Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Keris Tindih Bethok Putut Pandito Semedi Pamor Mel
- Keris Sinom Pamor Wengkon
- Dhapur Keris Tilam Sari
- KERIS TINDIH PALING TUA!! Jalak Budho Kuno
- Keris Pudhak Sategal
- Pusaka Keris Corok Kalawijan Luk 23 Bima Rangsang
- Keris Carubuk Luk 7 Tangguh Majapahit Asli Kuno
- Keris Sengkelat TUS Amangkurat Pamor Wos Wutah
Keris Tilam Upih Pamor Tejo Kinurung Sepuh
Rp 5.500.000| Kode | F096 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Dhapur Tilam Upih, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Tejo Kinurung, Tangguh Mataram |
| Jenis | : Keris Leres |
| Dhapur | : Tilam Upih |
| Pamor | : Tejo Kinurung |
| Tangguh | : Mataram Sultan Agung |
| Warangka | : Ladrang Capu Surakarta, Bahan Kayu Timoho |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Bahan Kayu Timoho |
| Pendok | : - |
| Mendak | : Bahan Tembaga |
Keris Tilam Upih Pamor Tejo Kinurung Sepuh
Dhapur Tilam Upih
Dhapur Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus atau leres yang sangat dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Ricikannya relatif sederhana, yaitu gandik lugas, tikel alis, dan pejetan.
Nama Tilam Upih berasal dari kata tilam, yang berarti alas atau tempat beristirahat, dan upih, yang merujuk pada pelepah pinang. Pada masa lalu, pelepah pinang dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat alas sederhana.
Dari makna tersebut, Tilam Upih kemudian dimaknai sebagai simbol tempat beristirahat, ketenteraman, kenyamanan, dan kehidupan yang berkecukupan. Dalam kehidupan keluarga, makna ini berkembang menjadi harapan agar rumah tangga senantiasa tenteram, harmonis, dan mampu menjadi tempat pulang yang baik bagi seluruh anggota keluarga.
Karena itu, Tilam Upih sering dikaitkan dengan pusaka keluarga dan kesinambungan generasi. Ia membawa pesan sederhana bahwa kehidupan yang baik tidak hanya dibangun dengan harta, tetapi juga dengan kasih sayang, tanggung jawab, kecukupan, dan kemampuan menjaga keharmonisan.
Pamor Tejo Kinurung
Pamor Tejo Kinurung memiliki nama yang berasal dari kata tejo dan kinurung. Tejo berarti cahaya atau sinar, sedangkan kinurung berarti dikelilingi atau berada dalam kurungan.
Dari makna tersebut, Tejo Kinurung dapat dimaknai sebagai cahaya yang tetap menyala meskipun berada dalam suatu batas atau naungan. Secara simbolik, ia menggambarkan cahaya kebaikan, ilmu, dan harapan yang tetap dapat memancar dalam berbagai keadaan.
Makna ini juga dapat dibaca sebagai pengingat bahwa seseorang tidak selalu berada dalam keadaan yang bebas dari batasan. Ada tanggung jawab, aturan, keadaan, dan persoalan yang harus dijalani. Namun keadaan tersebut tidak semestinya memadamkan teja atau cahaya dalam diri.
Karena itu, Tejo Kinurung dapat menjadi doa agar pemiliknya senantiasa memiliki cahaya kehidupan, kejernihan pikiran, kewibawaan, dan kemampuan menjaga kebaikan, sekalipun berada dalam berbagai keadaan dan keterbatasan.
Tangguh Mataram Era Sultan Agung
Tangguh Mataram Sultan Agung merupakan salah satu periode yang sangat dikenal dalam perkembangan keris Mataram. Masa pemerintahan Sultan Agung Anyokrokusumo sering dipandang sebagai salah satu masa penting dalam perkembangan seni, budaya, dan pembuatan tosan aji di lingkungan Mataram.
Dalam pengamatan tradisional, keris yang dikaitkan dengan era Sultan Agung umumnya memiliki pasikutan yang serasi, proporsional, dan ndemes. Bentuk bilah terasa luwes, dengan hubungan antara ricikan, luk, dan keseluruhan bilah yang harmonis.
Pada masa Sultan Agung, perkembangan Mataram berlangsung pesat. Kerajaan ini tidak hanya berkembang dalam bidang pemerintahan dan militer, tetapi juga dalam kebudayaan. Tradisi pembuatan keris dan tombak berkembang bersama para empu yang bekerja dalam lingkungan kerajaan.
