Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Admin PusakaKeris.com
● online
Admin PusakaKeris.com
● online
Halo, perkenalkan saya Admin PusakaKeris.com
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam 23.00
Beranda » Dhapur Putut Sajen » Puthut Sajen Original Sepuh Primitif
click image to preview activate zoom

Puthut Sajen Original Sepuh Primitif

Rp 1.700.000
KodeTAG200
Stok Tersedia (1)
Kategori Dhapur Putut Sajen, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Pamor Sanak, Tangguh Pajajaran
Jenis : Keris Leres
Dhapur : Putut Sajen
Pamor : Sanak
Tangguh : Pajajaran
Warangka : Sandang Walikat, Kayu Jati
Deder/Handle : Stilasi Puthut - Iras
Pendok : -
Mendak : -
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Puthut Sajen Original Sepuh Primitif

PUTHUT SAJEN

Puthut Sajen merupakan salah satu bentuk tosan aji yang sederhana, tetapi memiliki simbolisme yang cukup dalam. Dalam tradisi Jawa, sosok atau ornamen puthut sering dikaitkan dengan figur pertapa yang menjalani laku prihatin, mengendalikan keinginan, dan mendekatkan diri kepada nilai-nilai kehidupan yang lebih tinggi.

Namun bentuk puthut juga sering diasosiasikan dengan janin atau bayi yang masih berada dalam kandungan. Dua pemaknaan ini memberikan ruang filosofi yang menarik. Pertapa dan janin sama-sama menggambarkan keadaan ketika manusia kembali pada kesederhanaan dirinya. Yang satu sedang menjalani laku untuk menata batin, sementara yang lain sedang berada pada tahap awal kehidupan, belum memiliki apa-apa selain kesempatan untuk tumbuh.

 

PUTHUT SEBAGAI SIMBOL LAKU

Dalam pengertian sebagai pertapa, puthut menggambarkan manusia yang memilih untuk menepi sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan, mengendalikan keinginan, dan belajar mengenali dirinya sendiri.

Laku prihatin bukan berarti menjauhi kehidupan, melainkan belajar menempatkan keinginan agar tidak menguasai diri. Seorang pertapa dalam gambaran tradisional Jawa menjadi simbol ketekunan, kesabaran, pengendalian diri, dan pencarian makna.

Dari sini Puthut Sajen dapat menjadi pameling bahwa semakin banyak yang kita miliki, semakin penting pula kemampuan untuk mengendalikan diri. Manusia tidak hanya perlu mengejar apa yang diinginkan, tetapi juga perlu belajar memahami apa yang benar-benar dibutuhkan.

 

PUTHUT SEBAGAI SIMBOL JANIN

Sementara itu, bentuk puthut yang sering diasosiasikan dengan janin bayi membawa makna yang berbeda namun saling melengkapi.

Janin berada dalam keadaan yang sangat sederhana. Ia belum memiliki nama, kedudukan, harta, maupun pencapaian. Ia hanya sedang tumbuh, terlindungi di dalam kandungan, menunggu waktunya untuk lahir dan menjalani kehidupan.

Makna ini mengingatkan manusia pada asal mula dirinya. Sebelum menjadi seseorang yang memiliki kedudukan dan berbagai pencapaian, setiap manusia pernah berada dalam keadaan yang sama: kecil, lemah, dan sepenuhnya bergantung kepada kehidupan yang merawatnya.

Dari sini muncul piwulang tentang andhap asor dan eling marang asal. Setinggi apa pun seseorang tumbuh, jangan sampai lupa bahwa dirinya juga pernah memulai kehidupan dari keadaan yang sangat sederhana.

 

MAKNA SAJEN

Kata sajen berkaitan dengan persembahan, penghormatan, dan ungkapan rasa syukur dalam tradisi masyarakat Jawa. Jika dipertemukan dengan simbol puthut sebagai pertapa dan janin, Puthut Sajen dapat dimaknai sebagai pengingat untuk menghormati kehidupan dan menjalani proses pertumbuhan dengan kesadaran.

Janin membutuhkan waktu untuk tumbuh sebelum dilahirkan. Pertapa membutuhkan waktu untuk menjalani laku sebelum mencapai kematangan batin. Keduanya sama-sama mengajarkan bahwa kematangan tidak lahir secara instan.

Manusia pun demikian. Menjadi pribadi yang matang membutuhkan waktu, pengalaman, kesabaran, pengendalian diri, serta kesediaan untuk terus belajar.

Pada akhirnya, Puthut Sajen dapat dibaca sebagai simbol tentang asal kehidupan dan perjalanan menuju kematangan. Ia mengajarkan untuk eling marang asal, mampu mengendalikan diri, sabar menjalani proses, serta senantiasa bersyukur atas kehidupan yang telah diberikan.

Sederhana bentuknya, tetapi dalam piwulangnya: sebelum menjadi seseorang, kita pernah menjadi janin. Dan untuk menjadi manusia yang matang, kita tetap membutuhkan laku.

 

TAG200

Puthut Sajen Original Sepuh Primitif

Berat 1500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 14 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Mohon maaf, form diskusi dinonaktifkan pada produk ini.
Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

WhatsApp WhatsApp us