Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Keris Pamor Setro Banyu Asli Sepuh
- Keris Kala Nadah Luk 5 Sedayu Kuno
- Keris Carang Soka Pamor Sodo Lanang
- Pendok Slorok Jogja Kemalo Hitam
- Dimaharkan Pusaka Keris Brojol Warangka Ladrang Ir
- Pusaka Keris Carubuk Pengging Pamor Tunggak Semi
- Jual Warangka Sarung Keris Kayu Cendana Wangi Ladr
- Keris Nogo Siluman Pamor Banyu Mili
Keris Majapahit Parungsari Luk 13 Sepuh
Rp 11.300.000| Kode | TAG105 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Dhapur Parungsari, Katalog Produk, Keris, Keris Luk 13, Keris Sepuh, Pamor Beras Wutah, Tangguh Majapahit |
| Jenis | : Keris Luk 13 |
| Dhapur | : Parungsari |
| Pamor | : Beras Wutah Ceprit |
| Tangguh | : Majapahit |
| Warangka | : Ladrang Surakarta Kayu Cendana |
| Hulu/Deder | : Yudawinatan Kayu Kemuning Bang |
| Pendok | : Bunton Bahan Kuningan |
| Mendak | : Kendit Bahan Perak Inten |
Keris Majapahit Parungsari Luk 13 Sepuh
Keris Majapahit Parungsari Luk 13 Sepuh
Keris Majapahit Parungsari Luk 13 Sepuh – Majapahit bukan sekadar imperium besar pada masanya, tetapi juga peradaban yang meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Nusantara. Kejayaannya tak hanya tercermin dalam kekuatan politik dan militernya, tetapi juga dalam warisan budayanya, salah satunya adalah maha karya pusaka agung keris-keris Majapahit.
Sebagai kolektor pusaka itu, belum afdol rasanya jika belum memiliki keris Majapahit. Guyonannya itu daripada memiliki banyak keris, lebih baik punya satu bilah keris dari tangguh Majapahit. Meski terdengar hiperbolis, ungkapan ini mencerminkan fanatisme terhadap pusaka Majapahit yang dianggap sebagai pancer—poros utama yang menjadi panutan dalam dunia perkerisan.
Keris Majapahit memiliki tantingan yang ringan, namun besinya padat dan tak mudah keropos. Pamornya khas—tidak abyor tapi ia ceprit-ceprit saja, tampak utuh, terutama di bagian odo-odo, dengan sap-sapan pamor hanya dua bekukan atau sekitar 16 sap. Bilahnya berukuran sedang, tidak besar tetapi juga tidak kecil, tampak luwes dan serasi, memancarkan aura wingit. Luknya bregas, tidak terlalu rengkol namun juga tidak kemba. Wadidang-nya anggun dan sekar kacang-nya luwes, memberikan kesan yang sempurna.
Keistimewaan lainnya terletak pada teknik pembuatannya. Keris Majapahit ditempa hingga mencapai sekitar 2.048 lapisan besi. Perlu dipahami, lipatan mengacu pada jumlah kali besi ditempa dan dilipat, sedangkan lapisan adalah hasil dari proses lipatan yang terus menumpuk hingga menciptakan struktur yang kuat dan berkarakter.
Majapahit sendiri mencapai puncak kejayaan di bawah Raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada, mengusung falsafah Bhinneka Tunggal Ika yang sampai hari ini masih menjadi warisan yang melekat oleh bangsa indonesia. Namun, seperti matahari yang terbenam, kebesaran itu perlahan memudar, terkikis oleh intrik dan perebutan kekuasaan.
yang akhirnya, Majapahit pun runtuh, ditandai dengan sengkalan Sirna Ilang Kertaning Bumi (1400 Saka/1478 M). Meski kerajaan ini telah tiada, warisannya tetap abadi.
Keris dari era Majapahit ini masih begitu tabah dengan bilah yang utuh meskipun telah melampaui perjalanan panjang dari zaman ke zaman. Ia sekaligus menjdi saksi bisu atas kejayaan yang pernah menggetarkan Nusantara—sebuah peninggalan yang terus hidup dalam genggaman para pecinta pusaka.
