Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Pusaka Keris Tilam Upih Pamor Udan Mas
- Keris Carubuk Pamor Singkir Tangguh Blambangan
- Pusaka Tombak Menur Pamor Pedaringan Kebak
- Jual Blawong Keris Tombak Bahan Kayu Jati Ukir
- KERIS MAGETI ASLI!! Dhapur Jalak Ngore Pamor Mlinj
- Keris Brojol Pamor Tejo Kinurung Tuban Majapahit
- Pusaka Keris Empu Koso Pamor Jung Isi Dunyo Madura
- Keris Karno Tinanding Pudhak Sategal Luk 3 Kinatah
Keris Tilam Sari Pamor Wengkon
Rp 2.100.000| Kode | TAG235 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Dhapur Tilam Sari, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Wengkon, Tangguh Yogyakarta (HB) |
| Jenis | : Keris Leres |
| Dhapur | : Tilam Sari |
| Pamor | : Wengkon Ngulit Semangka |
| Tangguh | : HB Sepuh |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Kayu Trembalo Iras |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Kemuning Bang |
| Pendok | : Blewah, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Parijatha, Bahan Kuningan |
Keris Tilam Sari Pamor Wengkon
Dhapur Tilam Sari
Keris Tilam Sari merupakan salah satu dhapur keris lurus yang memiliki bentuk sederhana dan bersahaja. Dalam tradisi pemaknaan keris, Tilam Sari kerap dikaitkan dengan harapan akan keharmonisan rumah tangga, ketenteraman keluarga, dan kehidupan yang berjalan selaras.
Filosofi ini mengingatkan bahwa rumah tangga yang baik bukan hanya dibangun dengan kecukupan materi, tetapi juga melalui kesediaan untuk saling memahami, menjaga kepercayaan, dan merawat kasih sayang. Sebab, keharmonisan tidak hadir dengan sendirinya, melainkan tumbuh dari sikap saling menghargai, kesabaran dalam menghadapi perbedaan, serta kesungguhan untuk berjalan bersama dalam keadaan suka maupun duka.
Dengan demikian, Tilam Sari dapat dimaknai sebagai pengingat akan pentingnya menjadikan rumah bukan sekadar tempat tinggal, melainkan tempat pulang yang menghadirkan rasa aman, tenteram, dan nyaman bagi setiap anggota keluarga.
Pamor Wengkon Ngulit Semangka
Pamor Wengkon Ngulit Semangka memiliki perpaduan dua unsur penamaan, yaitu wengkon yang menggambarkan pola menyerupai batas atau bingkai pada bagian tertentu bilah, serta ngulit semangka yang merujuk pada tampilan motif menyerupai kulit buah semangka.
Perpaduan tersebut menghadirkan karakter visual yang menarik, dengan pola pamor yang membingkai sekaligus menghiasi permukaan bilah. Keindahannya dapat dinikmati melalui susunan motif, kontras warna, dan keselarasan pola yang terbentuk dari proses penempaan.
Dalam pemaknaan filosofis, wengkon dapat diibaratkan sebagai batas atau paugeran yang menjaga kehidupan tetap tertata. Sementara itu, ngulit semangka mengingatkan bahwa keindahan dapat hadir melalui keragaman corak. Keduanya dapat menjadi perlambang bahwa kehidupan yang baik membutuhkan keseimbangan antara kebebasan untuk berkembang dan keteguhan dalam memegang prinsip.
Tangguh HB Sepuh
Keris ini disebut memiliki Tangguh Hamengkubuwana Sepuh, yang juga dikenal sebagai Hamengkubuwana Awal. Penyebutan tersebut merujuk pada pengaitan karakter keris dengan masa awal pemerintahan Hamengkubuwana di Kasultanan Yogyakarta.
Periode ini berkaitan dengan masa setelah berdirinya Kasultanan Yogyakarta melalui Perjanjian Giyanti pada 1755, ketika Sri Sultan Hamengkubuwana I membangun dasar pemerintahan dan kebudayaan keraton. Dalam tradisi penangguhan, karakter keris dari suatu periode dipelajari melalui bentuk bilah, ricikan, karakter besi, pamor, serta gaya garapnya.
