Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Keris Termahal
- Keris Jalak Sangu Tumpeng Pamor Jung Isi Dunyo
- Pusaka Keris Carang Soka Mataram Amangkurat
- Keris Guling Mataram Luk 13 Dhapur Parungsari TUS
- Blawong Keris Bahan Kayu Jati Ukir Bunga Melati
- Keris Sengkelat Luk 13 Tangguh Demak
- Keris Pandhawa Lare Majapahit Pamor Keleng
- Keris Sengkelat Luk 13 Tangguh Pajang Mataram Pamo
Keris Pudhak Panimbal Luk 9 Pamor Wengkon Isen
Rp 35.000.000| Kode | DN030 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Dhapur Pudhak Panimbal, Katalog Produk, Keris, Keris Luk 9, Pamor Wengkon Isen, Tangguh Mataram Amangkurat |
| Jenis | : Keris Luk 9 |
| Dhapur | : Pudhak Panimbal |
| Pamor | : Wengkon Isen |
| Tangguh | : Mataram Amangkurat |
| Warangka | : Branggah Yogyakarta, Bahan Kayu Timoho Pelet Mbelang Sapi |
| Deder/Handle | : Krajan, Bahan Kayu Kemuning Bang |
| Pendok | : Bunton, Bahan Mamas |
| Mendak | : Parijata, Bahan Perak |
Keris Pudhak Panimbal Luk 9 Pamor Wengkon Isen
Dhapur Pudhak Panimbal Luk 9
Dhapur Pudhak Panimbal merupakan salah satu dhapur keris luk 9 yang tergolong langka. Dhapur ini merupakan pengembangan dari Panimbal, dengan ciri khas hadirnya ricikan pudhak sategal pada bagian sor-soran. Perpaduan tersebut menjadikan Pudhak Panimbal sebagai dhapur yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga sarat akan makna filosofis.
Secara etimologi, nama Pudhak Panimbal tersusun dari dua simbol penting dalam tradisi Jawa.
Pudhak adalah bunga pandan yang dikenal karena keharumannya. Dalam budaya Jawa, pudhak melambangkan keharuman nama, keluhuran budi, serta manfaat bagi sesama. Tanaman pandan sendiri tumbuh sederhana, namun hampir seluruh bagiannya berguna bagi kehidupan. Oleh karena itu, ricikan pudhak pada keris menjadi perlambang agar manusia senantiasa menjadi pribadi yang membawa ketenteraman, memberikan manfaat, dan meninggalkan nama baik sepanjang hayat.
Sementara itu, Panimbal adalah nama palu kecil yang digunakan empu saat menempa keris. Lebih dari sekadar alat pemukul, panimbal berfungsi sebagai alat pemberi aba-aba kepada para panjak. Melalui ketukan panimbal, sang empu mengarahkan irama, kekuatan pukulan, hingga proses pembentukan bilah. Dari sinilah panimbal dimaknai sebagai simbol kepemimpinan, ketegasan, kebijaksanaan dalam memberi arah, serta kemampuan memengaruhi tanpa harus banyak berkata-kata.
Perpaduan kedua makna tersebut menjadikan Pudhak Panimbal sebagai perlambang seorang pemimpin yang tidak hanya mampu memberi arahan, tetapi juga menghadirkan kesejukan, keteladanan, dan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Wibawanya lahir bukan karena kekuasaan, melainkan karena karakter, kebijaksanaan, dan ketulusan dalam mengabdi.
Pamor Wengkon Isen
Keris ini dihiasi Pamor Wengkon Isen, salah satu pamor yang memiliki karakter sangat khas. Polanya ditandai oleh hadirnya wengkon, yaitu garis pamor yang membingkai tepi bilah, sementara bagian tengah bilah diisi (isen) oleh motif pamor lainnya. Perpaduan tersebut menghasilkan komposisi yang indah sekaligus memiliki makna simbolik yang mendalam.