TAG105
Tags: keris luk 13, keris majapahit, keris parungsari, keris sepuh
Keris Majapahit Parungsari Luk 13 Sepuh
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 626 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Pamor Putri Kinurung Sepuh Keris Pamor Putri Kinurung Sepuh ini memiliki dhapur Tilam Upih lurus dengan warangka gayaman dari bahan kayu trembalo kuno. Pamor ini sifatnya menjaga dan melindungi segala kebaikan dan nilai-nilai luhur. Sehingga keris dengan pamor ini juga diyakini sebagai keris penjaga kebaikan dan menjauhkan dari sambikala atau keburukan dan bencana. Ini… selengkapnya
Rp 1.500.000Keris Kebo Lajer Dwi Pamor Batu Lapak Kulit Semangka Sepuh TAG155
Rp 3.111.000Keris Pulanggeni Sepuh Kuno Keris Pulanggeni Sepuh Kuno adalah salah satu koleksi pusaka kami yang kesekian ratus kalinya. Keris ini berdhapur Pulanggeni dengan luk berjumlah lima. Untuk pamornya sendiri berpamor Sanak atau Nyanak. Untuk bentuk perawakan bilahnya keris ini terkesan gagah, wingit dan merbawani. Dengan ricikan yang masih cukup lengkap serta ukuran bilahnya yang cukup… selengkapnya
Rp 5.555.000Tombak Pleret Tangguh HB Sepuh Dhapur / Jenis Bentuk Tombak : Pleret Tangguh / Masa Pembuatan : HB Sepuh Pamor / Motif lipatan besi : Kulit Semangka Kebak tidak putus dari atas sampai bawah Panjang Bilah Tajam : 22,5 cm Panjang Pesi : 14,8 cm Warangka : Kayu Kuno Bawaan Bilah diplitur ulang Landeyan :… selengkapnya
TERMAHARSengkelat Mataram Sultan Agung Sengkelat Mataram Sultan Agung – Keris Kyai Sengkelat dibuat oleh Empu Supo Madrangi alias Raden Joko Supo. Raden Joko Supo mewarisi kemampuan ayahnya yang dikenal sebagai empu hebat dari kerajaan Majapahit yang hidup di sekitar abad ke 15. Sebelumnya Ia beragama Hindu dan setelah bertemu serta berdialog dengan Sunan Kalijaga, kemudian… selengkapnya
Rp 3.300.000Pusaka Keris Carubuk Pamor Janur Sinebit Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Carubuk Luk 7 Pamor (motif lipatan besi) : Janur Sinebit (Langka) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Majapahit Abad Ke 13 Masehi Panjang Bilah : 35 cm Warangka : Gayaman Surakarta Gandar Iras Kayu Trembalo Kuno Original Bawaan Bilah Handle / Gagang :… selengkapnya
Rp 3.550.000Keris Nogo Siluman Kinatah Emas Asli Keris Nogo Siluman Kinatah Emas Asli – Naga Siluman, yang berasal dari bahasa Sanskerta, merupakan salah satu bentuk senjata tradisional Indonesia berupa keris yang paling menakjubkan dan mudah dikenali. Keistimewaan utamanya terletak pada desainnya yang menggambarkan kepala naga dengan detail samar, sementara badan naga menyatu harmonis dengan bilah keris…. selengkapnya
Rp 171.000.000Keris Sinom HB I Sepuh Pamor Segoro Muncar Ngawat Meteorit Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sinom Pamor (motif lipatan besi) : Segara Muncar Ngawat Merteorit (Besi istimewa milah padat slorok kehijauan) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : HB I / Hamengkubuwono Ke 1 (Abad XVI) Panjang Bilah : 37 cm Warangka : Ladrang Surakarta Gandar… selengkapnya
Rp 4.511.000




















WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.