Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
Keris Sempaner Pamor Bendo Segodo Madiun Sepuh
Rp 4.000.000| Kode | FB49 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Dhapur Sempaner, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Bendo Segodo, Tangguh Madiun |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Sempaner |
| Pamor | : Bendo Segodo |
| Tangguh | : Madiun |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Bahan Kayu Trembalo |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Bahan Kayu Kemuning |
| Pendok | : Blewah, Bahan Gongso |
| Mendak | : Parijata, Bahan Kuningan |
Keris Sempaner Pamor Bendo Segodo Madiun Sepuh
Keris Dhapur Sempaner
Harapan yang dititipkan dalam sebilah pusaka
Dhapur Sempaner—atau dikenal juga sebagai Sempana Bener—merupakan salah satu bentuk keris lurus yang cukup banyak dijumpai lintas zaman, mulai dari era Kerajaan Majapahit, Kerajaan Pajajaran, hingga periode yang lebih muda.
Nama “Sempana Bener” secara harfiah dimaknai sebagai “mimpi yang menjadi nyata” atau “harapan yang menemukan jalannya”. Dari sinilah filosofi keris ini berakar—sebagai simbol cita-cita, harapan, dan kemungkinan yang terbuka dalam kehidupan.
Secara garap, keris ini memiliki ricikan yang cukup lengkap dan khas, di antaranya: sekar kacang, jalen, lambe gajah, tikel alis, pejetan, serta greneng. Keseluruhan elemen tersebut tersusun dalam komposisi yang harmonis, menghadirkan kesan hidup tanpa kehilangan keseimbangan.
Keris Sempaner bukan sekadar bentuk…
melainkan perlambang doa—agar setiap langkah yang dijalani senantiasa menemukan arah, dan setiap harapan diberi ruang untuk terwujud.
Pamor Bendo Segodo
Makna “kekayaan” dalam arti yang lebih luas
Pamor Bendo Segodo menyuguhkan pola yang unik sekaligus sarat makna.
Istilah “Bendo” tidak hanya dimaknai sebagai benda, tetapi lebih dekat pada kata bondo—yang berarti harta atau kekayaan.
Sementara “Segodo” merupakan ungkapan kiasan dalam bahasa Jawa yang menggambarkan sesuatu yang besar, sebesar gada.
Dari perpaduan makna tersebut, pamor ini kerap dimaknai sebagai simbol “kekayaan yang besar”. Namun, kekayaan di sini tidak semata-mata berbicara tentang materi.
Dalam pemahaman yang lebih dalam, kekayaan bisa berupa:
- Ilmu pengetahuan
- Pengalaman hidup
- Keteguhan hati
- Hingga nama baik dan kehormatan
Dengan demikian, pamor ini menjadi pengingat bahwa nilai kehidupan yang paling berharga sering kali tidak kasat mata, namun justru paling menentukan arah hidup seseorang.
Tangguh Madiun
Ekspresi murni dari zaman yang keras
Keris dengan tangguh Madiun kerap menghadirkan kesan yang berbeda dibandingkan gaya keris pada umumnya. Bagi sebagian orang, garapnya terlihat sederhana, bahkan terkesan “wagu” atau tidak terlalu mengejar keindahan estetika.
Namun justru di situlah letak kekuatannya.
Bagi para penghayat seni, keris Madiun adalah representasi dari ekspresi yang jujur—sebuah karya tempa yang tidak dibuat untuk memanjakan mata, tetapi lahir dari kebutuhan zaman dan kondisi yang penuh tekanan.
Wilayah Madiun sendiri memiliki sejarah panjang yang lekat dengan tradisi perkerisan. Dalam berbagai fase, daerah ini berada dalam dinamika kekuasaan para adipati dan situasi sosial yang tidak selalu stabil. Dari latar belakang inilah keris-keris Madiun terbentuk—membawa karakter yang kuat, lugas, dan berani.
Secara visual, keris Madiun memiliki signatur khas:
- Kembang kacang yang cenderung “mangan gandik”
- Sogokan dan blumbangan yang tidak selalu simetris
- Gonjo dengan perut tipis
- Sirah cecak yang relatif lancip
- Pamor berwarna abu-abu dengan karakter nggajih
Keseluruhan unsur ini membentuk tampilan yang eksentrik—tidak konvensional, namun justru memiliki daya tarik tersendiri.