Secara etimologi, wengkon berarti bingkai, batas, pagar, atau pelindung, sedangkan isen berarti isi atau sesuatu yang memenuhi bagian dalam. Dari makna tersebut lahirlah filosofi bahwa kehidupan yang baik bukan hanya memiliki isi yang bernilai, tetapi juga memiliki batas yang menjaganya.
Dalam falsafah Jawa, wengkon melambangkan pagar yang menjaga segala sesuatu yang berharga, sedangkan isen melambangkan ilmu, pengalaman, rezeki, keluarga, hingga kebijaksanaan yang dimiliki seseorang. Filosofi ini mengajarkan bahwa setiap anugerah hendaknya dijaga dengan akhlak, pengendalian diri, dan kebijaksanaan agar tetap membawa keberkahan.
Pamor ini juga menggambarkan keseimbangan antara lahir dan batin. Bingkai pada bagian luar melambangkan tata krama, karakter, dan sikap seseorang di hadapan masyarakat, sedangkan isi di bagian dalam melambangkan kualitas batin, ilmu pengetahuan, dan kedewasaan berpikir. Keindahan sejati bukan hanya tampak dari luar, tetapi juga berasal dari isi diri yang luhur.
Di sisi lain, Wengkon Isen juga menjadi perlambang keteguhan dalam memegang prinsip. Sebagaimana pagar memiliki batas yang jelas, manusia pun hendaknya memahami batas moral dalam setiap tindakan: mengetahui kapan harus berbicara, kapan harus diam, kapan melangkah, dan kapan menahan diri.
Dalam tradisi perkerisan Jawa, pamor Wengkon Isen juga sering dikaitkan dengan harapan agar rezeki, keluarga, kedudukan, dan segala anugerah kehidupan senantiasa berada dalam lindungan sehingga tetap utuh, terjaga, dan membawa manfaat. Pemaknaan tersebut merupakan bagian dari tradisi simbolik masyarakat Jawa yang diwariskan secara turun-temurun.
Tangguh Mataram Amangkurat
Pada masa pemerintahan Sunan Amangkurat I, Kesultanan Mataram masih menjadi kekuatan terbesar di Pulau Jawa. Berbeda dengan Sultan Agung yang berorientasi pada perluasan wilayah, Amangkurat I lebih memusatkan perhatian pada penguatan kekuasaan di dalam negeri. Ia menerapkan pemerintahan yang sentralistis dengan menekan pengaruh para adipati, bangsawan, maupun ulama agar seluruh kewenangan berada di bawah kendali raja.
Kebijakan yang tegas tersebut menciptakan stabilitas di satu sisi, tetapi juga memunculkan ketegangan politik di berbagai daerah. Memasuki akhir pemerintahannya, konflik internal semakin menguat hingga berpuncak pada Pemberontakan Trunajaya (1674–1677) yang mengguncang sendi-sendi Kesultanan Mataram.
Suasana zaman yang penuh kewibawaan sekaligus gejolak itu kerap dikaitkan dengan karakter keris Tangguh Mataram Amangkurat. Bilahnya tampil kokoh, berkesan tegas, dengan pasikutan yang galak dan berwibawa, seolah menjadi cerminan semangat kepemimpinan yang kuat di tengah dinamika politik pada pertengahan abad ke-17.
