Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Admin PusakaKeris.com
● online
Admin PusakaKeris.com
● online
Halo, perkenalkan saya Admin PusakaKeris.com
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam 23.00
Beranda » Dhapur Brojol » Keris Patrem Pamor Junjung Derajat Tangguh Tuban
click image to preview activate zoom

Keris Patrem Pamor Junjung Derajat Tangguh Tuban

Rp 2.000.000
KodeTAG095
Stok Tersedia (1)
Kategori Dhapur Brojol, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Junjung Derajat, Tangguh Tuban
Jenis : Keris Patrem
Dhapur Brojol
Pamor Junjung Derajat
Tangguh Tuban
Warangka : Sandang Walikat, Bahan Kayu Timoho
Deder/Handle : Yudawinatan, Bahan Kayu Timoho
Pendok : Bunton, Bahan Kuningan
Mendak : Parijatha, Bahan Kuningan
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Patrem Pamor Junjung Derajat Tangguh Tuban

Keris Patrem

Patrem merupakan sebutan untuk keris berukuran kecil, umumnya sekitar 15–25 cm, sehingga lebih ringkas dan mudah dibawa sebagai ageman. Dalam tradisi perkerisan, Patrem sering dikaitkan dengan kaum perempuan dan anak-anak, meskipun penyebutan tersebut tidak harus dipahami sebagai batas mutlak penggunaannya.

Ukurannya yang kecil membuat Patrem memiliki karakter yang berbeda dari keris berukuran umum. Bentuk bilahnya cenderung sederhana, dengan ricikan yang tidak banyak. Dalam tradisi tutur, Patrem juga dikaitkan dengan kebutuhan perlindungan diri pada masa lalu, ada pula pendapat bahwa patrem juga dipakai untuk prajurit dalam misi khusus.

Ada pula pemaknaan yang menghubungkan istilah Patrem dengan ungkapan “Panggane Ingkang Damel Tentrem”, yang kurang lebih dimaknai sebagai sesuatu yang memberikan ketenteraman. Pemaknaan ini dapat dibaca sebagai simbol bahwa seseorang akan merasa lebih tenteram ketika memiliki bekal untuk menjaga dirinya.

Dengan demikian, Patrem tidak hanya menarik karena ukurannya yang kecil, tetapi juga karena memperlihatkan bagaimana keris dapat hadir sebagai ageman yang praktis, simbol perlindungan, sekaligus bagian dari kehidupan sosial masyarakat pada zamannya.

 

Dhapur Brojol

Dhapur Brojol merupakan salah satu dhapur keris lurus atau leres dengan ricikan yang sederhana, yaitu gandik lugas dan pejetan. Kesederhanaan tersebut menjadi salah satu ciri utama dhapur Brojol.

Nama brojol berkaitan dengan pengertian keluar atau lolos dari suatu keadaan. Dalam pemaknaan simbolik, hal ini kemudian dikaitkan dengan proses kelahiran, ketika seorang bayi brojol keluar dari rahim dan memulai perjalanan hidupnya.

Dari makna tersebut, Brojol dapat menjadi simbol awal kehidupan, kepasrahan, dan harapan untuk dapat keluar dari berbagai kesulitan. Mbrojol juga dapat dimaknai sebagai harapan agar segala urusan dapat menemukan jalan keluarnya.

Karena itu, Brojol dapat menjadi pameling bahwa dalam menghadapi kehidupan manusia perlu berusaha, berdoa, dan berserah diri, sambil terus mencari jalan untuk melewati setiap kesulitan yang dihadapi.

 

Pamor Junjung Derajat

Pamor Junjung Derajat memiliki makna yang cukup jelas dari namanya. Junjung derajat berarti mengangkat atau meninggikan derajat.

Makna tersebut kemudian menjadi simbol doa agar kehidupan pemiliknya senantiasa mengalami peningkatan. Namun derajat tidak hanya berkaitan dengan jabatan, kekayaan, atau kedudukan sosial. Derajat juga dapat tercermin dari ilmu, perilaku, tanggung jawab, kehormatan, dan manfaat bagi orang lain.

Karena itu, Junjung Derajat bukan sekadar harapan untuk menjadi lebih tinggi kedudukannya, tetapi juga pengingat bahwa semakin tinggi seseorang berada, semakin besar pula tanggung jawabnya.

Dalam tradisi perkerisan, pemaknaan pamor merupakan bagian dari doa dan harapan pemilik. Maka Junjung Derajat dapat dibaca sebagai doa agar kehidupan senantiasa meningkat ke arah yang lebih baik, baik dalam rezeki, ilmu, budi pekerti, kewibawaan, maupun kemanfaatan.

 

Tangguh Tuban

Tangguh Tuban dikenal memiliki karakter bilah yang sederhana namun gagah. Keris Tuban umumnya berupa keris lurus atau leres, dan banyak dijumpai pada dhapur seperti Tilam Upih, Tilam Sari, dan Brojol.

Ciri yang sering digunakan untuk mengenali keris Tuban antara lain pejetan yang sempit, gandik yang tegak, serta bilah yang cenderung nglimpo atau agak lebar. Gonjanya umumnya lurus atau sedikit melengkung atau wuwung, dengan kepala gonjo berbentuk bueng, bagian perut mbathok mengkurep, dan ekor nguceng mati.

Keris Tuban juga umumnya tidak banyak menggunakan ricikan yang rumit. Pamornya banyak ditemukan dalam teknik mlumah, seperti Wos Wutah dan Pedaringan Kebak. Karakter yang sederhana dan lugas tersebut menjadi salah satu ciri khas keris pesisiran Tuban.

Karakter tersebut tidak terlepas dari sejarah Tuban sebagai kota pelabuhan penting di pesisir utara Jawa. Pada masa Majapahit, Tuban menjadi salah satu pelabuhan besar dan pusat perdagangan. Lingkungan pesisir yang terbuka terhadap berbagai kelompok dan kebudayaan turut membentuk karakter masyarakat yang dikenal lebih lugas, terbuka, dan praktis.

Kesan tersebut seolah tercermin pula dalam kerisnya. Bentuk yang sederhana, lurus, dan fungsional menghadirkan karakter tegas, lugas, dan tidak berlebihan.

Dalam perkembangannya, dikenal pula penyebutan Tuban Majapahit, Tuban Pajajaran, Tuban Jenggala, dan Tuban Mataram, yang menunjukkan kaitan keris Tuban dengan lingkungan zaman dan kerajaan yang berbeda.

 

TAG095

Keris Patrem Pamor Junjung Derajat Tangguh Tuban

Berat 1500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 2 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Mohon maaf, form diskusi dinonaktifkan pada produk ini.
Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

WhatsApp WhatsApp us