Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
Keris Tilam Upih Pamor Tejo Kinurung Sepuh
Rp 5.500.000| Kode | F096 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Dhapur Tilam Upih, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Tejo Kinurung, Tangguh Mataram |
| Jenis | : Keris Leres |
| Dhapur | : Tilam Upih |
| Pamor | : Tejo Kinurung |
| Tangguh | : Mataram Sultan Agung |
| Warangka | : Ladrang Capu Surakarta, Bahan Kayu Timoho |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Bahan Kayu Timoho |
| Pendok | : - |
| Mendak | : Bahan Tembaga |
Keris Tilam Upih Pamor Tejo Kinurung Sepuh
Dhapur Tilam Upih
Dhapur Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus atau leres yang sangat dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Ricikannya relatif sederhana, yaitu gandik lugas, tikel alis, dan pejetan.
Nama Tilam Upih berasal dari kata tilam, yang berarti alas atau tempat beristirahat, dan upih, yang merujuk pada pelepah pinang. Pada masa lalu, pelepah pinang dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat alas sederhana.
Dari makna tersebut, Tilam Upih kemudian dimaknai sebagai simbol tempat beristirahat, ketenteraman, kenyamanan, dan kehidupan yang berkecukupan. Dalam kehidupan keluarga, makna ini berkembang menjadi harapan agar rumah tangga senantiasa tenteram, harmonis, dan mampu menjadi tempat pulang yang baik bagi seluruh anggota keluarga.
Karena itu, Tilam Upih sering dikaitkan dengan pusaka keluarga dan kesinambungan generasi. Ia membawa pesan sederhana bahwa kehidupan yang baik tidak hanya dibangun dengan harta, tetapi juga dengan kasih sayang, tanggung jawab, kecukupan, dan kemampuan menjaga keharmonisan.
Pamor Tejo Kinurung
Pamor Tejo Kinurung memiliki nama yang berasal dari kata tejo dan kinurung. Tejo berarti cahaya atau sinar, sedangkan kinurung berarti dikelilingi atau berada dalam kurungan.
Dari makna tersebut, Tejo Kinurung dapat dimaknai sebagai cahaya yang tetap menyala meskipun berada dalam suatu batas atau naungan. Secara simbolik, ia menggambarkan cahaya kebaikan, ilmu, dan harapan yang tetap dapat memancar dalam berbagai keadaan.
Makna ini juga dapat dibaca sebagai pengingat bahwa seseorang tidak selalu berada dalam keadaan yang bebas dari batasan. Ada tanggung jawab, aturan, keadaan, dan persoalan yang harus dijalani. Namun keadaan tersebut tidak semestinya memadamkan teja atau cahaya dalam diri.
Karena itu, Tejo Kinurung dapat menjadi doa agar pemiliknya senantiasa memiliki cahaya kehidupan, kejernihan pikiran, kewibawaan, dan kemampuan menjaga kebaikan, sekalipun berada dalam berbagai keadaan dan keterbatasan.
Tangguh Mataram Era Sultan Agung
Tangguh Mataram Sultan Agung merupakan salah satu periode yang sangat dikenal dalam perkembangan keris Mataram. Masa pemerintahan Sultan Agung Anyokrokusumo sering dipandang sebagai salah satu masa penting dalam perkembangan seni, budaya, dan pembuatan tosan aji di lingkungan Mataram.
Dalam pengamatan tradisional, keris yang dikaitkan dengan era Sultan Agung umumnya memiliki pasikutan yang serasi, proporsional, dan ndemes. Bentuk bilah terasa luwes, dengan hubungan antara ricikan, luk, dan keseluruhan bilah yang harmonis.
Pada masa Sultan Agung, perkembangan Mataram berlangsung pesat. Kerajaan ini tidak hanya berkembang dalam bidang pemerintahan dan militer, tetapi juga dalam kebudayaan. Tradisi pembuatan keris dan tombak berkembang bersama para empu yang bekerja dalam lingkungan kerajaan.
Karena itu, keris Mataram era Sultan Agung sering dikaitkan dengan kematangan bentuk, garap, serta perkembangan teknologi tempa pada masanya. Berbagai jenis keris ageman juga dibuat dengan garap yang semakin beragam, termasuk keris dengan tatahan yang indah.
