Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- LANGKA!! Keris Kyai Kalanadah Luk 5 Mataram Sultan....
- Keris Pandawa Lare Luk 5 Tinatah Emas Panji Wilis ....
- Sengkelat Mataram Amangkurat....
- Keris Carita Keprabon Sultan Agung....
- Keris Karno Tinanding Unik Antik....
- Keris Carang Soka Luk 9 Mataram Pamor Singkir Tang....
- Warangka Keris Ladrang Sunggingan Wayang Panakawan....
- Keris Carang Soka Pamor Sodo Lanang....
Keris Tilam Upih Pamor Bendo Segodo Tangguh Pajajaran
Rp 3.500.000| Kode | DN093 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Dhapur Tilam Upih, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Bendo Segodo, Tangguh Pajajaran |
| Jenis | : Keris Leres |
| Dhapur | : Tilam Upih |
| Pamor | : Bendo Segodo |
| Tangguh | : Pajajaran |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Bahan Kayu Timoho |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Bahan Kayu Kemuning |
| Pendok | : Bleweh, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Selut Bahan Kuningan Zircon |
Keris Tilam Upih Pamor Bendo Segodo Tangguh Pajajaran
DHAPUR TILAM UPIH
Dhapur Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus atau leres yang sangat dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Ricikannya relatif sederhana, yaitu gandik lugas, tikel alis, dan pejetan. Kesederhanaan tersebut justru menjadi salah satu ciri utama dhapur ini.
Nama Tilam Upih berasal dari kata tilam, yang berarti alas atau tempat beristirahat, dan upih, yang merujuk pada pelepah pinang. Pada masa lalu, pelepah pinang dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat alas sederhana.
Dari makna tersebut, Tilam Upih dapat dimaknai sebagai simbol tempat beristirahat, ketenteraman, dan kenyamanan hidup. Dalam konteks keluarga, makna ini kemudian berkembang menjadi harapan akan rumah tangga yang harmonis, tenteram, dan berkecukupan.
Karena itu, Tilam Upih memiliki kedekatan dengan simbol kehidupan keluarga dan kesinambungan generasi. Dalam tradisi pewarisan, dhapur ini juga kerap dikaitkan dengan pusaka keluarga yang diberikan sebagai doa dan nasihat agar pemiliknya mampu membangun kehidupan rumah tangga yang baik.
Makna tersebut bukan semata-mata tentang kemewahan, tetapi tentang bagaimana ketenteraman dibangun melalui kasih sayang, tanggung jawab, kecukupan, dan kemampuan menjaga keharmonisan keluarga.
Sebutan “Ibu dari Semua Keris” yang kadang dilekatkan kepada Tilam Upih lebih tepat dipahami sebagai ungkapan atau tradisi tutur di kalangan sebagian pemerhati keris, bukan istilah baku dalam nomenklatur dhapur. Demikian pula kisah mengenai anjuran tokoh tertentu untuk memiliki Tilam Upih lebih tepat ditempatkan sebagai bagian dari tradisi lisan apabila tidak disertai sumber sejarah yang kuat.
PAMOR BENDO SEGODO
Pamor Bendo Segodo memiliki pola yang khas dan nama yang sarat dengan pemaknaan simbolik. Istilah bendo dalam konteks nama pamor ini berkaitan dengan bondo, yaitu harta atau kekayaan. Sementara segodo merupakan ungkapan yang menggambarkan sesuatu yang besar, seperti ukuran sebuah gada.
Dari perpaduan makna tersebut, Bendo Segodo kemudian dimaknai sebagai simbol kekayaan yang besar atau harapan akan kehidupan yang berkecukupan.
Namun kekayaan tidak harus selalu dipahami sebatas materi. Dalam kehidupan, kekayaan juga dapat berupa ilmu, pengalaman, keteguhan hati, hubungan yang baik, nama baik, dan kehormatan. Bahkan hal-hal tersebut sering kali menjadi bekal yang jauh lebih menentukan dalam perjalanan seseorang.
Karena itu, Pamor Bendo Segodo dapat dibaca sebagai doa untuk memperoleh kekayaan dan kecukupan, sekaligus pengingat agar seseorang tidak hanya mengejar apa yang dapat dikumpulkan, tetapi juga memperkaya dirinya dengan ilmu, pengalaman, dan nilai kehidupan.
Pemaknaan tersebut merupakan bagian dari simbolisme dan tafsir budaya dalam tradisi perkerisan, bukan sifat objektif yang secara otomatis melekat pada material pamornya.
TANGGUH PAJAJARAN
Tangguh Pajajaran merupakan salah satu penamaan tangguh yang dikaitkan dengan lingkungan budaya Sunda pada masa Kerajaan Sunda, khususnya lingkungan Pakuan Pajajaran yang dalam tradisi sejarah dan budaya Sunda dikenal sebagai pusat kerajaan.
Pakuan Pajajaran berada di wilayah yang kini menjadi Bogor. Salah satu peninggalan penting yang berkaitan dengan sejarahnya adalah Prasasti Batutulis, yang memiliki hubungan erat dengan masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja. Sri Baduga memerintah Kerajaan Sunda sekitar akhir abad ke-15 hingga awal abad ke-16 dan menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah Pajajaran.
Dalam memahami Pajajaran, penting untuk membedakan antara Kerajaan Sunda sebagai kerajaan dan Pakuan Pajajaran sebagai pusat pemerintahannya. Sumber-sumber seperti Prasasti Batutulis, Carita Parahyangan, dan Bujangga Manik menjadi bagian penting dalam memahami lingkungan sejarah dan kebudayaan Sunda pada masa tersebut.
