Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
● online 6282177400100
● online
- Jual Jagrak Stand Tempat Keris Isi 5 Dari Kayu Jat
- Pedang Kuno Suduk Maru Pamor Banyu Mili
- Jual Blawong Tempat Keris Mentahan Bahan Kayu Jati
- Keris Sempana Luk 9 Pamor Jala Tunda Sepuh Kuno
- Jual Kotak Keris Pusaka Box Kayu Tempat Menyimpan
- Keris Udan Mas Asli Sepuh
- Keris Sengkelat Pamor Pedaringan Kebak
- Pusaka Keris Parungsari Pamor Wengkon Isen
Keris dan Dukun
Keris dan Dukun
Hari ini, cara pandang terhadap keris telah mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Keris tidak lagi semata-mata diposisikan sebagai benda mistis yang identik dengan dukun, mantra, atau kisah-kisah horor sebagaimana kerap digambarkan dalam film dan cerita populer. Gambaran semacam ini memang terlanjur mengendap kuat di benak masyarakat, seolah-olah keris hanya hidup di ruang gelap penuh klenik dan jauh dari nalar.
Padahal, kenyataannya keris telah lama melampaui stigma tersebut. Keris kini telah memasuki ruang akademik, ruang kajian ilmiah, bahkan ruang pendidikan formal. Salah satu bukti paling nyata adalah berdirinya Program Studi Keris di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Kehadiran program studi ini bukan sekadar simbol, melainkan penanda penting bahwa keris dipelajari, diteliti, dan dikembangkan sebagai objek ilmu pengetahuan—bukan sebagai praktik perdukunan.
Pada titik inilah kita perlu menegaskan satu hal yang kerap kabur dalam diskursus publik: dukun bukanlah ahli keris. Seorang dukun mungkin memiliki laku spiritual, kepercayaan batin, atau praktik pengobatan tradisional tertentu. Namun keahlian tersebut tidak serta-merta menjadikannya memahami keris sebagai produk sejarah, karya seni, dan hasil peradaban. Ahli keris bekerja dengan pengetahuan, metode, dan kajian, bukan dengan klaim suprarasional semata.
Namun demikian, tidak adil pula jika unsur mistisisme dalam tradisi perkerisan sepenuhnya dinafikan. Dalam perjalanan sejarahnya, istilah-istilah mistik memang kerap muncul dan menyertai pemahaman tentang keris. Hal ini wajar, sebab pengetahuan tentang keris tumbuh secara bertahap dan mengikuti cara berpikir pada zamannya. Untuk menempatkan unsur mistik secara proporsional, kita perlu memahami fase-fase perkembangan kawruh paduwungan sebagaimana diklasifikasikan oleh Bapak Haryono Haryoguritno.
Fase pertama adalah kawruh paduwungan klasik. Salah satu rujukan utama pada tahap ini adalah Serat Centhini, yang ditulis pada masa pemerintahan Pakubuwana IV oleh Empu Ronggo Sutrasno. Serat ini memuat legenda, mitologi, kepercayaan personal, kisah perjalanan, serta sejarah perorangan yang sangat subjektif. Pengetahuan pada fase ini belum disusun secara sistematis dan belum dibukukan sebagai disiplin ilmu. Ia lebih tepat disebut sebagai seserepan—pengetahuan yang terserak, bukan ilmu yang terstruktur. Pada fase inilah unsur-unsur mistik sangat kental, bukan karena keris itu sendiri, melainkan karena cara pengetahuannya.
Fase kedua adalah kawruh paduwungan tradisional. Fase ini dipersonifikasikan oleh Gusti Pangeran Hadi Wijoyo dan mulai berkembang di lingkungan Keraton Surakarta sekitar tahun 1920. Pada masa ini muncul upaya untuk menata pengetahuan tentang keris agar lebih rapi dan terpilah dibandingkan kawruh klasik. Meski demikian, pendekatan yang digunakan masih belum bersifat ilmiah. Kawruh paduwungan tradisional lebih merupakan proses penajaman dan penyaringan dari pengetahuan sebelumnya. Walau belum ilmiah, fase ini memiliki peran penting sebagai jembatan menuju lahirnya ilmu perkerisan modern.
Fase ketiga adalah ilmu perkerisan modern, yang kini dikenal sebagai krisologi. Pada tahap inilah terjadi perubahan mendasar. Keris tidak lagi dipahami semata melalui rasa, kepercayaan, atau tafsir mistik, melainkan dikaji dengan pendekatan multidisipliner. Rujukannya dapat ditemukan dalam karya-karya tokoh seperti Bapak Haryono Haryoguritno, salah satunya melalui buku Keris Jawa: Antara Mistik dan Nalar. Dalam krisologi, keris dikaji melalui perspektif antropologi, sejarah, arkeologi, sosiologi, seni, hingga teknologi material. Ilmu perkerisan modern berdiri di atas dialog dengan banyak cabang ilmu lain agar kokoh secara akademik.
