Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Keris Panji Nom Tangguh Hamengkubuwono HB V ISTIME
- Puthut Sajen Keris Pichit Majapahit
- Keris Tindih Sombro Putut Kuno Pamor Banyu Mili Pa
- Keris Bethok Sombro Pejetan Gonjo Iras Pusaka Tind
- Keris Sengkelat Mataram
- Keris Karno Tanding Kinatah
- Keris Carubuk Pamor Rojo Gundolo Tangguh Majapahit
- Keris Naga Manglar Kinatah Kamarogan
Keris Sengkelat Luk 13 Sepuh Pamor Wengkon
| Kode | P215 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Dhapur Sengkelat, Katalog Produk, Keris, Keris Luk 13, Pamor Wengkon, Tangguh Demak |
| Jenis | : Keris Luk 13 |
| Dhapur | : Sengkelat |
| Pamor | : Wengkon |
| Tangguh | : Demak |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Kayu Trembalo |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Trembalo |
| Pendok | : Blewah Bahan Tembaga |
| Mendak | : Parijata Bahan Kuningan |
Keris Sengkelat Luk 13 Sepuh Pamor Wengkon
Keris Sengkelat Luk 13 Sepuh Pamor Wengkon
Keris Sengkelat Luk 13 merupakan salah satu dhapur paling ikonik dalam jagad perkerisan Jawa, sebuah bentuk yang selalu menempati posisi istimewa di hati para kolektor dan pemerhati tosan aji. Bilahnya berluk tiga belas—jumlah luk yang sarat makna spiritual—dengan ricikan lengkap dan garap yang tegas namun tetap anggun. Di antara banyak dhapur pusaka, Sengkelat termasuk yang paling sering dicari, berada dalam daftar teratas setelah Naga Sasra. Popularitasnya tidak hanya karena keelokan bentuk, tetapi juga kedekatannya dengan perjalanan sejarah Jawa saat Majapahit meredup dan Demak mulai berjaya.
Sengkelat bukan sekadar wujud tosan aji, tetapi simbol peralihan zaman, penyatuan dua peradaban, dan harmonisasi antara dakwah Islam dengan tradisi lokal. Dalam berbagai tutur dan serat tradisional, dhapur ini kerap dikaitkan dengan Sunan Kalijaga dan Empu Jaka Supa, menjadikannya pusaka yang tidak hanya indah secara fisik, tetapi juga kaya nilai moral, budaya, dan spiritual. Pesonanya memancar dari bentuk, legenda, hingga makna yang melekat, sehingga setiap bilah Sengkelat selalu membawa aura khusus yang sulit disamakan dengan dhapur lainnya.
Sengkelat: Dhapur Ikonik yang Tak Pernah Surut
Sengkelat merupakan salah satu dhapur berluk tiga belas yang paling dikenal dan paling diburu dalam jagad tosan aji. Ukuran bilahnya sedang, permukaannya memakai ada-ada sehingga tampak nggigir sapi, lengkap dengan kembang kacang, sogokan rangkap, sraweyan, ri pandan, greneng, serta kruwingan. Lambe gajah-nya hanya satu, sementara jenggot kadang ada, kadang tidak—bergantung pada garap empu. Dari sisi estetika maupun filosofi, Sengkelat selalu berada dalam daftar puncak kolektor, berada tepat setelah ketenaran Naga Sasra sebagai dhapur yang “wajib dimiliki”.
Membicarakan Sengkelat seolah tidak ada habisnya. Ia bukan hanya populer karena bentuknya yang anggun dan tegas, tetapi karena kedekatannya dengan sejarah runtuhnya Majapahit dan bangkitnya Demak. Sengkelat dipandang sebagai sanepa—perlambang transisi besar budaya Jawa, ketika agama Islam masuk dan menyatu dengan kearifan lokal tanpa memusnahkan tradisi leluhur. Di sinilah letak pesonanya: sebuah pusaka yang mengikat dua dunia, dua zaman, dan dua sistem nilai dalam satu bilah.
