Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Keris Sepuh Pamor Pandito Bolo Pandito Sepasang
- Pusaka Tombak Kuntul Nglangak Pamor Singkir Sepuh
- Tombak Pusaka Sigar Jantung Pamor Sanak
- Pusaka Keris Carubuk Luk 7 Pamor Beras Wutah Kebak
- Keris Gumbeng Pusaka Sakral Perjalanan Batin
- Tilam Upih Gonjo Sumber Tuban Pineti
- Jam Meja Duduk Kayu Jati Model Gong
- Keris Carita Genengan Pamor Banyu Mili
Brojol Pamor Sodo Lanang
Rp 2.500.000| Kode | PRA216 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Dhapur Brojol, Katalog Produk, Keris, Keris Lurus, Keris Sepuh, Pamor Adeg, Pamor Sodo Sakler, Tangguh Pajajaran |
| Jenis | : Keris Lurus |
| Dhapur | : Brojol |
| Pamor | : Adeg (Sodo Lanang) |
| Tangguh | : Pajajaran |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Kayu Timoho |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Timoho |
| Pendok | : Blewah, Bahan Mamas |
| Mendak | : Bahan Kuningan |
Brojol Pamor Sodo Lanang
Brojol Pamor Sodo Lanang
Keris Brojol Pamor Sodo Lanang menghadirkan perjumpaan antara kesederhanaan bentuk dan kedalaman makna. Dhapur Brojol, yang menyerupai proses kelahiran, menjadi simbol awal mula kehidupan manusia—sebuah fase ketika segala kesombongan ditanggalkan dan yang tersisa hanyalah kepasrahan total kepada Sang Pencipta. Dalam konteks pusaka, Brojol mengajarkan kesadaran akan asal-usul diri, bahwa setiap langkah hidup sejatinya berangkat dari niat yang bening, jujur, dan berserah, agar perjalanan selanjutnya dapat dijalani dengan selamat dan lancar.
Pamor Sodo Lanang yang membujur tegas di tengah bilah memperkuat pesan tersebut. Satu garis lurus ini melambangkan keteguhan iman, fokus tujuan, serta keberanian untuk berdiri tegak pada jalan yang diyakini benar. Seperti sebatang lidi yang sederhana namun bermakna, pamor ini mengingatkan bahwa kekuatan sejati lahir dari kesatuan niat dan laku. Brojol Pamor Sodo Lanang pun menjadi pusaka pameling: agar pemiliknya senantiasa mbrojol dalam menghadapi persoalan hidup—lancar, tidak tersendat—dengan hati yang mantap, iman yang kokoh, dan jiwa yang tidak mudah goyah oleh godaan zaman.
Dhapur Brojol
Dhapur Brojol merepresentasikan filosofi kelahiran—sebuah momen sakral ketika manusia hadir ke dunia dalam keadaan suci, tanpa membawa apa pun selain kepasrahan. Seperti bayi yang baru lahir, manusia diajak untuk selalu ingat pada asal-usulnya: berasal dari kehendak Gusti dan kembali sepenuhnya dalam lindungan-Nya. Keris dhapur Brojol menjadi simbol pengingat akan laku sumarah, berserah diri dengan penuh kesadaran kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Dalam pemaknaan yang lebih luas, Brojol juga melambangkan kelancaran dan keterbukaan jalan hidup. Kata mbrojol dimaknai sebagai harapan agar segala urusan, ikhtiar, dan kesulitan hidup dapat terselesaikan dengan lancar tanpa hambatan berarti. Karena itu, keris dhapur Brojol kerap dipandang sebagai pusaka doa—agar pemiliknya senantiasa diberi kemudahan, kelegaan batin, serta jalan keluar dari setiap persoalan kehidupan.
Pamor Sodo Lanang
Pamor Sodo Lanang—disebut pula Sodo Sakler, Adeg Siji, atau Sodo Saren—secara harfiah berarti sebatang lidi tunggal. Motifnya berupa satu garis lurus yang membujur tegas di tengah bilah, dari sor-soran hingga pucuk, mengikuti alur bilah atau lekuk luk. Garis tunggal ini melambangkan keteguhan prinsip, kejujuran niat, serta arah hidup yang lurus dan tidak bercabang.
Dalam tradisi lama, pamor ini banyak disandang para prajurit. Kisah Klenting Kuning yang mampu mengalahkan Yuyu Kangkang dengan Sodo Lanang memperkuat mitos tuahnya sebagai simbol kekuatan batin, kewibawaan, dan perlindungan diri. Pamor Sodo Lanang dipercaya menumbuhkan rasa percaya diri, memperkokoh iman, meningkatkan kharisma, serta berfungsi sebagai pagar gaib dari pengaruh buruk. Ia tergolong pamor yang tidak memilih, cocok bagi siapa saja yang menapaki jalan hidup dengan niat lurus.
Pada masa Sultan Agung Hanyakrakusuma, pamor ini memiliki makna kebangsaan yang mendalam. Melalui Empu Supo Anom, Sultan Agung memerintahkan pembuatan tujuh pusaka kerajaan, salah satunya keris berpamor Sodo Sakler. Filosofinya jelas: sebatang lidi memang lemah jika berdiri sendiri, tetapi dalam satu ikatan ia menjadi kuat dan mampu membersihkan segala hal. Pesan ini menegaskan pentingnya persatuan antara raja, bangsawan, ulama, prajurit, dan rakyat dalam mewujudkan cita-cita besar Mataram.
Tangguh Pajajaran
Keris ini ditinjau dari gaya, rasa besi, dan karakter bilahnya diperkirakan berasal dari era Pajajaran, sekitar abad ke-14 Masehi. Kerajaan Pajajaran sendiri merupakan kekuatan besar di Tatar Sunda yang berjaya antara abad XI hingga XVI, sebelum akhirnya runtuh pada tahun 1579 akibat serangan Kesultanan Banten di bawah Maulana Yusuf.