Karena itu, keris Mataram era Sultan Agung sering dikaitkan dengan kematangan bentuk, garap, serta perkembangan teknologi tempa pada masanya. Berbagai jenis keris ageman juga dibuat dengan garap yang semakin beragam, termasuk keris dengan tatahan yang indah.
Tangguh Mataram sendiri kemudian berkembang dalam beberapa periode sesuai pemerintahan yang berkuasa. Karena itu, karakter Mataram era Sultan Agung memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan dengan Mataram pada masa sesudahnya.
Pada bilah ini, kesan ndemes dan luwes menjadi bagian penting dalam pembacaan tangguhnya. Namun, seperti halnya identifikasi tangguh pada umumnya, penilaian tetap melihat keseluruhan karakter bilah, mulai dari pasikutan, ricikan, proporsi, bahan, pamor, hingga garapnya.
F096
Keris Tilam Upih Pamor Tejo Kinurung Sepuh
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 170 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Jual Keris Naga Sasra Pamor Segoro Muncar Meteorit Kamardikan Istimewa Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Naga Sasra Sabuk Inten Luk 11 Pamor (motif lipatan besi) : Segoro Muncar Kendagan (Nikel Meteorit) (Kinatah Perak Lapis Emas) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kamardikan Alusan (pesanan khusus) Panjang Bilah : 37 cm Warangka : Ladrang Surakarta Kayu… selengkapnya
Rp 5.555.000Tilam Upih Pamor Jung Isi Dunyo Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Upih Pamor (motif lipatan besi) : Jung Isi Dunyo (pamor Langka) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Tuban Era Majapahit Panjang Bilah : 33,3 cm Warangka : Gayaman Surakarta Gandar Iras Kayu kemuning Kuno Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno… selengkapnya
Rp 3.777.000Keris Pamor Adeg Singkir TUS Keris Pamor Adeg Singkir TUS – Keris TUS yaitu Tangguh Utuh Sepuh umumnya memiliki kriteria tertentu untuk menilai sebuah keris baik dari sisi eksoteri, maupun isoterinya. Beberapa kriteria pokok antara lain, Tangguh (masa pembuatan), Sepuh (umur keris), dan Wutuh (keutuhan bilah). Harga jual keris banyak ditentukan oleh ketiga faktor tersebut…. selengkapnya
Rp 5.111.000Pusaka Keris Kebo Lajer Tebu Kineret Sepuh Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Kebo Lajer Pamor (motif lipatan besi) : Tebu Kineret Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Tuban Era Mataram Abad XVII Panjang Bilah : 36,5 cm Pesi masih utuh panjang original tidak sambungan Warangka : Gayaman Yogyakarta Kayu Pandan Laut Kuno Handle / Gagang… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Buto Ijo Pamor Wengkon Mataram Sultan Agung Langka Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Buto Ijo Pamor (motif lipatan besi) : Wengkon Slaga Giri (Dibagian pejetan/blumbangan terdapat pamor tiban telaga membleng) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Sultan Agung (Abad XVI) Panjang Bilah : 34 cm (Pesi Utuh Masih Panjang Original) Warangka… selengkapnya
Hubungi AdminPusaka Keris Jalak Ngore Mageti Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Jalak Ngore Pamor (motif lipatan besi) : Pedaringan Kebak Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mageti 1 Panjang Bilah :35 cm Warangka : Gayaman SUrakarta Kayu Trembalo Kuno Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno Pendok : Blewah Surakarta Mamas Mendak : Kuningan Ukiran… selengkapnya
Hubungi AdminButo Ijo Luk 9 Majapahit Pamor Tunggak Semi Buto Ijo Luk 9 Majapahit Pamor Tunggak Semi – Keris Buto Ijo adalah salah satu bentuk dhapur keris luk 9 yang tergolong langka dan banyak dicari oleh para pemburu isoteri. Ukuran panjang bilahnya sedang dan kebanyakan memakai odo-odo sehingga permukaan bilahnya nggigir sapi. Ricikan pada Keris dhapur… selengkapnya
Rp 3.999.000Keris Sempono Luk 9 Pamor Wahyu Tumurun Pajajaran Sepuh Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sempono Luk 9 Pamor (motif lipatan besi) : Wos Wutah Wahyu Tumurun Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pajajaran Panjang Bilah : 36,5 cm Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Trembalo Iras Kuno Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno Pendok… selengkapnya
Rp 3.100.000














WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.