Berbeda dengan keris berpamor pada umumnya, Keleng justru hadir tanpa motif pamor yang kasat mata. Bilahnya tampak hitam polos—namun di balik kesederhanaan itu tersimpan kedalaman makna dan kemampuan tempa yang tinggi.
Dalam dunia perkerisan, pamor sering dianggap sebagai representasi keindahan lahiriah—sesuatu yang terlihat, menarik, dan mudah dinikmati. Sementara Keleng adalah kebalikannya: sebuah demonstrasi kematangan olah besi, baik secara teknis maupun spiritual.
Bilah yang keleng menunjukkan tingkat pemurnian material yang tinggi, hasil dari proses tempa yang matang dan penuh ketelitian. Tidak adanya pamor bukan berarti tanpa nilai, justru menjadi penanda bahwa sang Empu telah mencapai tingkat penguasaan tertentu—mampu menghadirkan keindahan tanpa bergantung pada ornamen.
Secara filosofis, keris keleng mengajak pada satu perenungan:
bahwa setelah melalui perjalanan panjang dalam mengejar hal-hal duniawi, manusia pada akhirnya akan kembali pada kesederhanaan dan kedalaman batin.
Ia menjadi simbol pengendapan diri—menep, menahan hasrat, dan kembali menyelaraskan diri dengan Sang Pencipta.
Kesempurnaan garap dalam keris keleng juga mencerminkan:
- Ketepatan dalam sikap dan etika
- Keselarasan dengan lingkungan
- Kematangan lahir dan batin
Tak heran jika keris keleng kerap dimaknai sebagai sumber inspirasi tentang ketulusan dan keikhlasan. Bahkan dalam pandangan tertentu, keris jenis ini dianggap memiliki kekuatan makna yang lebih dalam—karena lahir dari kesunyian, bukan dari tampilan.
Tangguh Pajajaran
Jejak lama dari tanah Pasundan
Tangguh Pajajaran merujuk pada gaya keris yang berkembang pada masa Kerajaan Pajajaran, sebuah kerajaan besar di tanah Sunda yang berlangsung antara abad ke-11 hingga ke-16 Masehi.
Dalam catatan sejarah, kerajaan ini berakhir pada tahun 1579 setelah serangan dari Kesultanan Banten di bawah Maulana Yusuf. Namun jejak budayanya, termasuk dalam dunia perkerisan, tetap hidup dan dikenali hingga kini.
Secara visual, keris tangguh Pajajaran memiliki karakter yang khas:
- Pasikutan cenderung kaku dan tegas
- Ganja berbentuk seperti bathok tengkurep
- Sirah cecak panjang (landhung)
- Gandhik miring dan memanjang
- Bilah relatif besar dan tinggi
- Luk (jika ada) tidak terlalu rapat
- Sogokan berukuran sedang
- Material besi tampak agak kepucatan, memberi kesan tua dan alami
- Pamor bersifat sawetu (tidak direncanakan), dengan tampilan nggajih atau berlemak
Karakter ini mencerminkan gaya lama yang masih kuat dipengaruhi oleh kondisi alam dan teknik tempa awal—apa adanya, jujur, dan tidak dibuat-buat.
TAG021
Keris Brojol Pamor Keleng Tangguh Pajajaran Sepuh
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 205 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Pamor Wos Wutah Putri Kinurung Keris pamor Wos Wutah Putri Kinurung adalah salah satu pusaka yang memancarkan pesona halus sekaligus misterius. Pamornya yang menyerupai butiran gabah tumpah, tersusun alami di permukaan bilah, menghadirkan kesan kesuburan, kelimpahan, dan berkah yang tidak putus. Sementara sebutan Putri Kinurung memberi nuansa lebih dalam—menggambarkan sesuatu yang berharga, dijaga, tersimpan,… selengkapnya
Rp 2.800.000Keris Parungsari Kinatah Emas Panji Wilis Mataram Senopaten Keris Parungsari Kinatah Emas Panji Wilis Mataram Senopaten – Keris Parungsari, dalam makna yang luas, merepresentasikan nilai-nilai keindahan—keindahan yang muncul dari keluhuran budi serta harmoni yang terjalin antara sesama makhluk. Menatap keris ini, mata akan terpana oleh keindahan garap serta ornamen kinatah emas yang tergurat pada gandik… selengkapnya
Rp 12.000.000Pusaka Keris Mahesa Teki Pamor Kulit Semangka Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Kebo Teki / Mahesa Teki Pamor (motif lipatan besi) : Ngulit Semangka Kebak ( Pamor Putih) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Abad Ke 17 Masehi Panjang Bilah : 33 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Mangga Hutan Kuno Bawaan Bilah… selengkapnya
Rp 2.550.000Pusaka Keris Dhapur Langka Kaliko Bendo Pamor Keleng Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Kaliko Bendo (dhapur langka) Pamor (motif lipatan besi) : Kelengan (besi padat pulen) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pengging Panjang Bilah : 33 cm Pesi utuh masih panjang original Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Timoho Handle / Gagang : Surakarta Kayu… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Corok Pajajaran Kuno Keris Corok Pajajaran Kuno kuno ini adalah koleksi kami yang berdhapur Tilam Upih, dhapur yang cukup familiar di kalangan perkerisan. Keris Tilam Upih merupakan simbol harapan akan hidup yang berkecukupan, tak heran jika keris ini sebagai keris keluarga yang diwariskan turun-temurun kepada anak-cucunya. Keris Tilam Upih juga disebut Ibu dari semua… selengkapnya
Rp 2.555.000Keris Pulanggeni Keleng Luk 5 Tuban Pajajaran Keris Pulanggeni Keleng Luk 5 Pajajaran adalah salah satu koleksi dari ratusan koleksi kami. Keris ini secara keseluruhan memiliki bentuk yang masih cukup utuh. Untuk pamor, keris ini berpamor Keleng atau tanpa pamor. Lalu untuk tangguhnya, keris ini diperkirakan tangguh Pajajaran. Memakai sandangan warangka model Ladrang Surakarta berbahan… selengkapnya
Hubungi AdminPusaka Keris Jaran Goyang Majapahit Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Jaran Goyang Luk 7 Pamor (motif lipatan besi) : Beras Wutah Ceprit Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Majapahit Abad Ke 14 Masehi Panjang Bilah :33,5 cm Warangka : Gayaman Jogjakarta Gandar Iras Kayu Trembalo Kuno Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno Pendok… selengkapnya
Hubungi AdminPedang Luwu Kabudhan Kuno Dhapur/ Nama bentuk Pedang : Pedang luwuk Pamor / Motif Lipatan Besi : keleng nglempung Tangguh : kabudhan purwacarita (era candi borobudur) Panjang bilah tajam : 44,5 cm Panjang Total Ketika Disarungkan : 60 cm Warangka : Kayu jati Handel / Gagang Pedang : Kayu jati Kode : PK189
Rp 1.500.000


















WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.