Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Keris Nogo Temanten Kalawijan Luk 27 Kinatah Kamar....
- Keris Pamor Singkir Nyekrak Tangguh Blambangan....
- Keris Tilam Upih Pamor Lintas Mas Langka....
- Keris Nogo Sosro Sabuk Inten Kamardikan....
- Pendok Selongsong Warangka Keris Bunton Kelas Prem....
- Pusaka Keris Brojol Pamor Beras Wutah....
- Keris Pudhak Panimbal Luk 9 Pamor Wengkon Isen....
- Keris Tangguh Sendang Sedayu Pulanggeni Luk 5 Kele....
Keris Pusaka Singo Barong Luk 11 Tinatah Emas Mataram Sultan Agung
| Kode | P224 |
| Stok | Tersedia (1) |
| Kategori | Dhapur Singo Barong, Katalog Produk, Keris, Keris Luk 11, Pamor Beras Wutah, Tangguh Mataram Sultan Agung |
| Jenis | : Keris Luk 11 |
| Dhapur | : Singa Barong |
| Pamor | : Wos Wutah |
| Tangguh | : Mataram Sultan Agung |
| Warangka | : Ladrang Surakarta, Kayu Timoho |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Kemuning Bang |
| Pendok | : Bunton Krawangan, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Kendhit, Bahan Kuningan |
Keris Pusaka Singo Barong Luk 11 Tinatah Emas Mataram Sultan Agung
Keris Pusaka Singo Barong Luk 11 Tinatah Emas Mataram Sultan Agung
Dalam khazanah tosan aji Nusantara, Singo Barong menempati posisi istimewa sebagai simbol kekuasaan, keberanian, dan kewibawaan. Figur singa jantan yang ditatah pada gandhik bukan sekadar hiasan, melainkan perlambang kekuatan penjaga dan ketegasan pemimpin. Dalam wujud luk 11, keris ini mencerminkan daya gerak yang dinamis—keteguhan langkah yang disertai kebijaksanaan dalam bertindak—menjadikannya pusaka yang merepresentasikan otoritas lapangan, keberanian mengambil keputusan, serta kesiapan menghadapi tantangan.
Ketika pusaka ini berada dalam bingkai tangguh Mataram Sultan Agung, maknanya semakin dalam dan berlapis. Masa Sultan Agung dikenal sebagai puncak kematangan seni keris Jawa, ketika pusaka tidak hanya menjadi lambang elit kekuasaan, tetapi juga sarana pembentukan karakter dan kepercayaan diri bangsa. Tinatah emas pada keris Singo Barong bukan semata penanda kemewahan, melainkan simbol ganjaran, kehormatan, dan legitimasi laku—sebuah pusaka yang memadukan kekuatan lahir, kebijaksanaan batin, serta kejayaan sejarah dalam satu kesatuan makna.
Dhapur Singa Barong Luk 11
Keris Singa Barong merupakan salah satu pusaka Nusantara yang dikenal istimewa karena gandiknya diukir menyerupai singa jantan dengan simbol kejantanan yang tegas. Figur singa pada gandhik ini memiliki kemiripan dengan kilin—makhluk mitologis penjaga gerbang dalam tradisi Tiongkok—yang menunjukkan adanya jejak pengaruh budaya China dalam perkembangan seni tosan aji di Nusantara. Kehadiran motif ini bukan sekadar ornamen, melainkan simbol penjaga, kekuatan, dan kewibawaan.
Berbeda dengan Keris Nogososro yang lebih menekankan kebijaksanaan dan legitimasi kekuasaan seorang raja, Keris Singa Barong merepresentasikan ketegasan, keberanian, dan otoritas lapangan. Ia melambangkan kekuasaan yang tidak hanya dimiliki raja, tetapi juga para patih, senopati, dan panglima perang—mereka yang berada di garis depan pengambilan keputusan dan pelaksanaan kekuasaan. Karena simbolismenya yang kuat, keris ini sejak lama menjadi incaran para pecinta pusaka dan kolektor.
Secara angsar, Keris Singa Barong dipercaya mampu membentuk karakter pemiliknya menjadi pribadi yang berani, kuat, dan berwibawa, laksana singa jantan sebagai raja rimba. Kharisma pusaka ini dikenal sangat kuat; ketika daya keris telah menyatu dengan pemiliknya, ia diyakini mampu menghadirkan kewibawaan yang membuatnya disegani baik oleh kawan maupun lawan. Oleh karena itu, Keris Singa Barong tergolong pusaka langka yang tidak hanya bernilai artistik, tetapi juga simbolik dan historis.
Tangguh Mataram Sultan Agung
Masa Mataram Islam, khususnya pada pemerintahan Sultan Agung Hanyakrakusuma, sering dianggap sebagai salah satu puncak kejayaan pembuatan keris di Jawa. Pada periode ini, perkembangan keris dan tombak berlangsung pesat, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Konon, Sultan Agung mengeluarkan titah yang memperkenankan rakyat memiliki pusaka wesi aji—seperti keris, tombak, dan pedang—tanpa rasa takut pusaka tersebut akan dirampas oleh pihak keraton. Titah ini menumbuhkan rasa aman, kepercayaan kepada pemimpin, serta semangat membangun dari desa hingga pusat kerajaan.
