Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
Putut Sajen Pamor Mrambut
Rp 750.000| Kode | TAG070 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Dhapur Putut Sajen, Katalog Produk, Keris, Pamor Mrambut, Tangguh Majapahit |
| Jenis | : Keris Leres |
| Dhapur | : Putut Sajen |
| Pamor | : Mrambut |
| Tangguh | : Majapahit |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Kayu Kemuning Bawaan Bilah |
| Deder/Handle | : Stilasi Putut (Iras) |
Putut Sajen Pamor Mrambut
Putut Sajen Pamor Mrambut
Keris Putut Sajen merupakan salah satu bentuk keris yang memiliki ciri khas berupa figur putut, yaitu sosok yang secara simbolik menggambarkan seorang pertapa atau resi yang sedang menjalani laku. Dalam tradisi pusaka Nusantara, bentuk putut tidak hanya dipahami sebagai hiasan, tetapi juga menjadi simbol tentang laku, ketekunan, pengendalian diri, dan pencarian kebijaksanaan.
Penyebutan sajen berkaitan dengan konteks tradisi dan fungsi keris tersebut sebagai bagian dari perlengkapan ritual atau upacara. Karena itu, istilah sajen tidak serta-merta menunjukkan usia, tangguh, maupun asal kerajaan tertentu. Penamaan ini lebih tepat dipahami sebagai keterangan mengenai kedudukan dan fungsi tradisionalnya dalam kebudayaan masyarakat.
Pada koleksi ini, keris Putut Sajen berpamor Mrambut. Pamor Mrambut memiliki karakter berupa garis-garis pamor halus yang memanjang, menyerupai helaian rambut. Dalam tradisi perkerisan, istilah mrambut sendiri berkaitan dengan kesan tipis, lembut, dan menyerupai rambut. Motif seperti ini umumnya membutuhkan pengerjaan tempa pamor yang cukup halus agar lapisan pamor dapat muncul secara jelas pada bilah.
Secara simbolik, Pamor Mrambut dapat dibaca sebagai pengingat tentang kehalusan rasa dan ketelitian dalam menjalani kehidupan. Rambut yang sangat halus tetapi tersusun menjadi bagian dari keseluruhan tubuh dapat menjadi perlambang bahwa sesuatu yang tampak kecil dan sederhana tetap memiliki tempat dalam kehidupan. Dalam konteks Putut, makna tersebut semakin dekat dengan gagasan laku yang dilakukan secara tekun, sabar, dan terus-menerus.
Dengan demikian, perpaduan Putut dan Pamor Mrambut menghadirkan filosofi tentang kekuatan yang dibangun melalui ketekunan. Seorang pertapa tidak mencapai kebijaksanaan dalam satu langkah, melainkan melalui proses panjang, pengendalian diri, dan kesediaan untuk terus belajar.
Sementara itu, sebutan Sajen mengingatkan bahwa keris ini berada dalam ruang budaya yang tidak semata-mata menempatkan pusaka sebagai senjata, tetapi juga sebagai media simbolik untuk menyampaikan nilai, doa, dan penghormatan terhadap tradisi.
Keris ini pada akhirnya dapat dibaca sebagai pengingat bahwa laku yang besar sering kali dibangun dari ketekunan-ketekunan kecil yang dilakukan terus-menerus.
TAG070
Putut Sajen Pamor Mrambut
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 1 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Pusaka Keris Betok Sombro Keleng Majapahit Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Betok Sombro Pamor (motif lipatan besi) : Keleng Hurap Berserat Besi Kehijauan Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Majapahit Panjang Bilah : 19,5 cm pesi utuh masih panjang original Warangka : Sandhang Walikat Kayu Cendana Jawa Handle / Gagang : Kayu kemuning kuno Mendak:… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Megantara Kinatah Emas Panji Wilis Keris Megantara Kinatah Emas Panji Wilis merupakan salah satu pusaka yang memiliki nilai seni tinggi sekaligus kaya akan makna filosofis. Nama Megantara sendiri berasal dari kata “Mega” yang berarti awan dan “Antara” yang berarti langit atau angkasa. Secara harfiah, Megantara dapat diartikan sebagai “Langit Berawan”, sebuah simbol yang mencerminkan… selengkapnya
Hubungi AdminPanji Nom Pamor Gumbolo Geni Dhapur: Panji Nom Luk: Lurus Pamor: Gumbolo Geni Warangka: Gayaman Surakarta Kayu Timoho Hulu: Yudawinatan Kayu Timoho Mendak: Perunggu Kuno Pendok: Blewah Kuningan Ukiran
Hubungi AdminKeris Sengkelat Mataram Pamor Wahyu Tumurun Sepuh TUS Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sengkelat Pamor (motif lipatan besi) : Wahyu Tumurun Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Abad Ke 17 Masehi Panjang Bilah : 34,8 cm Warangka : Branggah Jogjakarta Kayu Timoho Handle / Gagang : Kayu Songgo Langit Kuno Pendok : Bunton Slorok… selengkapnya
Rp 5.555.000Keris Pamor Tangkis Langka Sepuh Pamor Tangkis adalah bila sebilah keris atau tosan aji memiliki satu sisi bilah berpamor sedangkan di sisi baliknya kelengan atau tanpa pamor. Pamor Tangkis berbeda dengan Pamor Slewah, karena yang disebut pamor Slewah adalah sebilah Keris yang memiliki dua jenis pamor berbeda pada kedua sisi bilahnya, misalnya pada satu sisi… selengkapnya
Rp 4.500.000Jangkung Pacar Madiun Sepuh Jangkung Pacar Madiun Sepuh – Jangkung Pacar merupakan salah satu dhapur keris luk tiga, yang ukuran panjang bilahnya sedang, permukaan bilahnya nglimpa. Keris ini menggunakan pejetan, tikel alis, sraweyan, kembang kacang, jalen, lambe gajah, greneng, sogokan rangkap (kadang dibagian depan berukuran panjang, ada yang sampe ke tengah bilah kadang sampai ke… selengkapnya
Rp 3.333.000Keris Jangkung Mayang Kesultanan Cirebon Keris Jangkung Mayang Kesultanan Cirebon merupakan salah satu dari ratusan koleksi pusaka keris kami. Keris ini termasuk dalam golongan jenis keris luk 3. Jika dilihat dari bentuk dan ricikannya, keris ini berdhapur Jangkung Mayang. Untuk pamor yang tergurat di sekujur bilahnya adalah pamor Tangkis. Warangka memakai model Gayaman dari bahan kayu Timoho, nampak sangat pas dan… selengkapnya
Rp 900.000Keris Panji Nom Pamor Wos Wutah HB Sepuh TAG135
Rp 4.000.000Keris Tumenggung PB IV Keris Dhapur Tumenggung Keris Tumenggung PB IV – Masih sangat jarang literatur isoteris tentang keris berdhapur Tumenggung. Kebanyakan pembahasan yang ada hanya membahas soal ricikan dan wujud fisiknya semata. Tetapi kali ini saya tertarik dengan nilai esoteris dari keris dengan dhapur Tumenggung ini. Entah mengapa dhapur keris ini dinamakan Tumenggung. Apakah… selengkapnya
Rp 7.500.000






WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.