DN030
Keris Pudhak Panimbal Luk 9 Pamor Wengkon Isen
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 204 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Sempana Pamor Singkir Sepuh Dalam tradisi tosan aji Jawa, keris Dhapur Sempana Luk 9 dipahami sebagai pusaka yang mengajarkan kesederhanaan dalam laku dan kedalaman dalam makna. Ricikannya yang minimal mencerminkan sikap hidup yang tidak berlebihan, sementara filosofi luk sembilan mengingatkan manusia untuk mampu menjaga babahan hawa sanga—sembilan pintu hawa nafsu sebagai jalan menuju keselamatan lahir… selengkapnya
Rp 2.200.000Pusaka Keris Tilam Sari Sepuh Kuno Nama Dhapur bentuk : Tilam sari Perkiraan pembuatan/Tangguh keris : Mataram Pamor/Motif pola gambar keris : Kulit Semangka Warangka Keris bentuk Gayaman Solo kayu kemuning kuno ( lamen ) Handle kayu kemuning bang kuno ( lamen ) Pendok keris lawasan blewah solo ( lamen ) Mendak kuningan kuno atau… selengkapnya
Hubungi AdminDHAPUR BIMA RANGSANG LUK 17 (KALAWIJAN) Dhapur Bima Rangsang merupakan salah satu dhapur keris luk 17. Dalam sejumlah sumber atau tradisi penyebutan, dhapur ini juga disebut memiliki varian luk 25. Karena jumlah luknya melebihi 13, maka secara klasifikasi bentuk ia termasuk dalam kelompok keris Kalawijan, yaitu keris dengan jumlah luk yang berada di luar pola… selengkapnya
Rp 4.500.000Keris Singo Barong Sepuh Tangguh Cirebon Keris Singo Barong Sepuh Tangguh Cirebon – Keris Singo Barong merupakan salah satu dhapur keris yang sangat terkenal dan banyak diburu oleh para kolektor dan penggemar Tosan Aji, karena selain bentuknya yang artistik, keris ini juga dipercaya memiliki angsar dan perbawa yang sangat kuat. Keris Singo Barong memiliki ciri… selengkapnya
Rp 4.999.000Keris Kuno Sempono Parmor Adeg Singkir Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sempono Luk 9 Pamor (motif lipatan besi) : Adeg Singkir Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Blambangan Warangka : Ladrang Suramarta Kayu Timoho Handle / Gagang : Solo, Kayu Kemuning Pendok: Blewah Surakarta Mendak : Selut Kuningan Hias Permata Kode: P520 “Kalis Ing Sambikala” adalah… selengkapnya
Rp 6.111.000Keris Buto Ijo Pamor Wengkon Mataram Sultan Agung Langka Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Buto Ijo Pamor (motif lipatan besi) : Wengkon Slaga Giri (Dibagian pejetan/blumbangan terdapat pamor tiban telaga membleng) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Sultan Agung (Abad XVI) Panjang Bilah : 34 cm (Pesi Utuh Masih Panjang Original) Warangka… selengkapnya
Hubungi AdminTilam Upih Tuban Jenis : Keris Lurus Dhapur : Tilam Upih Pamor : Beras Wutah Tangguh : Tuban Abad / Tahun : XIV Warangka : Gayaman Surakarta Bahan Warangka : Kayu Trembalo Gandar Iras Kuno Pendok : Blewah bahan kuningan mamas Mendak : Tembaga Filosofi Keris Tilam Upih Keris Tilam Upih adalah pilihan yang sangat… selengkapnya
Rp 2.200.000Keris Kala Nadah Luk 5 Sedayu Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Kala Nadhah Luk 5 Pamor (motif lipatan besi) : Keleng Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Sedayu Warangka : Ladrang Surakarta, Kayu Cendana Kuno Handle / Gagang : Solo, Kayu Kemuning Bang Kuno Pendok: Blewah Surakarta Mamas Kuno Mendak : Tumbar Pecah, Kuningan… selengkapnya
Rp 5.555.000Keris Kerajaan Segaluh Kuno Pamor Adeg Singkir Keris Kerajaan Segaluh Kuno Pamor Adeg Singkir – Keris yang akan diulas adalah Keris Kerajaan Segaluh Kuno dengan pamor Adeg Singkir. Sebagai peninggalan dari era Kerajaan Segaluh, keris ini memiliki keistimewaan tertentu. Pamornya dikenal sebagai pamor Adeg, yang juga sering disebut sebagai pamor Singkir karena empu yang menciptakan… selengkapnya
Hubungi Admin


























WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.