Dalam konteks ini, keris tidak lagi sekadar simbol elit, tetapi menjadi bagian dari identitas dan kepercayaan diri masyarakat. Pada berbagai upacara dan pisowanan, rakyat berani mengenakan busana adat lengkap dengan kerisnya—baik sebagai ageman maupun pusaka tayuhan. Pada masa ini pula, Sultan Agung memberikan ganjaran pusaka kinatah emas kepada mereka yang berjasa, disesuaikan dengan kedudukan dan perannya. Prajurit hingga lurah menerima pusaka dengan motif emas tertentu, para perwira dan panewu memperoleh kinatah bergambar gajah atau singa, sementara kerabat dan patih dalem mendapatkan pusaka dengan motif yang lebih halus dan simbolis.
Zaman Mataram Sultan Agung menjadi masa yang subur bagi para empu. Mereka diberi kebebasan berkreasi sekaligus melestarikan bentuk-bentuk lama, memadukan warisan masa sebelumnya dengan ciri khas Mataram. Karena itulah, keris-keris tangguh ini sangat beragam dalam pasikutan dan garap, namun tetap memancarkan watak matang, agung, dan berwibawa—menjadikan era ini sering disebut sebagai surga para empu.
Pamor Wos Wutah
Pamor Wos Wutah, atau Beras Wutah, ditandai oleh bercak-bercak kecil berwarna terang yang tersebar di permukaan bilah, menyerupai butiran beras yang tumpah. Secara simbolik, pamor ini melambangkan rejeki yang melimpah, keberkahan yang datang dari berbagai arah, serta kecukupan yang terus mengalir dalam kehidupan.
Namun lebih dari itu, Wos Wutah juga mengandung pameling yang dalam. Peribahasa “beras tumpah jarang kembali ke takarannya” menjadi pesan moral agar manusia berhati-hati dalam bersikap, khususnya dalam kehidupan berumah tangga. Kepercayaan dan rasa hormat, jika telah rusak, tidak mudah untuk dipulihkan seperti sedia kala. Meski dapat diperbaiki, selalu ada bekas yang tertinggal.
Karena itulah, pamor Wos Wutah bukan hanya simbol kelimpahan, tetapi juga pengingat akan pentingnya menjaga keharmonisan sejak awal. Ia mengajarkan agar keberkahan hidup tidak sekadar dikumpulkan, tetapi juga dirawat dengan kesadaran, kesabaran, dan tanggung jawab.
P224
Tags: Cara menggunakan Keris Singo Barong, Ciri ciri Keris Singo Barong Asli, Kegunaan Keris Singo Barong, Keris Singo Barong Luk 13, Keris Singo Barong Majapahit, Sejarah keris Singo Barong
Keris Pusaka Singo Barong Luk 11 Tinatah Emas Mataram Sultan Agung
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 2.008 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Carita Keprabon Mataram Sepuh Keris Carita Keprabon bertangguh Mataram menghadirkan perpaduan antara falsafah hidup manusia Jawa dan laku kepemimpinan adiluhung yang diwariskan para leluhur. Dalam dhapur ini terkandung gagasan bahwa manusia adalah pelakon utama dalam carita—alur kehidupan—yang ditentukan oleh pilihan, perbuatan, dan laku batinnya sendiri. Sebutan Keprabon tidak hanya menunjuk pada kedudukan seorang raja, tetapi… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Pandawa Lare Luk 5 Tinatah Emas Panji Wilis Sepuh TAG146
Rp 25.555.000Keris Pusaka Panji Anom Mataram HB I Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Panji Anom / Panji Nom Pamor (motif lipatan besi) : Wos Wutah / Beras Wutah (Full Bilah) Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram HB I Panjang Bilah : 36 cm (pesi utuh masih panjang original) Warangka : Ladrang Surakarta (kayu gembol jati)… selengkapnya
Hubungi AdminKeris Panji Nom Pamor Wos Wutah HB Sepuh TAG135
Rp 4.000.000Keris Patram Original Sepuh Antik Unik Dalam tradisi Jawa masa kerajaan, membawa senjata tajam berukuran kecil oleh kaum perempuan dan anak-anak bukanlah hal yang asing. Namun praktik ini umumnya hanya dijumpai di lingkungan keluarga terpandang—seperti bangsawan dan saudagar—sebagai bentuk perlindungan diri dari perampok maupun gangguan binatang. Selain berfungsi praktis, patrem juga menjadi bagian dari pendidikan… selengkapnya
Rp 950.000Dhapur Gumbeng Gumbeng merupakan salah satu dhapur keris lurus dengan bentuk yang sederhana dan berkarakter tenang. Sepintas, bentuknya menyerupai Kebo Lajer, terutama pada gandhik yang memanjang, namun bilahnya cenderung lebih lebar. Sebagian besar Keris Gumbeng yang dikenal saat ini berasal dari tangguh sepuh sehingga memiliki nilai historis sekaligus spiritual yang tinggi. Di balik tampilannya yang… selengkapnya
Rp 3.350.000Keris Kebo Dhengen Dapur Langka Keris Kebo Dhengen Dapur Langka – Keris adalah salah satu benda bernilai seni tinggi yang penuh sarat makna dan hakikat. Dalam memandang sebilah keris orang bisa memandangnya dari nilai eksoteris dan esoterisnya. Eksoteris adalah nilai-nilai yang nampak dari wujud bentuk ragawinya. Sedangkan esoteris adalah nilai-nilai pada sebilah keris yang dilihat… selengkapnya
Rp 4.570.000
























WhatsApp us
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.