Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Dhapur Keris Yuyu Rumpung
- Tilam Upih Gonjo Sumber Tuban Pineti
- Keris Tangguh Kahuripan Abad 12
- Keris Kebo Teki Keleng Tangguh Tuban Majapahit Kun
- Pendok Keris Blewah Surakarta Kemalo Hitam Kelas P
- Keris Sempana Luk 9 Pamor Setro Banyu Sepuh Kuno
- Keris Pamor Dwi Warna Tunggak Semi Wengkon Isen
- Keris Pamor Pancuran Mas Tuban Sepuh
Keris Patrem Pamor Junjung Derajat Tangguh Tuban
| Kode | TAG095 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Dhapur Brojol, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Junjung Derajat, Tangguh Tuban |
| Jenis | : Keris Patrem |
| Dhapur | : Brojol |
| Pamor | : Junjung Derajat |
| Tangguh | : Tuban |
| Warangka | : Sandang Walikat, Bahan Kayu Timoho |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Bahan Kayu Timoho |
| Pendok | : Bunton, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Parijatha, Bahan Kuningan |
Keris Patrem Pamor Junjung Derajat Tangguh Tuban
Keris Patrem
Patrem merupakan sebutan untuk keris berukuran kecil, umumnya sekitar 15–25 cm, sehingga lebih ringkas dan mudah dibawa sebagai ageman. Dalam tradisi perkerisan, Patrem sering dikaitkan dengan kaum perempuan dan anak-anak, meskipun penyebutan tersebut tidak harus dipahami sebagai batas mutlak penggunaannya.
Ukurannya yang kecil membuat Patrem memiliki karakter yang berbeda dari keris berukuran umum. Bentuk bilahnya cenderung sederhana, dengan ricikan yang tidak banyak. Dalam tradisi tutur, Patrem juga dikaitkan dengan kebutuhan perlindungan diri pada masa lalu, ada pula pendapat bahwa patrem juga dipakai untuk prajurit dalam misi khusus.
Ada pula pemaknaan yang menghubungkan istilah Patrem dengan ungkapan “Panggane Ingkang Damel Tentrem”, yang kurang lebih dimaknai sebagai sesuatu yang memberikan ketenteraman. Pemaknaan ini dapat dibaca sebagai simbol bahwa seseorang akan merasa lebih tenteram ketika memiliki bekal untuk menjaga dirinya.
Dengan demikian, Patrem tidak hanya menarik karena ukurannya yang kecil, tetapi juga karena memperlihatkan bagaimana keris dapat hadir sebagai ageman yang praktis, simbol perlindungan, sekaligus bagian dari kehidupan sosial masyarakat pada zamannya.
Dhapur Brojol
Dhapur Brojol merupakan salah satu dhapur keris lurus atau leres dengan ricikan yang sederhana, yaitu gandik lugas dan pejetan. Kesederhanaan tersebut menjadi salah satu ciri utama dhapur Brojol.
Nama brojol berkaitan dengan pengertian keluar atau lolos dari suatu keadaan. Dalam pemaknaan simbolik, hal ini kemudian dikaitkan dengan proses kelahiran, ketika seorang bayi brojol keluar dari rahim dan memulai perjalanan hidupnya.
Dari makna tersebut, Brojol dapat menjadi simbol awal kehidupan, kepasrahan, dan harapan untuk dapat keluar dari berbagai kesulitan. Mbrojol juga dapat dimaknai sebagai harapan agar segala urusan dapat menemukan jalan keluarnya.
Karena itu, Brojol dapat menjadi pameling bahwa dalam menghadapi kehidupan manusia perlu berusaha, berdoa, dan berserah diri, sambil terus mencari jalan untuk melewati setiap kesulitan yang dihadapi.
Pamor Junjung Derajat
Pamor Junjung Derajat memiliki makna yang cukup jelas dari namanya. Junjung derajat berarti mengangkat atau meninggikan derajat.
Makna tersebut kemudian menjadi simbol doa agar kehidupan pemiliknya senantiasa mengalami peningkatan. Namun derajat tidak hanya berkaitan dengan jabatan, kekayaan, atau kedudukan sosial. Derajat juga dapat tercermin dari ilmu, perilaku, tanggung jawab, kehormatan, dan manfaat bagi orang lain.
Karena itu, Junjung Derajat bukan sekadar harapan untuk menjadi lebih tinggi kedudukannya, tetapi juga pengingat bahwa semakin tinggi seseorang berada, semakin besar pula tanggung jawabnya.
Dalam tradisi perkerisan, pemaknaan pamor merupakan bagian dari doa dan harapan pemilik. Maka Junjung Derajat dapat dibaca sebagai doa agar kehidupan senantiasa meningkat ke arah yang lebih baik, baik dalam rezeki, ilmu, budi pekerti, kewibawaan, maupun kemanfaatan.
Tangguh Tuban
Tangguh Tuban dikenal memiliki karakter bilah yang sederhana namun gagah. Keris Tuban umumnya berupa keris lurus atau leres, dan banyak dijumpai pada dhapur seperti Tilam Upih, Tilam Sari, dan Brojol.