Meski demikian, penetapan tangguh merupakan penilaian berdasarkan perbandingan karakter dan tradisi perkerisan, sehingga penyebutan HB Sepuh pada keris ini tidak dengan sendirinya menjadi bukti pasti mengenai tahun pembuatannya.
TAG235
Keris Tilam Sari Pamor Wengkon
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 7 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Pusaka Keris Naga Pasa Kinatah Kamarogan Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Naga Pasa / Naga Tapa Pamor (motif lipatan besi) : Segoro Muncar (Kinatah Kamoragan Kuningan Disepuh Emas) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kamardikan Alusan Panjang Bilah : 37 cm Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Cemara Handle / Gagang : Kayu Sawo Pendok :… selengkapnya
Hubungi AdminPusaka Keris Jalak Sangu Tumpeng Pamor Ceprit Ceprit Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Jalak Sangu Tumpeng Pamor (motif lipatan besi) : Wos Wutah Ceprit Ceprit Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Majapahit Panjang Bilah : 31 cm Warangka : Branggah Jogja Kayu Sono Keling Handle / Gagang : Kayu Sawo Pendok : Blewah Jogjakarta Kuningan… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Tindih Bethok Sombro Pamekang Jagad Asli Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Betok Sombro Pamor (motif lipatan besi) : Beras Wutah Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pajajaran Awal Panjang Bilah : 28 cm Warangka : Sandhang Walikat Kayu Galih Nagasari Handle / Gagang : Kayu Gembol Jati Ukiran Rojomolo Asli Kuno Mendak :… selengkapnya
Rp 12.555.000Pusaka Keris Jalak Ngore Pamor Bawang Sebungkul Dhapur: Jalak Ngore Pamor: Bawang Sebungkul + Wahyu Tumurun Kode: PK015 INFO SELENGKAPNYA Tentang Pusaka Keris Jalak Ngore Pamor Bawang Sebungkul Silahkan Hubungi Kami Melalui Whatsapp/Telp/SMS: 082177400100
Hubungi AdminPusaka Keris Brojol Pamor Toya Mambeg Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Brojol Pamor (motif lipatan besi) : Toya Mambeg (pamor Miring) Pamor Gonjo : Lar Gangsir Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Blambangan Era Majapahit Panjang Bilah : 33 cm Pesi masih utuh panjang Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Kemuning Gandar Iras Utuh Tidak… selengkapnya
Rp 7.111.000Keris Parungsari Keris Parungsari yang satu ini memang sangat gagah dan birowo. Dengan pamor pedaringan kebak meteorit yang memenuhi bilah, semakin menambah nilai kemewahan yang indah. Disamping itu ricikan keris parungsari yang sangat cukup lengkap juga menjadi keindahan tersendiri dari segi bentuk. Keris Parungsari memang mirip seperti keris sengkelat. Dengan jumlah luk yang sama dan ricikan… selengkapnya
Hubungi AdminDhapur Pudhak Panimbal Luk 9 Dhapur Pudhak Panimbal merupakan salah satu dhapur keris luk 9 yang tergolong langka. Dhapur ini merupakan pengembangan dari Panimbal, dengan ciri khas hadirnya ricikan pudhak sategal pada bagian sor-soran. Perpaduan tersebut menjadikan Pudhak Panimbal sebagai dhapur yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga sarat akan makna filosofis. Secara etimologi,… selengkapnya
Hubungi AdminParungsari Mataram Senopaten Parungsari Mataram Senopaten hadir sebagai pertemuan antara keindahan laku batin dan keteguhan sejarah. Dhapur Parungsari yang anggun—berluk tiga belas dengan ricikan lengkap—menyiratkan ajaran tentang keikhlasan dan keseimbangan hidup, sementara tangguh Mataram Senopaten membawa watak kokoh masa peralihan, ketika ruh Majapahit berpadu dengan lahirnya Mataram Islam. Dalam bilahnya terpatri ketenangan yang tidak rapuh… selengkapnya
Rp 4.500.000


















WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.