Sengkelat, Sangkelat, dan Jejak Sunan Kalijaga
Dalam beberapa versi tutur tradisi, dhapur ini diceritakan lahir atas permintaan Sunan Kalijaga kepada Empu Jaka Supa. Namun karena dianggap belum cukup menyuarakan semangat baru dakwah Islam, Sengkelat dikembalikan, dan pemesanan berikutnya melahirkan keris Kiai Carubuk—simbol gerakan Islam dari Bintara yang kemudian berkembang menjadi kekuatan baru di Demak. Baik legenda maupun sejarahnya menawarkan dimensi moral, spiritual, dan sosial yang luas. Tidak heran jika Sengkelat selalu mendapatkan tempat istimewa di hati para pecinta keris.
Makna Luk 13 – Telulas, Las-lasaning Urip
Dalam numerologi Jawa, angka telulas (tiga belas) dimaknai sebagai las-lasaning urip, yakni perjalanan manusia untuk mencapai ketenangan dan kedekatan dengan Sang Sangkan Paran. Luk 13 melambangkan kemantapan batin, kestabilan langkah, serta renungan panjang manusia tentang asal dan tujuan hidup. Dalam pandangan kejawen, Gusti adalah satu-satunya tempat berlindung—pangengeran—yang mengatur segala makhluk. Maka keris luk 13 dipandang sebagai simbol perjalanan spiritual untuk menyadari kehadiran-Nya dalam setiap gerak kehidupan.
Pamor Wengkon – Doa Perlindungan yang Dibingkai Estetika Tinggi
Begitu bilah dilolos dari warangka, mata langsung terpikat oleh garis putih yang membingkai seluruh tepian—pamor wengkon yang bersih, tegas, dan sangat anggun. Pamor ini termasuk salah satu yang paling sulit ditempa, membutuhkan keahlian tinggi serta proses penempaan khusus. Termasuk jenis pamor rekan, wengkon dirancang secara sadar oleh empu sebagai doa perlindungan: siro winengku lir ing sambekolo—agar pemiliknya terhindar dari bahaya, hambatan, serta berbagai gangguan lahir-batin.
Pamor wengkon dikenal tidak pemilih, cocok untuk siapa saja. Namun pencarian pamor ini tidak semudah namanya; hanya empu berpengalaman yang mampu mewujudkan wengkon yang benar-benar rapi, simetris, dan memancarkan karisma kuat seperti yang tampak pada pusaka ini.
Tangguh Demak – Langka, Berwibawa, dan Sarat Jejak Sejarah
Tangguh Demak termasuk yang paling sulit dikenali karena minimnya literatur. Catatan sejarah Jawa lebih banyak tertuang dalam Babad Tanah Jawi—yang bercampur legenda, politik, dan spiritualitas. Namun sumber penting dari luar Jawa, yaitu Suma Oriental karya Tomé Pires (1512–1515), memberi gambaran kuat tentang bangkitnya Demak sebagai pusat perdagangan dan pusat dakwah setelah Majapahit melemah.
Demak berdiri oleh Raden Patah dengan dukungan para wali; Pati Unus dikenang sebagai pendekar lautan yang menyerbu Portugis di Malaka; dan Sultan Trenggana membawa Demak mencapai masa keemasan sebelum terjadi perebutan kekuasaan di masa-masa selanjutnya. Nilai-nilai era Demak tetap hidup melalui seni, tradisi, serta keris-keris tangguh Demak yang sampai sekarang sangat dihargai.
Beberapa ciri klasik tangguh Demak—sebagaimana dicatat oleh Bambang Harsrinuksmo, S. Lumintu, dan sumber primbon—tampak jelas pada pusaka ini: condong leleh sedikit menunduk, wasuhan basah semi Majapahit, sirah cecak kecil menguncup, gulu meled pendek, serta pamor yang hidup dan memikat. Kehadirannya menjadikan pusaka ini bukan sekadar keris bersejarah, tetapi artefak yang menyimpan denyut sebuah transisi besar dalam peradaban Jawa.