Ciri yang sering digunakan untuk mengenali keris Tuban antara lain pejetan yang sempit, gandik yang tegak, serta bilah yang cenderung nglimpo atau agak lebar. Gonjanya umumnya lurus atau sedikit melengkung atau wuwung, dengan kepala gonjo berbentuk bueng, bagian perut mbathok mengkurep, dan ekor nguceng mati.
Keris Tuban juga umumnya tidak banyak menggunakan ricikan yang rumit. Pamornya banyak ditemukan dalam teknik mlumah, seperti Wos Wutah dan Pedaringan Kebak. Karakter yang sederhana dan lugas tersebut menjadi salah satu ciri khas keris pesisiran Tuban.
Karakter tersebut tidak terlepas dari sejarah Tuban sebagai kota pelabuhan penting di pesisir utara Jawa. Pada masa Majapahit, Tuban menjadi salah satu pelabuhan besar dan pusat perdagangan. Lingkungan pesisir yang terbuka terhadap berbagai kelompok dan kebudayaan turut membentuk karakter masyarakat yang dikenal lebih lugas, terbuka, dan praktis.
Kesan tersebut seolah tercermin pula dalam kerisnya. Bentuk yang sederhana, lurus, dan fungsional menghadirkan karakter tegas, lugas, dan tidak berlebihan.
Dalam perkembangannya, dikenal pula penyebutan Tuban Majapahit, Tuban Pajajaran, Tuban Jenggala, dan Tuban Mataram, yang menunjukkan kaitan keris Tuban dengan lingkungan zaman dan kerajaan yang berbeda.
TAG095
Keris Patrem Pamor Junjung Derajat Tangguh Tuban
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 253 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Sengkelat Luk 13 Mataram Sultan Agung Pamor Akhodiyat Meteor Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sangkelat Pamor (motif lipatan besi) : Pedaringan Kebak Meteor Akhodiyat Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Sultan Agung Panjang Bilah : 35 cm Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Trembalo Kuno Handle / Gagang : Kayu Tayuman Kuno Pendok :… selengkapnya
Rp 4.555.000Pusaka Tombak Banyak Angrem Pamor Kulit Semangka Pajajaran Dhapur Tombak (jenis bentuk tombak) : Banyak Angrem Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pajajaran (Abad XII) Panjang Bilah Tajam : 22 cm Panjang Pesi : 9,1 cm Warangka : Kayu Trembalo Landeyan : Kayu Jati 32 cm Kode: PK104… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Nogo Sosro Sabuk Inten Kamardikan Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Nogo Sosro Sabuk Inten Luk 11 Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kamardikan Panjang Bilah :36 cm Warangka : Gayaman Solo Kayu Jati Handle / Gagang : Kayu Jati Pendok : Bunton Solo Kuningan Mendak : Kuningan… selengkapnya
Hubungi AdminKERIS KUNO!! Tangguh Majapahit Tilam Upih Pamor Tirto Tumetes Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Upih Pamor (motif lipatan besi) : Tirto Tumetes Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Majapahit (besi padat basah dan pamor berkarakter) Panjang Bilah : 34 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Timoho Kuno Handle / Gagang : Kemuning Bang Kuno… selengkapnya
Rp 2.150.000Keris Tilam Sari Pamor Jung Isi Dunyo Mataram Sultan Agung Keris Tilam Sari Pamor Jung Isi Dunyo Mataram Sultan Agung merupakan salah satu dari ratusan koleksi pusaka keris kami. Keris ini termasuk dalam golongan jenis keris lurus. Jika dilihat dari bentuk dan ricikannya, keris ini berdhapur Tilam Sari. Untuk pamor yang tergurat di sekujur bilahnya adalah… selengkapnya
Rp 2.000.000Keris Corok Pulanggeni Pamor Keleng Hurap Besi Kehijauan Sepuh Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Pulanggeni Pamor (motif lipatan besi) : Keleng Hurap Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kesultanan Cirebon Panjang Bilah : 39 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Jati Alas Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno Mendak : Tembaga Hias Permata… selengkapnya
Rp 3.333.000Pusaka Keris Sabuk Tampar Pamor Bendo Segodo Sepuh Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sabuk Tampar Luk 9 (dhapur Langka) Pamor (motif lipatan besi) : Bendo Segodo Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Tundung Madiun Era Mataram Abad XVIII Panjang Bilah : 36 cm Pesi masih utuh panjang original tidak sambungan Warangka : Ladrang Surakarta Kayu… selengkapnya
Hubungi AdminKujang Lanang Pajajaran Kuno Dhapur / Bentuk : Kujang Lanang (antik langka) Pamor : Beras Wutah Tangguh : Pajajaran Panjang Bilah : 21 panjang total kujang & warangka : 37 cm warangka : Kayu Sono Keling Handle / Gagang : Kayu Sono Keling Kode: PK186
Hubungi AdminTombak Pusaka Baru Kuping Pamor Mrambut Dhapur / Jenis Bentuk Tombak : Baru Kuping Tangguh / Masa Pembuatan : Kasultanan Cirebon Sepuh Pamor / Motif lipatan besi : Sanak Mrambut Panjang Bilah Tajam : 19,5 cm Panjang Pesi : 10 cm Warangka : Kayu SOno Keling / Rose Wood Landeyan : Kayu Jati 50 cm… selengkapnya
Hubungi Admin














WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.