Inilah tahap yang hari ini harus terus dikembangkan. Sebagaimana pernah disampaikan oleh Bapak Haryono Haryoguritno, pengembangan krisologi merupakan bentuk “membayar utang kita kepada dunia”—utang pengetahuan, utang penjelasan, dan utang tanggung jawab ilmiah. Terlebih setelah keris diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia. Pengakuan ini bukan semata-mata kebanggaan, melainkan juga kewajiban untuk menjelaskan keris secara rasional, ilmiah, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat modern.
Tanpa kawruh paduwungan klasik dan tradisional, krisologi modern tentu tidak akan pernah lahir. Namun berhenti pada mistik justru akan membuat keris kehilangan martabatnya. Di sinilah penegasan itu kembali menjadi penting: dukun bukanlah ahli keris. Ahli keris adalah mereka yang bersedia belajar, meneliti, membaca konteks sejarah, serta memahami keris sebagai hasil kecerdasan peradaban Nusantara.
Keris tidak kehilangan nilainya ketika didekati dengan akal sehat. Justru sebaliknya, martabat keris akan semakin tinggi ketika ia dipahami melalui ilmu pengetahuan, bukan sekadar ditakuti lewat mitos. Keris bukan benda horor. Ia adalah warisan intelektual dan budaya. Dan sudah semestinya kita memperlakukan keris sebagaimana martabatnya.
penulis: Daksa Niyata (Tosan Aji Group)
Keris dan Dukun
Kamus Keris I, Istilah-Istilah Dalam Dunia Perkerisan Angsar : Pengaruh atau suasana yang ditimbulkan dari benda pusaka. Dapur : Bentuk... selengkapnya
Asal-usul Keris Pusaka Diponegoro Pada saat Diponegoro ditangkap, keris itu disita Belanda. Menurut Werner Kraus dalam Raden Saleh, interpretation of... selengkapnya
Keris dan Dukun Hari ini, cara pandang terhadap keris telah mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Keris tidak lagi semata-mata diposisikan... selengkapnya
Filosofi Keris Carita Keprabon: Lakon Perjalanan Drama Kehidupan Seperti drama yang memainkan berbagai jalan cerita, kehidupan manusia menggelar pertunjukan yang... selengkapnya
Toko Jual Pusaka Keris Semarang Anda sedang mencari Toko Jual Pusaka Keris Semarang? Ingin mencari Toko Keris Semarang terlengkap? Mencari... selengkapnya
Pusaka Keris Pamengkang Jagad Pusaka Keris Pamengkang Jagad – Ada celah memanjang ditengah bilah yang disebabkan retak, paling banyak terjadi... selengkapnya
Filosofi Keris Buto Ijo: Melihat Lebih Dalam dari Sebilah Keris Dalam keheningan senyap sejarah, terdapat sebuah misteri yang mengelilingi sebilah... selengkapnya
Keris Bisa Bercerita: Merenung di Balik Sejuta Kisah Bilah Tajam Keris, sebuah senjata tradisional Indonesia, tak hanya mencuri perhatian dengan... selengkapnya
Keindahan dan Keunikan Batik Motif Mega Mendung: Memahami Warisan Budaya Indonesia yang Elegan Batik, sebagai simbol kekayaan warisan budaya Indonesia,... selengkapnya
Pusaka Keris Pandawa Cinarita Pusaka Keris Pandawa Cinarita juga sering disebut dengan dapur keris pandawa carita. Dapur keris ini juga... selengkapnya
Sabuk Inten Mataram Senopaten Sabuk Inten Mataram Senopaten merupakan pusaka yang memadukan kelengkapan ricikan khas dhapur Sabuk Inten dengan karakter… selengkapnya
Rp 2.500.000Keris Tilam Upih Pamor Tambal Tebu Kineret Beras Wutah Winengku Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Upih Pamor (motif… selengkapnya
Rp 4.250.000Keris Sempana Luk 9 Pamor Kulit Semangka Tangguh Cirebon Sepuh Dhapur Keris (Jenis Bentuk Keris) : Sempono Luk 9 Pamor… selengkapnya
Rp 2.111.000Keris Brojol Pamor Bendo Segodo Sepuh Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Brojol Patrem Pamor (motif lipatan besi) : Bendo… selengkapnya
Rp 1.300.000Dhapur Keris Kalanadah Dhapur Keris Kalanadah, keris Luk 5 dengan ricikan Sogokan depan mengisyaratkan kepada manusia bahwa tujuan di dunia… selengkapnya
Hubungi AdminJual Blawong Keris Ukir Tokoh Wayang Puntadewa Jual Blawong Keris Ukir Tokoh Wayang Puntadewa untuk isi 1 keris dengan garap… selengkapnya
Rp 475.000ISTIMEWA!! Keris Sengkelat HB 3 Pamor Akhodiyat Meteor Prambanan Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sangkelat Pamor (motif lipatan besi)… selengkapnya
Rp 12.500.000Jagrak Stand Keris Pusaka Ukiran Naga Liong Unik Istimewa Jagrak Stand Keris Pusaka Ukiran Naga Liong Unik Istimewa – Bentuk… selengkapnya
Rp 1.655.000Pusaka Keris Jaran Goyang Majapahit Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Jaran Goyang Luk 7 Pamor (motif lipatan besi) :… selengkapnya
Hubungi Admin
WhatsApp us
Saat ini belum tersedia komentar.