Dalam khazanah perkerisan, Tangguh Pajajaran dikenal memiliki ciri khas yang tak kalah unik dengan tangguh-tangguh lain dimana tangguh ini memiliki pasikutan yang terlihat kaku, selain itu juga mempunyai bentuk ganja yang seperti bathok tengkurep. Tangguh ini memiliki sirah cecak yang panjang atau sering disebut landhung, gandhiknya yang miring dan panjang sehingga saat dilihat seperti biji mlinjo yang sudah dibelah. Pamor-pamornya sering menampilkan karakter Sunda yang tegas tetapi tidak kasar. Keberadaan tangguh Pajajaran telah dicatat secara resmi dalam Ensiklopedi Keris karya Bambang Harsrinuksmo (2004), menegaskan posisinya sebagai salah satu periode penting dalam sejarah tempa pusaka Nusantara.
PRA216
Brojol Pamor Sodo Lanang
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 707 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Pamor Segara Wedi Sepuh Keris pamor Segara Wedi adalah salah satu pusaka yang memiliki makna mendalam dalam filosofi dan spiritualitas Jawa. Nama Segara Wedi sendiri dapat diartikan sebagai “Lautan Pasir”—sebuah gambaran tentang pertemuan dua unsur besar dalam alam, yakni air dan pasir. Pamor ini mencerminkan keseimbangan antara keteguhan dan kelenturan, antara ketegaran dan kebijaksanaan… selengkapnya
Rp 4.300.000Sengkelat HB Sepuh Pamor Jala Tunda Nyutra Sengkelat HB Sepuh Pamor Jala Tunda Nyutra adalah salah satu koleksi Pusaka Keris Indonesia yang sangat istimewa. Keris ini berdhapur Sengkelat dengan jumlah luk 13. Untuk pamornya sendiri juga cukup langka, yaitu Pamor Jala Tunda. Karakter besinya bagus dengan slorok kehijauan dan pamor yang nyutra lembut. Sangat layak… selengkapnya
Rp 7.777.000Keris Pasopati Kelengan Sepuh Kuno Tangguh Paku Alam Jogja Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Pasopati (dhapur favorit para kolektor keris) Pamor (motif lipatan besi) : Kelengan Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Paku Alam Jogja Panjang Bilah : 35 cm Warangka : Gayaman Yogyakarta Kayu Timoho Kuno Handle / Gagang : Lempuyangan Kayu Galeh Nagasari… selengkapnya
Hubungi AdminPusaka Keris Kebo Teki Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Kebo Teki / Mahesa Teki Pamor (motif lipatan besi) : Ngulit Semangka Kebak ( Pamor Putih) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Abad Ke 17 Masehi Panjang Bilah : 33 cm Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Mangga Hutan Kuno Bawaan Bilah Gandar Iras… selengkapnya
Rp 2.550.000Keris Sengkelat Asli Mataram Sultan Agung Keris Sengkelat Asli Mataram Sultan Agung – Keris sengkelat berluk tiga belas. Angka tiga belas dalam khasanah jawa sebagai las-lasaning urip, akhir kehidupan. Kemana manusia setelah mati? kemana kalau tidak bersatu dengan Allah kembali. Itulah pakem dhapur keris luk yang disebut sebagai “Mustikaning manembah – intisari bersujud”. Ada pemahaman… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Tilam Pamor Kuto Mesir Tangguh Mataram TUS Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Upih Pamor (motif lipatan besi) : Kuto Mesir Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Islam Abad Ke 17 Masehi Panjang Bilah : 36,2 cm Warangka : Gayaman Solo Gandar Iras kayu Trembalo Kuno Handle / Gagang : Kayu… selengkapnya
Rp 1.111.000Keris Pamor Melati Sinebar Tuban Jenggala Keris Pamor Melati Sinebar Tuban Jenggala adalah salah satu dari ratusan koleksi pusaka keris. Keris ini termasuk dalam golongan jenis keris lurus. Jika dilihat dari bentuk dan ricikannya, keris ini berdhapur Bethok Brojol. Untuk pamor yang tergurat di sekujur bilahnya adalah pamor Melati Sinebar. Warangka memakai model Ladrang dari bahan kayu trembalo dengan pendoknya… selengkapnya
Rp 7.777.000Keris Tilam Upih Pamor Wiji Timun HB Sepuh Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Upih Pamor (motif lipatan besi) : Wiji Timun Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram HB Sepuh ( Hamengkubuwono Awal, Tangguh Yogyakarta ) Panjang Bilah : 35 cm Warangka : Gayaman Yogyakarta Kayu Timoho Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang… selengkapnya
Rp 9.000.000Keris Sabuk Inten Kinatah Keris Sabuk Inten Kinatah yang satu ini memiliki estetikanya tersendiri. Terutama pada kinatahnya yang menjadi daya tarik keindahan dari tiap mata yang memandangnya. Sabuk Inten sendiri merupakan dapur keris yang cukup terkenal dan fenomenal. Yang mana keris ini tergolong keris yang banyak dicari dan diburu para kolektor. Selain kisahnya yang melegenda… selengkapnya
Rp 750.000Pusaka Keris Korowelang Kinatah Emas Asli Sepuh Kuno Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Korowelang Luk 13 (Kinatah Emas) Pamor (motif lipatan besi) : Wos Wutah Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Sultan Agung (Abad XVI) Panjang Bilah : 36 cm Warangka : Branggah Yogyakarta (Kayu Timoho) Handle / Gagang : Yogyakarta (Kayu Timoho) Pendok… selengkapnya
Rp 4.750.000


















WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.