Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Admin PusakaKeris.com
● online
Admin PusakaKeris.com
● online
Halo, perkenalkan saya Admin PusakaKeris.com
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam 23.00
Beranda » Dhapur Tilam Upih » Keris Tilam Upih Pamor Tejo Kinurung Sepuh
click image to preview activate zoom

Keris Tilam Upih Pamor Tejo Kinurung Sepuh

Rp 5.500.000
KodeF096
Stok Tersedia (1)
Kategori Dhapur Tilam Upih, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Tejo Kinurung, Tangguh Mataram
Jenis : Keris Leres
Dhapur : Tilam Upih
Pamor : Tejo Kinurung
Tangguh : Mataram Sultan Agung
Warangka : Ladrang Capu Surakarta, Bahan Kayu Timoho
Deder/Handle : Yudawinatan, Bahan Kayu Timoho
Pendok : -
Mendak : Bahan Tembaga
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Tilam Upih Pamor Tejo Kinurung Sepuh

Dhapur Tilam Upih

Dhapur Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus atau leres yang sangat dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Ricikannya relatif sederhana, yaitu gandik lugas, tikel alis, dan pejetan.

Nama Tilam Upih berasal dari kata tilam, yang berarti alas atau tempat beristirahat, dan upih, yang merujuk pada pelepah pinang. Pada masa lalu, pelepah pinang dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat alas sederhana.

Dari makna tersebut, Tilam Upih kemudian dimaknai sebagai simbol tempat beristirahat, ketenteraman, kenyamanan, dan kehidupan yang berkecukupan. Dalam kehidupan keluarga, makna ini berkembang menjadi harapan agar rumah tangga senantiasa tenteram, harmonis, dan mampu menjadi tempat pulang yang baik bagi seluruh anggota keluarga.

Karena itu, Tilam Upih sering dikaitkan dengan pusaka keluarga dan kesinambungan generasi. Ia membawa pesan sederhana bahwa kehidupan yang baik tidak hanya dibangun dengan harta, tetapi juga dengan kasih sayang, tanggung jawab, kecukupan, dan kemampuan menjaga keharmonisan.

Pamor Tejo Kinurung

Pamor Tejo Kinurung memiliki nama yang berasal dari kata tejo dan kinurung. Tejo berarti cahaya atau sinar, sedangkan kinurung berarti dikelilingi atau berada dalam kurungan.

Dari makna tersebut, Tejo Kinurung dapat dimaknai sebagai cahaya yang tetap menyala meskipun berada dalam suatu batas atau naungan. Secara simbolik, ia menggambarkan cahaya kebaikan, ilmu, dan harapan yang tetap dapat memancar dalam berbagai keadaan.

Makna ini juga dapat dibaca sebagai pengingat bahwa seseorang tidak selalu berada dalam keadaan yang bebas dari batasan. Ada tanggung jawab, aturan, keadaan, dan persoalan yang harus dijalani. Namun keadaan tersebut tidak semestinya memadamkan teja atau cahaya dalam diri.

Karena itu, Tejo Kinurung dapat menjadi doa agar pemiliknya senantiasa memiliki cahaya kehidupan, kejernihan pikiran, kewibawaan, dan kemampuan menjaga kebaikan, sekalipun berada dalam berbagai keadaan dan keterbatasan.

Tangguh Mataram Era Sultan Agung

Tangguh Mataram Sultan Agung merupakan salah satu periode yang sangat dikenal dalam perkembangan keris Mataram. Masa pemerintahan Sultan Agung Anyokrokusumo sering dipandang sebagai salah satu masa penting dalam perkembangan seni, budaya, dan pembuatan tosan aji di lingkungan Mataram.

Dalam pengamatan tradisional, keris yang dikaitkan dengan era Sultan Agung umumnya memiliki pasikutan yang serasi, proporsional, dan ndemes. Bentuk bilah terasa luwes, dengan hubungan antara ricikan, luk, dan keseluruhan bilah yang harmonis.

Pada masa Sultan Agung, perkembangan Mataram berlangsung pesat. Kerajaan ini tidak hanya berkembang dalam bidang pemerintahan dan militer, tetapi juga dalam kebudayaan. Tradisi pembuatan keris dan tombak berkembang bersama para empu yang bekerja dalam lingkungan kerajaan.

Karena itu, keris Mataram era Sultan Agung sering dikaitkan dengan kematangan bentuk, garap, serta perkembangan teknologi tempa pada masanya. Berbagai jenis keris ageman juga dibuat dengan garap yang semakin beragam, termasuk keris dengan tatahan yang indah.

Tangguh Mataram sendiri kemudian berkembang dalam beberapa periode sesuai pemerintahan yang berkuasa. Karena itu, karakter Mataram era Sultan Agung memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan dengan Mataram pada masa sesudahnya.

Pada bilah ini, kesan ndemes dan luwes menjadi bagian penting dalam pembacaan tangguhnya. Namun, seperti halnya identifikasi tangguh pada umumnya, penilaian tetap melihat keseluruhan karakter bilah, mulai dari pasikutan, ricikan, proporsi, bahan, pamor, hingga garapnya.

F096

Keris Tilam Upih Pamor Tejo Kinurung Sepuh

Berat 1500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 19 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Mohon maaf, form diskusi dinonaktifkan pada produk ini.
Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

WhatsApp WhatsApp us