P215
Tags: keris sengkelat asli, keris sengkelat sepuh, keris sengkelat tus
Keris Sengkelat Luk 13 Sepuh Pamor Wengkon
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 1.927 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Pusaka Keris Betok Sombro Pejetan Dhapur Keris (penyebutan bentuk keris) : Betok Sombro Pejetan Pamor Keris (motif lipatan besi tempa) : Mrambut Tangguh (perkiraan masa pembuatan): Pajajaran Panjang Bilah : 21 cm Warangka (sarung keris) : kayu cendana jawa Handel keris : Kayu cendana jawa Kode: PK087 INFO SELENGKAPNYA Tentang Pusaka Keris Betok Sombro Pejetan… selengkapnya
Rp 1.555.000Jual Pusaka Kudi Kabudhan Kuno Dhapur / Bentuk : Kudi Pamor : Sanak Metorit/ Besi nglempung Tangguh : Kabudhan / setara dengan candi borobudur panjang bilah : 21 cm warangka : kayu Jati handle : kayu Jati senjata primitif nusantara karya adilihung asli unik untuk menambah koleksi anda Kode : PK205
Hubungi AdminKERIS Nogo Sosro Setiap sebilah keris memang memiliki nilai historis, filosofis dan estetis yang tinggi. Juga dari mulai dapur, pamor, tangguh hingga pasikutan sebilah keris menjadi sebuah penilaian tersendiri. Dari mulai keris kuno, nom-noman hingga keris baru semua memiliki tempat masing-masing dalam menjadi sebuah ageman yang mumpuni. Seperti keris yang kami paparkan ini. Yang memiliki… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Patrem Asli Dhapur Brojol Pamor Rojo Gundolo Semar Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Brojol Pamor (motif lipatan besi) : Rojo Gundolo Semar Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Tuban Era Majapahit Panjang Bilah : 18,5 cm Warangka : Gayaman Jogja Kayu Timoho Kuno Original Bawaan Bilah Handle / Gagang : Kayu Sawo… selengkapnya
Rp 1.111.000Keris Buto Ijo Pajajaran Kuno Keris Buto Ijo Pajajaran Kuno merupakan salah satu dari ratusan koleksi pusaka keris kami. Keris ini termasuk dalam golongan jenis keris luk 9. Jika dilihat dari bentuk dan ricikannya, keris ini berdhapur Buto Ijo, salah satu dhapur keris yang sudah cukup langka dan jarang ditemui. Untuk pamor yang tergurat di sekujur… selengkapnya
Rp 1.190.000Keris Nogo Temanten Kalawijan Luk 27 Kinatah Kamarogan Unik Antik Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Naga Temanten Kolowijan Luk 27 Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka (kinatah kuningan sepuh emas ) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kamardikan Garap Alus (pesanan khusus) Panjang Bilah : 41,5 cm (keris corok panjang) Warangka : Gayaman Surakarta… selengkapnya
Rp 2.250.000Pusaka Keris Kyai Sabuk Inten Luk 11 Majapahit Pamor Meteorit Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Kyai Sabuk Inten Luk 11 Pamor (motif lipatan besi) : Wos Wutah atau Beras Wutah (Pamor Ceprat Ceprit Akhodiyat Meteorit) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Majapahit (Abad XIII) Panjang Bilah : 36 cm (Pesi Utuh Panjang Original) Warangka :… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Naga Sapta Luk 7 Pamor Keleng P105
Rp 7.200.000Pusaka Tombak Pleret PB IX Pamor Segoro Muncar Dhapur / Jenis Bentuk Tombak : Pleret Biring Lanang Tangguh / Masa Pembuatan : Surakarta Pakubuwono Ke 9 Pamor / Motif lipatan besi : Segoro Muncar meteorit Prambanan (warna pamor khas seperti kaca) Panjang Bilah Tajam : 23,3 cm Panjang Pesi : 13,7 cm Warangka : Kayu… selengkapnya
Hubungi Admin
















WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.