Pakuan tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga merupakan lingkungan kehidupan masyarakat dengan tata ruang, bangunan, dan berbagai aktivitas yang menunjukkan perkembangan kebudayaan pada zamannya. Dari lingkungan inilah kemudian lahir berbagai tradisi, termasuk tradisi pengerjaan logam dan senjata yang menjadi bagian dari kebudayaan Sunda.
Dalam tradisi perkerisan, penyebutan Tangguh Pajajaran kemudian digunakan untuk menghubungkan karakter sebuah bilah dengan lingkungan budaya dan masa tersebut. Pembacaannya dilakukan melalui keseluruhan karakter keris, seperti pasikutan, bentuk bilah, ricikan, bahan, pamor, dan garapnya.
Karena itu, Tangguh Pajajaran tidak hanya menarik untuk dipahami dari sisi perkiraan zaman, tetapi juga sebagai bagian dari upaya melihat jejak kebudayaan Sunda dalam perkembangan keris dan tosan aji.
DN093
Keris Tilam Upih Pamor Bendo Segodo Tangguh Pajajaran
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 6 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Pusaka Keris Tilam Upih Pamor Tirto Tumetes Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Upih Pamor (motif lipatan besi) : Tirto Tumetes/Tetesing Warih Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pajajaran Abad Ke 14 Masehi Panjang Bilah : 36 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Trembalo Kuno Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang kuno Pendok :… selengkapnya
Rp 2.555.000Keris Sempana Luk 9 Pamor Setro Banyu Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sempono Luk 9 Pamor (motif lipatan besi) : Setro Banyu / Banyu Mili Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Blambangan Era Majapahit (Abad XIII) Panjang Bilah : 30 cm (pesi utuh masih panjang original) Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Timoho Kuno… selengkapnya
Rp 2.556.000Tombak Korowelang Mataram Senopaten Tombak Korowelang Mataram Senopaten yang satu ini adalah salah satu koleksi dari PusakKeris.Com dengan kode KAR540 siap untuk dialihrawatkan. Dengan bentuk bilah yang masih utuh, pamor yang kontras serta filosofi yang tinggi dari tombak yang satu ini tentu menjadi nilai tersendiri. Berdhapur Korowelang dengan perkiraan masa pembuatan (Tangguh) era Mataram Senopaten… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Betok Sombro Pamengkang Jagad Pamor Setro Banyu Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Betok Sombro Pamor (motif lipatan besi) : Setro Banyu / Banyu Mili / Ilining Warih (Pamengkang Jagad) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pajajaran (Abad XIII) Panjang Bilah : 21 cm Warangka : Sandhang Walikat Kayu Rose Wood Handle / Gagang :… selengkapnya
Rp 2.250.000Tombak Pusaka Kuno Menur Pamor Rojo Gundolo Original Tuban Majapahit Dhapur (jenis bentuk tombak) : Tombak Menur Godong Suruh Pamor (motif lipatan besi) : Rojo Gundolo Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Tuban Majapahit Panjang Total Tombak : 12 cm Warangka : Kayu Pandan Laut Handle / Gagang/ Landeyan : Kayu Cendana Wangi Ukiran, Kuno Kode… selengkapnya
Rp 1.111.000Pusaka Keris Bethok Brojol Tindik Perak Pamor Tunggak Semi Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Betok Brojol (Terdapat 2 tindik perak di bagian gandik) Pamor (motif lipatan besi) : Tunggak Semi Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pajajaran Panjang Bilah : 34 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Timoho Kuno Handle / Gagang : Kayu Kemuning… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Sombro Pejetan Asli Kuno Keris Sombro Pejetan Asli Kuno adalah salah satu dari ratusan koleksi pusaka keris. Keris ini termasuk dalam golongan jenis keris lurus. Jika dilihat dari bentuk dan ricikannya, keris ini berdhapur Bethok Brojol atau juga biasa disebut dengan sebutan Sombro. Disebut Sombro karena dibuat oleh Mpu yang sangat terkenal, satu-satunya Mpu perempuan dijaman dahulu… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Nogo Sosro Luk 13 Kinatah Kamarogan Keris Nogo Sosro Luk 13 Kinatah Kamarogan merupakan salah satu koleksi dari sekian pusaka keris kami. Keris ini berdhapur Nogo Sosro, merupakan dhapur keris luk 13 dengan ciri khas pada gandiknya yang berganan Naga. Untuk pamor yang tergurat di sekujur bilahnya adalah pamor Kulit Semangka. Sedangkan dari penilaian… selengkapnya
Rp 2.350.000Keris Jangkung Segoro Winotan Pamor Uler Lulut Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Jangkung Segoro Winaton Pamor (motif lipatan besi) : Uler Lulut Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Amangkurat Panjang Bilah : 35,2 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Galih Nagasari Handle / Gagang : Kayu Kemuning Pendok : Bunton Surakarta Ukiran Merak Sepuh… selengkapnya
Rp 9.999.000Pusaka Keris Omyang Jimbe Meteor Dhapur: Omyang Jimbe Pamor: Sanak Meteorit Kode: PK057 INFO SELENGKAPNYA Tentang Pusaka Keris Omyang Jimbe Meteor Silahkan Hubungi Kami Melalui Whatsapp/Telp/SMS: 082177400100
Hubungi Admin












WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.