Tangguh Mataram sendiri kemudian berkembang dalam beberapa periode sesuai pemerintahan yang berkuasa. Karena itu, karakter Mataram era Sultan Agung memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan dengan Mataram pada masa sesudahnya.
Pada bilah ini, kesan ndemes dan luwes menjadi bagian penting dalam pembacaan tangguhnya. Namun, seperti halnya identifikasi tangguh pada umumnya, penilaian tetap melihat keseluruhan karakter bilah, mulai dari pasikutan, ricikan, proporsi, bahan, pamor, hingga garapnya.
F096
Keris Tilam Upih Pamor Tejo Kinurung Sepuh
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 19 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Pusaka Keris Sempono Pamor Singkir Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sempono Luk 9 Pamor (motif lipatan besi) : Setro Banyu / Banyu Mili Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Blambangan Era Majapahit (Abad XIII) Panjang Bilah : 30 cm (pesi utuh masih panjang original) Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Timoho Kuno Handle / Gagang :… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Jalak Sangu Tumpeng Tangguh Mataram Senopaten Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Jalak Sangu Tumpeng Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Senopaten Panjang Bilah : 33,5 cm Warangka : Ladrang Surakarta Gandar Iras Kayu Trembalo Kuno Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno Pendok… selengkapnya
Rp 1.850.000Keris Tilam Sari Pamor Tunggul Wulung Dalam khazanah pusaka Jawa, keris tidak hanya dibaca dari bentuk dan tangguhnya, tetapi dari bahasa simbol yang dikandungnya. Tilam Sari adalah salah satu dhapur yang sarat makna, di mana tilam dimaknai sebagai alas kehidupan, sedangkan sari berarti kembang atau bunga—perlambang keindahan, keharuman, dan inti kebajikan. Ia menggambarkan harapan agar… selengkapnya
Rp 5.000.000Pusaka Keris Jangkung Bungkem Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Jangkung Bungkem Pamor (motif lipatan besi) : Segoro Muncar Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Amangkurat (Abad XVII) Panjang Bilah : 35 cm (pesi utuh masih panjang original) Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Timoho Kuno Handle / Hulu: Model Surakarta Kayu Kemuning Bang Kuno Pendok… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Patrem Kebo Lajer Tangguh Pajajaran Ori Sepuh TAG150
Rp 1.520.000Keris Tilam Upih Pamor Pedaringan Kebak Meteorit Tangguh Kasultanan Cirebon Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Upih Pamor (motif lipatan besi) : Pedaringan Kebak Meteorit (pamor putih) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kasultanan Cirebon Panjang Bilah : 37,5 cm Warangka : Gayaman Solo Kayu Timoho Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno Pendok… selengkapnya
Rp 2.888.000Keris Brojol Pamor Wengkon Tuban Majapahit Sepuh Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Brojol Pamor Keris (motif lipatan besi) : Wengkon Tangguh Keris (perkiraan masa pembuatan) : Tuban Majapahit Panjang Bilah Keris : 34,6 cm Warangka Keris : Gayaman Surakarta Kayu Timoho Kuno Handle / Gagang Keris : Kayu Kemuning Kuno Pendok Keris : Blewah Surakarta… selengkapnya
Rp 1.550.000Keris Singa Pandawa Luk 5 Madura Sepuh TAG144
Hubungi AdminTombak Pusaka Biring Lanang Pamor Banyu Mili Dhapur / Jenis Bentuk Tombak : Biring Lanang Tangguh / Masa Pembuatan : Mataram Sultan Agung Pamor / Motif lipatan besi : Banyu Mili / Ilining Warih / Setro Banyu Panjang Bilah Tajam : 23,6 cm Warangka : Model seken Kayu jati Landeyan / gagang : kayu jati… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Pasopati Kinatah Emas Tangguh PB IX Putran Keris Pasopati Kinatah Emas Tangguh PB IX Putran – Keris Pasopati merupakan salah satu dhapur keris lurus yang sangat populer. Karakteristik utamanya adalah bilah ramping dengan permukaan nggigir sapi, serta beberapa ricikan khas seperti kembang kacang pogog, lambe gajah satu, sogokan rangkap, ri pandan, dan terkadang dilengkapi dengan… selengkapnya
Hubungi Admin














WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.