Kesan yang muncul sering kali terasa angker, tegas, bahkan “berat”. Namun dalam sudut pandang yang lebih rasional, hal ini dapat dipahami sebagai efek psikologis dari sebuah pusaka—yang mampu membangun rasa percaya diri, keberanian, dan identitas bagi pemiliknya.
Dengan demikian, “kekuatan” keris tidak semata terletak pada bilahnya…
melainkan pada sejarah, karakter, dan makna yang menyertainya.
FB49
Keris Sempaner Pamor Bendo Segodo Madiun Sepuh
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 830 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Tombak Biring Wadon Tombak Biring Wadon adalah salah satu nama dhapur yang menarik karena maknanya lebih banyak lahir dari simbol bahasa Jawa daripada sekadar bentuk fisiknya. Secara etimologis: Biring dalam bahasa Jawa berarti tepi, sisi, atau pinggiran. Dalam pemaknaan lain, biring juga dapat dimaknai sebagai sesuatu yang berjalan berdampingan, tidak selalu berada di pusat perhatian…. selengkapnya
Hubungi AdminKeris Pasopati Keleng PB X Putran Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Pasopati / Pasupati Pamor (motif lipatan besi) : Keleng (besi uletan padat basah dan nglempung) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : PB X Putran Panjang Bilah : 35,5 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Trembalo Kuno Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno… selengkapnya
Rp 4.555.000Korowelang Luk 13 Kinatah Emas Original Sepuh Dhapur Korowelang Korowelang merupakan singkatan dari ungkapan “Perkoro piweling lan piwulang”, yang bermakna nasihat dan ajaran. Ia hadir sebagai pengingat bahwa waktu—kala—adalah sesuatu yang tidak pernah dapat diulang. Sekali berlalu, ia tidak akan kembali. Dalam tradisi tutur, tombak dan keris Korowelang juga kerap disebut Kolowelang. Istilah ini berasal… selengkapnya
Rp 25.000.000Keris Pamor Simbang Kurung Tuban Bekel Jati Keris Pamor Simbang Kurung Tuban Bekel Jati adalah salah satu dari ratusan koleksi pusaka keris. Keris ini termasuk dalam golongan jenis keris lurus. Jika dilihat dari bentuk dan ricikannya, keris ini berdhapur Tilam Upih. Untuk pamor yang tergurat di sekujur bilahnya adalah pamor Wahyu Tumurun. Ditambah pada bagian sor-soran keris ini… selengkapnya
Rp 25.555.000Keris Parungsari Tangguh Singasari Luk 13 Parungsari adalah salah satu bentuk dhapur keris berluk tiga belas. Ukuran Panjang bilahnya sedang. Keris ini memakai kembang kacang; ada yang memakai jenggot ada yang tidak, lambe gajahnya dua, sraweyan, sogokan rangkap, pejetan dan greneng. Sekilas mirip dengan dhapur Sengkelat, perbedaan diantara keduanya hanyalah; Keris dhapur Parungsari mempunyai dua… selengkapnya
Rp 15.000.000Keris Sengkelat Tangguh HB V Srimanganti Keris Sengkelat Tangguh HB V Srimanganti merupakan salah satu koleksi dengan dhapur Sengkelat luk 13. Keris sepuh dengan usia ratusan tahun ini masih sangat utuh dengan pamor yang indah memenuhi bilah. Jika dilihat dari rancang bangun, bahan material, gaya, condong leleh hingga pasikutan keseluruhan, keris ini diperkirakan tangguh Mataram… selengkapnya
Rp 17.555.000Keris Sangat Langka Dhapur Laler Mengeng Tangguh Mataram Sultan Agung Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Laler Mengeng (dhapur super langka) Pamor (motif lipatan besi) : Beras Wutah Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Sultan Agung Panjang Bilah : 36,1 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Timoho Kuno Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang… selengkapnya
Rp 7.555.000Keris Jalak Ngore Tangguh Pakubuwono PB IV Asli Pamor Wos Wutah Kebak Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Jalak Ngore Pamor (motif lipatan besi) : Beras Wutah Kebak Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : PB IV (Pakubuwono Ke-4) Panjang Bilah : 35 cm Warangka : Ladrang Surakarta Gandar Iras Kayu Trembalo Kuno Handle / Gagang :… selengkapnya
Rp 9.777.000


















WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.